PENGUMUMAN :
16Apr

Kinerja BP Batam Triwulan 1 2026: Sektor Logistik Menguat, Volume Peti Kemas Tembus 187 Ribu TEUs

Batam, April 2026 – BP Batam melalui Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan mencatat kinerja operasional yang positif pada Triwulan I 2026, ditandai dengan pertumbuhan volume bongkar muat peti kemas sebesar 12% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 menjadi 187.156 TEUs.

Dari total throughput tersebut, sebesar 69% ditopang oleh aktivitas di Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang mencapai 128.556 TEUs atau tumbuh 22% dibandingkan Triwulan I 2025. Dari sisi perdagangan, aktivitas ekspor dan impor mendominasi dengan porsi 74% dari total arus peti kemas di pelabuhan Batam.

Kinerja logistik ini turut didukung oleh aktivitas bongkar muat general cargo yang mencapai 2,9 juta ton atau meningkat 8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Terminal Curah Cair Kabil menjadi kontributor terbesar dengan volume 1,09 juta ton dan pertumbuhan sebesar 21%.

Di sisi kunjungan kapal, tercatat sebanyak 27.170 call atau meningkat 4% dibandingkan Triwulan I 2025. Selain itu, ukuran kapal yang bersandar juga menunjukkan peningkatan, dengan total Gross Tonnage (GT) mencapai 19,6 juta GT atau naik 15%, yang mencerminkan semakin banyaknya kapal berkapasitas besar yang beroperasi di perairan Batam.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan semakin kuatnya peran Batam sebagai simpul logistik strategis di kawasan.

“Pertumbuhan di sektor logistik ini menunjukkan bahwa Batam semakin dipercaya sebagai hub konektivitas regional. Kami akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi guna mendukung arus logistik, investasi, dan mobilitas secara berkelanjutan,” ujar Amsakar Achmad.

Selain kinerja logistik, sektor layanan penumpang juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Sepanjang Triwulan I 2026, jumlah penumpang di terminal ferry domestik dan internasional wilayah kerja BP Batam tercatat mencapai 2.507.630 orang atau meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Rute internasional masih mendominasi dengan 1.316.495 penumpang atau tumbuh 11%, khususnya menuju Singapura dan Malaysia. Sementara itu, penumpang domestik mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 20% menjadi 1.191.135 orang. Terminal Ferry Internasional Batam Centre dan Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur menjadi titik tersibuk dalam melayani mobilitas tersebut.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menambahkan bahwa peningkatan kinerja harus diiringi dengan kualitas layanan yang semakin baik, sejalan dengan perluasan cakupan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.

“Kami mendorong layanan kepelabuhanan yang semakin adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa, terlebih dengan semakin luasnya wilayah kerja KPBPB Batam. Dengan dukungan regulasi tersebut, kami optimistis layanan akan semakin terintegrasi sehingga manfaat pertumbuhan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Li Claudia.

Anggota Deputi/Bidang Pengusahaan, Denny Tondano yang membawahi Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperkuat koordinasi antar-stakeholder serta mengoptimalkan layanan di seluruh pelabuhan guna menjaga konsistensi peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan.

“Ke depan, kami akan terus mendorong digitalisasi layanan, termasuk pembenahan e-ticketing dan integrasi sistem antar terminal, sehingga layanan menjadi lebih mudah, cepat, dan terintegrasi bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Denny.

12Nov

Sektor Barang dan Penumpang Tumbuh Dua Digit, Batu Ampar dan Batam Center Jadi Penopang Utama Kinerja Pelabuhan Batam

Batam, November 2025 – Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam mencatat pertumbuhan dua digit di sektor barang dan penumpang sepanjang periode Januari–Oktober 2025. Volume peti kemas tercatat 665.286 TEUs, naik 20 persen dibandingkan 2024, sementara general cargo mencapai 9,64 juta ton, meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh peningkatan aktivitas di Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang mencatat 436 ribu TEUs, tumbuh 26 persen secara tahunan, serta Terminal Umum Batu Ampar BP Batam yang mencapai 136 ribu TEUs, naik 11 persen. Di sektor kargo umum, Terminal Curah Cair Kabil menjadi penyumbang terbesar dengan 3,3 juta ton, naik 13 persen, didukung oleh peningkatan permintaan industri energi, BBM, dan CPO.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan Benny Syahroni menjelaskan bahwa peningkatan tersebut merupakan hasil nyata dari transformasi infrastruktur dan optimalisasi operasional yang tengah dijalankan.

