PENGUMUMAN :
10Jul

Transformasi TPK Batu Ampar Torehkan Hasil, Produktivitas Naik dan Direct Call Meningkat

Upaya transformasi Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar yang dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai menunjukkan hasil nyata. Modernisasi infrastruktur, penguatan sistem operasional, serta peningkatan kualitas layanan berhasil mendorong lonjakan produktivitas terminal sekaligus memperkuat konektivitas pelayaran internasional dari Batam.

Pengembangan terminal yang dikelola oleh PT Batam Terminal Petikemas (BTP) selaku mitra kerja sama BP Batam, bersama PT Batu Ampar Container Terminal (BACT) ini didukung investasi sekitar USD85 juta. Investasi tersebut difokuskan pada modernisasi peralatan bongkar muat, pengembangan lapangan penumpukan (container yard), peningkatan kapasitas terminal, hingga digitalisasi layanan kepelabuhanan untuk menciptakan operasional yang lebih efisien dan berstandar internasional.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano mengatakan, pengembangan TPK Batu Ampar merupakan bagian dari strategi pimpinan BP Batam dalam membangun ekosistem logistik yang semakin kompetitif.

“Sejalan dengan arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, pengembangan TPK Batu Ampar akan terus diakselerasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem logistik yang modern, efisien, dalam meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan perdagangan, industri, dan tujuan investasi,” ujarnya.

Transformasi tersebut tercermin dari peningkatan sejumlah indikator operasional. Container Handling Productivity TPK Batu Ampar meningkat dari 18 BCH (box crane per hour) menjadi 24 BCH atau naik 33 persen. Sementara itu, Ship Handling Productivity melonjak dari 12 BSH (box ship per hour) menjadi 40 BSH, atau meningkat tiga kali lipat.

Di sisi lain, waktu pelayanan kapal juga semakin efisien. Vessel Turnaround Time berhasil dipangkas 65% dari sekitar 20 jam menjadi hanya 7 jam, sedangkan Waiting Time kapal turun 57% dari 1,4 jam menjadi 0,6 jam.

Peningkatan kinerja tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas bongkar muat di terminal. Sepanjang Januari-Mei 2026, TPK Batu Ampar mencatat arus peti kemas sebesar 221.183 TEUs. Dari jumlah tersebut, aktivitas ekspor mencapai 71.930 TEUs atau sekitar 32,5 persen dari total volume bongkar muat, mencerminkan semakin tingginya aktivitas industri dan perdagangan di Batam.

Seiring meningkatnya kualitas layanan, konektivitas pelayaran internasional dari TPK Batu Ampar juga semakin kuat. Frekuensi layanan direct call menggunakan kapal berkapasitas 1.200-2.000 TEUs meningkat dari 6-7 kali menjadi 10-13 kali per bulan. Terminal ini juga melayani kapal berkapasitas 1.000-1.900 TEUs sebanyak dua kali setiap bulan, serta kapal berkapasitas 1.000 TEUs sebanyak satu hingga dua kali per bulan.

Perluasan layanan direct call tersebut memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha. Untuk rute Batam-Shanghai, biaya logistik kini dapat ditekan menjadi sekitar USD650-800 per kontainer 20 Feet, lebih rendah dibandingkan skema sebelumnya melalui feeder dan transshipment di Singapura yang mencapai USD950-1.100. Efisiensi tersebut memberikan potensi penghematan hingga USD300 per kontainer atau sekitar 30-50 persen, sekaligus memangkas waktu pengiriman menjadi sekitar delapan hari.

Efisiensi juga dirasakan oleh perusahaan pelayaran. Berkurangnya waktu sandar hingga 17 jam per kapal berpotensi menghasilkan penghematan biaya operasional sekitar USD3.800 setiap kapal.

Direktur Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, mengatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan arah pengembangan TPK Batu Ampar berada di jalur yang tepat.

“Kami melihat modernisasi TPK Batu Ampar telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan efisiensi logistik. Ke depan, BP Batam akan terus meningkatkan kapasitas terminal agar mampu mengakomodasi pertumbuhan arus barang sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai hub logistik regional,” ujar Benny.

Senada dengan hal tersebut, Direktur PT Batam Terminal Petikemas, Capt. Basori Alwi, menegaskan komitmen BTP bersama BACT untuk terus meningkatkan produktivitas terminal melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan layanan operasional yang berkelanjutan.

Ke depan, BP Batam bersama BTP dan BACT akan melanjutkan berbagai program strategis, antara lain peningkatan kapasitas terminal, penyelesaian pengerukan kolam pelabuhan agar dapat melayani kapal dengan draf lebih dalam, serta percepatan transformasi digital.