“Transformasi layanan di Batu Ampar dan Kabil telah memberikan dampak langsung terhadap efisiensi arus barang. Kami memastikan kapasitas dan keandalan terminal terus ditingkatkan, sejalan dengan tren logistik global,” ujarnya.

Kinerja positif juga tercermin pada sektor penumpang. Hingga Oktober 2025, total trafik penumpang datang dan berangkat mencapai 7.665.630 orang, naik 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Terminal Ferry Internasional Batam Center mencatat lonjakan tertinggi dengan 21.628 call, meningkat 26 persen, sementara bobot kapal penumpang tumbuh 37 persen menjadi 16,08 juta GT.

Anggota Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, dan Lalu Lintas Barang Ruslan Aspan menilai peningkatan ini menunjukkan pulihnya mobilitas masyarakat serta efektivitas kebijakan pelayanan publik yang diterapkan BP Batam.

“Lonjakan trafik penumpang menjadi bukti kepercayaan publik terhadap layanan pelabuhan Batam. Kami memastikan seluruh terminal penumpang beroperasi dengan standar keselamatan dan kenyamanan yang tinggi,” tegasnya.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan bahwa ke depan, digitalisasi sistem manajemen penumpang akan menjadi fokus utama.

“BP Batam tengah menyiapkan sistem boarding management dan integrasi data lintas terminal untuk mempercepat proses pelayanan serta meningkatkan pengalaman pengguna,” jelasnya.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan, pertumbuhan di sektor barang dan penumpang ini menjadi refleksi dari keberhasilan transformasi pelabuhan Batam secara menyeluruh.

“Batu Ampar dan Batam Center kini menjadi wajah baru pelabuhan Batam yang modern, efisien, dan kompetitif. Kinerja positif ini memperkuat posisi Batam sebagai hub logistik dan konektivitas kawasan barat Indonesia,” ujar Amsakar.

BP Batam akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan melalui modernisasi fasilitas, peningkatan kapasitas SDM, dan kolaborasi dengan mitra strategis internasional untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan sektor maritim dan logistik nasional.

29Oct

Trafik Penumpang Kapal Batam Tembus 6,9 Juta, Rute Malaysia Catat Lonjakan Tertinggi

Mobilitas masyarakat melalui pelabuhan penumpang di Batam terus menunjukkan tren positif. Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam kembali mencatatkan pertumbuhan positif di sektor Pelabuhan Penumpang pada periode Januari-September 2025.

Jumlah penumpang kapal datang dan berangkat tercatat total 6,9 juta orang, terdiri dari penumpang di terminal ferry domestik dan internasional. Angka ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan ini turut didorong kenaikan kunjungan kapal penumpang hingga 60.522 call, naik 19 persen dengan bobot kapal tercatat 14,4 juta GT atau naik 38 persen dibandingkan Januari-September 2024 lalu. Data tersebut menegaskan Batam semakin vital sebagai simpul konektivitas regional.

Terminal Ferry Internasional Batam Center mencatat trafik tertinggi dengan 2,3 juta penumpang datang dan berangkat (naik 13 persen). Disusul Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur dengan 1,54 juta penumpang (naik 8 persen), serta Terminal Ferry Domestik dan Internasional Harbour Bay yang melayani 1,48 juta penumpang (naik 9 persen).

Dari sisi rute internasional, Malaysia mencatat pertumbuhan paling tinggi. Penumpang keberangkatan ke Malaysia naik 28 persen menjadi 603 ribu orang pada periode Januari-September 2025 ini, sementara kedatangan dari Malaysia melonjak 36 persen menjadi 587 ribu orang.

Meski demikian, Singapura tetap mendominasi sebagai rute favorit, dengan keberangkatan sebanyak 1,33 juta orang (naik 5 persen) dan kedatangan sebanyak 1,36 juta orang (naik 4 persen).

Peningkatan trafik penumpang, terutama di rute Malaysia dan Singapura, menunjukkan Batam semakin strategis sebagai simpul konektivitas regional yang menghubungkan Indonesia dengan negara tetangga.

Anggota Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, dan Lalu Lintas Barang BP Batam, Ruslan Aspan menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang menjaga kinerja kepelabuhanan. Hal ini tercermin dari berbagai tindak lanjut yang telah dilakukan Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan di berbagai sektor pelayanan.

“Sejalan dengan arahan pimpinan BP Batam, kami akan mendorong transformasi digital, meningkatkan standar layanan, serta memastikan pelabuhan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata nasional,” ujar Ruslan dalam keterangan resminya.