Melalui langkah tersebut, BP Batam optimis TPK Batu Ampar akan semakin memperkuat perannya sebagai gerbang logistik internasional yang mendukung pertumbuhan investasi dan perekonomian nasional.

09Jun

BP Batam Lakukan Penyesuaian Pass Penumpang Domestik Khusus Kapal Pelni Mulai 1 Juli 2026

Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan akan memberlakukan penyesuaian tarif pass penumpang domestik khusus pengguna kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) untuk jadwal keberangkatan kapal mulai 1 Juli 2026.

Penyesuaian tersebut mengacu pada Peraturan Kepala BP Batam Nomor 4 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Kepelabuhanan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, yang menetapkan tarif pass penumpang domestik khusus kapal Pelni dari semula Rp10.000 menjadi Rp35.000 per penumpang.

Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menjelaskan bahwa BP Batam telah melaksanakan sosialisasi Peraturan Kepala BP Batam Nomor 4 Tahun 2026 kepada para pemangku kepentingan pada 26 Mei 2026. Pada saat itu, penyesuaian tarif direncanakan berlaku pada tanggal yang sama.

Namun demikian, setelah mempertimbangkan bahwa tiket kapal Pelni untuk perjalanan selama Juni 2026 telah dipasarkan dan dibeli masyarakat jauh hari sebelumnya dengan komponen biaya yang telah ditetapkan, BP Batam memutuskan untuk memberikan masa transisi sebelum penerapan tarif baru.

“Kami memahami bahwa sebagian besar tiket kapal Pelni untuk keberangkatan selama bulan Juni telah dibeli masyarakat sebelum sosialisasi dilakukan. Oleh karena itu, penerapan tarif pass penumpang domestik yang baru kami berlakukan untuk keberangkatan mulai 1 Juli 2026 agar proses transisi berjalan dengan baik serta memberikan kepastian bagi pengguna jasa,” ujar Benny.

Menurut Benny, kebijakan tersebut diambil untuk menghindari kendala administratif sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama masa penyesuaian.

Lebih lanjut, Benny menegaskan bahwa tarif pass penumpang domestik khusus kapal Pelni di Pelabuhan Batam masih berada pada tingkat yang kompetitif dibandingkan sejumlah pelabuhan lainnya di Indonesia. Berdasarkan penyesuaian tarif yang berlaku di beberapa pelabuhan yang melayani Kapal Pelni, tarif pass penumpang di sejumlah pelabuhan utama telah mencapai kisaran Rp37.500 hingga Rp47.500 per penumpang.

“Dengan tarif sebesar Rp35.000, Pelabuhan Batam masih berada di bawah beberapa pelabuhan utama lainnya. Karena itu, penyesuaian ini tetap berada dalam batas yang wajar dan sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penyesuaian tarif tersebut merupakan bagian dari upaya BP Batam dalam menjaga dan meningkatkan kualitas layanan terminal penumpang, pemeliharaan fasilitas kepelabuhanan, serta mendukung keberlanjutan pelayanan transportasi laut yang aman, nyaman, dan andal.

Benny mengimbau seluruh pengguna jasa untuk memperhatikan informasi tarif terbaru serta memperoleh informasi resmi melalui kanal komunikasi BP Batam dan PT Pelni guna menghindari kesalahpahaman terkait penerapan kebijakan tersebut.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami penyesuaian ini sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan kepelabuhanan yang lebih baik bagi seluruh pengguna jasa,” tutup Benny.

03Jun

Direct Call Internasional TPK Batu Ampar Melonjak 212 Persen, Perkuat Posisi Batam sebagai Gerbang Logistik Regional

Batam, Mei 2026-Kinerja layanan direct call internasional di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Berdasarkan data operasional Batu Ampar Container Terminal, jumlah direct call internasional pada Januari-Mei 2026 mencapai 106 call meningkat 212% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencatatkan 34 call.

Dari sisi volume peti kemas tercatat sebanyak 58.237 TEUs atau meningkat 125% dari 25.904 TEUs peti kemas direct call di periode Januari-Mei 2025.

Peningkatan jumlah kunjungan kapal dan volume peti kemas pelayaran langsung atau direct call tersebut menjadi indikator semakin kuatnya daya saing pelabuhan Batam dalam mendukung arus perdagangan internasional dan konektivitas logistik kawasan.

Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, mengatakan bahwa capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelayaran internasional terhadap layanan dan fasilitas di TPK Batu Ampar.