Pertumbuhan penumpang yang konsisten ini sejalan dengan visi Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, yang menekankan pentingnya peran Batam sebagai gerbang laut Indonesia. Sinergi seluruh pihak akan terus diperkuat agar Batam semakin kokoh sebagai hub logistik internasional sekaligus pusat konektivitas masyarakat di Asia Tenggara.

“Arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam adalah memperkuat Batam sebagai simpul konektivitas internasional sekaligus motor pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, kami di jajaran Deputi akan memastikan pengelolaan bandara, pelabuhan, dan lalu lintas barang berjalan terpadu, sehingga peningkatan trafik penumpang ini benar-benar memberi dampak signifikan bagi konektivitas, logistik, dan pariwisata Batam di tingkat regional maupun global,” pungkasnya.

21Jan

Capaian Kinerja BUP BP Batam Tahun 2024: Wisman dari Pelabuhan Malaysia Meningkat 85%

Pembangunan infrastruktur yang masif di Kota Batam turut berkontribusi pada peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara melalui Terminal Ferry Internasional Batam sebesar 9% sepanjang Tahun 2024.

Menariknya, wisatawan mancanegara dari Pelabuhan Malaysia yang berkunjung ke Batam meningkat 85% yakni menjadi 470 ribu orang di Tahun 2024. Sedangkan wisatawan mancanegara dari Pelabuhan Singapura juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 1% atau mencapai 2,1 juta orang di Tahun 2024.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar, menyambut positif peningkatan antusiasme wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam melalui jalur laut. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan sejumlah infrastruktur vital di Batam berdampak positif pada peningkatan kepercayaan wisatawan mancanegara dan pelaku perjalanan bisnis.

“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas pelabuhan, yang diharapkan dapat mendorong lebih banyak lagi kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Senin, 20/1/2025.

Tak hanya itu, sejumlah pencapaian lainnya juga berhasil ditorehkan Badan Usaha Pelabuhan BP Batam sepanjang 2024. Dendi menjelaskan, total penumpang datang dan berangkat di seluruh Pelabuhan Penumpang dalam wilayah kerja BP Batam meningkat sebesar 7% dibandingkan Tahun 2023 atau mencapai 8,6 juta orang. Dari jumlah tersebut, 4,8 juta orang tercatat melalui Terminal Ferry Internasional (meningkat 8%), sementara 3,85 juta penumpang melalui Terminal Ferry Domestik (naik 5%).

Wisatawan mancanegara mendominasi kunjungan di Terminal Ferry Internasional dengan total 2,56 juta orang, meningkat 9% dibandingkan tahun 2023. Penumpang Warga Negara Indonesia (WNI) yang melalui Terminal Ferry Internasional juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 6% atau mencapai total 2,27 juta orang.

Dari sisi terminal, Dendi menyebut, Terminal Ferry Internasional Batam Center mencatat rekor sebagai Terminal Internasional dengan jumlah penumpang terbanyak, mencapai 2,83 juta orang atau naik 8% dibandingkan tahun 2023. Sementara itu, Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur juga menjadi yang teratas untuk Terminal Domestik dalam wilayah kerja BP Batam dengan total 1,2 juta penumpang, naik 1% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Capaian ini merupakan hasil komitmen Kepala BP Batam, H. Muhammad Rudi, dalam mengembangkan layanan pelabuhan berkualitas. Batam kini tidak hanya menjadi pintu gerbang maritim Indonesia tetapi juga destinasi favorit di Asia Tenggara,” imbuh Dendi.

Selain itu, jumlah kunjungan kapal penumpang di Pelabuhan Batam juga menunjukkan peningkatan positif dengan total 69.064 call, naik 6% dari tahun sebelumnya. Kunjungan kapal berbendera dalam negeri meningkat 9% menjadi 38.489 call, sementara kapal berbendera luar negeri mencapai 30.575 call atau naik 2%.

Keberhasilan lainnya yang dicapai Badan Usaha Pelabuhan sepanjang 2024, ujar Dendi, adalah implementasi layanan e-ticketing di seluruh Terminal Ferry Domestik yang berada di bawah naungan BP Batam. Sistem ini tidak hanya mempermudah proses pemesanan tiket secara online, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengakomodir pembayaran non tunai. Dengan e-ticketing, waktu tunggu penumpang dapat dikurangi secara signifikan, menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan modern.

“Kami optimis, pencapaian Badan Usaha Pelabuhan BP Batam di tahun 2025 akan lebih baik. Kami juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk bersama-sama meningkatkan pelayanan di sektor kepelabuhanan,” tutup Dendi.

04Aug

Terminal Ferry Internasional Batam Center Beroperasi Normal di Bawah Pengelolaan PT Metro Nusantara Bahari

Badan Pengusahaan Batam memastikan operasional Terminal Ferry Internasional Batam Center berjalan normal. Data yang dihimpun pasca pengoperasian oleh PT Metro Nusantara Bahari menunjukkan bahwa terdapat 3.300 penumpang berangkat dan 4.200 penumpang datang pada Jumat, 2 Agustus 2024 melalui Terminal Ferry Internasional Batam Center.

Sedangkan pada Sabtu, 3 Agustus, tercatat 3.300 orang meninggalkan Batam menuju Singapura dan Malaysia sedangkan jumlah penumpang yang datang melalui Terminal Ferry Internasional Batam Center mencapai 4.000 orang.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar menyatakan bahwa data tersebut menunjukkan bahwa operasional keberangkatan dan kedatangan kapal tetap berjalan seperti biasanya.

“Operasional Terminal Ferry Internasional Batam Center tetap berjalan lancar. Kunjungan kapal juga normal dalam 2 hari ini (Jumat dan Sabtu) terdapat 118 kapal berangkat dan 168 kapal datang dengan tujuan Malaysia dan Singapura dengan rincian 72 kapal datang dan 72 kapal berangkat pada hari Jumat, sedangkan data pada hari Sabtu menujukkan terdapat 46 kapal yang berangkat dan 96 kapal yang datang melalui Terminal Ferry Internasional Batam Center,” ujar Dendi Gustinandar dalam keterangan resminya, Minggu, (4/8/ 2024).

Ia menambahkan dari sisi parkir, PT Metro Nusantara Bahari juga tengah menyiapkan sistem parkir otomatis yang sudah diuji coba mulai Sabtu, 3 Agustus 2024. Pada Minggu, 4 Agustus 2024, pengendara yang masuk sudah dilayani mesin parkir secara otomatis meski masih dibantu oleh petugas di area gerbang masuk.

“Kami terus mengevaluasi pelayanan yang diberikan oleh mitra pengelola. Masukan demi masukan yang diberikan penumpang menjadi semangat kami untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” tandas Dendi.

01Aug

BP Batam Serahkan Pengelolaan Terminal Ferry Internasional Batam Center

Badan Pengusahaan Batam secara resmi menyerahkan pengelolaan Terminal Ferry batam Center kepada mitra pengelola baru, PT Metro Nusantara Bahari. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Berita Acara Serah Terima Pengoperasian pada Kamis, 1 Agustus 2024, bertempat di Gedung Marketing, BP Batam.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Anggota Bidang Pengusahaan, Wan Darussalam, dengan Direktur Utama PT Metro Nusantara Bahari Victor Pujianto.

Turut hadir menyaksikan kegiatan penandatanganan, Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan Wahjoe Triwidijo Koentjoro dan Anggota Bidang Kebijakan Strategis Enoh Soeharto Pranoto.

PT Metro Nusantara Bahari merupakan pemenang pemilihan mitra kerja sama Pemanfaatan Dalam Rangka Penyediaan Infrasruktur untuk Pembangunan, Pengoperasian dan Pengembangan Terminal Ferry Internasional Batam Center.

Nilai investasi yang akan digelontorkan untuk pembangunan dan pengembangan Terminal Ferry Internasional Batam Center mencapai Rp 3.8 Triliun untuk pengembangan Terminal Pelabuhan yang berstandar Internasional serta pengembangan area komersil di sekitar kawasan Pelabuhan. Jangka waktu kerjasama untuk pengembangan Terminal Ferry Internasional Batam Center ini selama 25 Tahun.

Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto berpesan agar pengelola yang baru dapat mengoperasikan Terminal Ferry Internasional Batam Center dengan mengedepankan pelayanan prima bagi para penumpang dan pengguna jasa.

“Kita harap Pelabuhan dapat semakin maju, berkualitas dan menjadi magnet bagi wisatawan seperti Harbourfront,” imbuhnya.

Mengacu pada Master Plan pembangunan, kedepannya Terminal Ferry Internasional Batam Center akan dikembangkan di lokasi yang baru di atas lahan seluas 9.61 Hektar. Area pelabuhan ini akan dilengkapi dengan kawasan komersil berupa Hotel, Apartemen dan Pusat Perbelanjaan.

FacebookInstagramYoutube
We Are Here!

Layanan B-Care