“Peningkatan frekuensi layanan dan volume peti kemas direct call menjadi indikator bahwa berbagai upaya peningkatan layanan, efisiensi operasional, dan pengembangan infrastruktur pelabuhan yang dilakukan BP Batam telah berjalan pada arah yang tepat,” ujar Benny dalam keterangan resminya, Selasa, (2/6).

Ia menambahkan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan frekuensi layanan dari pelayaran eksisting serta hadirnya layanan baru.

Jika pada periode Januari-Mei 2025 direct call internasional hanya dilayani oleh SITC dan Evergreen, maka pada periode Januari-Mei 2026 jaringan layanan tersebut semakin diperkuat dengan bergabungnya Samudera dan COSCO Shipping.

Disebutkan, layanan direct call internasional dilayani oleh SITC sebanyak 55 call dengan volume 32.266 TEUs, Evergreen sebanyak 30 call dengan volume 14.792 TEUs, Samudera sebanyak 11 call dengan volume 7.103 TEUs, serta COSCO Shipping sebanyak 10 call dengan volume 4.077 TEUs.

Menurut Benny, kehadiran layanan baru tersebut memperluas pilihan konektivitas bagi pelaku usaha dan memberikan efisiensi yang lebih baik dalam distribusi barang ekspor maupun impor.

“Semakin banyaknya pelayaran yang membuka layanan direct call ke Terminal Peti Kemas Batu Ampar memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha karena dapat mempersingkat waktu pengiriman, meningkatkan kepastian jadwal, serta menekan biaya logistik. Hal ini tentu akan mendukung daya saing industri dan investasi di Kota Batam sebagai komitmen Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam,” tambahnya.

Dari sisi konektivitas, layanan direct call internasional TPK Batu Ampar saat ini telah terhubung langsung dengan berbagai pelabuhan utama di Asia, antara lain Shanghai, Ningbo, Shekou, Nansha, Yangpu, dan Qinzhou di Tiongkok; Haiphong dan Ho Chi Minh City di Vietnam; Port Klang, Kuantan, Kota Kinabalu, dan Kuching di Malaysia; Singapura; Laem Chabang di Thailand; Sihanoukville di Kamboja; serta Yangon di Myanmar.

Sementara, Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menilai perkembangan tersebut menjadi bukti semakin kuatnya posisi Batam dalam jaringan logistik regional, khususnya di jalur perdagangan internasional kawasan Selat Malaka.

“Jaringan direct call internasional TPK Batu Ampar saat ini telah menjangkau sedikitnya tujuh negara utama di Asia. Konektivitas ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan kelancaran rantai pasok dan memperkuat peran Batam sebagai pusat logistik, perdagangan, dan industri yang terintegrasi dengan pasar global,” jelas Denny.

Ia menambahkan bahwa BP Batam akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan kepelabuhanan bersama mitra pengelola, termasuk pengembangan fasilitas terminal, digitalisasi layanan, serta kolaborasi dengan pelayaran internasional guna membuka peluang rute-rute baru yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan nasional.

“Ke depan, BP Batam bersama mitra pengelola akan terus memperkuat konektivitas internasional melalui peningkatan kapasitas terminal, optimalisasi layanan, dan perluasan kerja sama dengan pelayaran global. Dengan pertumbuhan direct call dari sisi kunjungan kapal dan volume peti kemas, Terminal Peti Kemas Batu Ampar semakin menunjukkan perannya sebagai gerbang logistik internasional yang strategis dan pusat distribusi perdagangan di kawasan Selat Malaka,” tegas Denny.

29May

Perka BP Batam Nomor 4 Tahun 2026

Peraturan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 4 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Kepelabuhanan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

Meta Keterangan
Kode Perka BP Batam Nomor 4 Tahun 2026
Judul Peraturan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 4 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Kepelabuhanan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam
Bentuk Peraturan Kepala
Nomor 4
Tahun 2026
Tanggal Berlaku Efektif 19 Mei 2026
Status Masih Berlaku
  Lampiran Dokumen
Bahasa Indonesia Download Perka BP Batam Nomor 4 Tahun 2026
English Version Download Perka BP Batam Nomor 4 Tahun 2026 English Version

 

16Apr

Kinerja BP Batam Triwulan 1 2026: Sektor Logistik Menguat, Volume Peti Kemas Tembus 187 Ribu TEUs

Batam, April 2026 – BP Batam melalui Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan mencatat kinerja operasional yang positif pada Triwulan I 2026, ditandai dengan pertumbuhan volume bongkar muat peti kemas sebesar 12% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 menjadi 187.156 TEUs.

Dari total throughput tersebut, sebesar 69% ditopang oleh aktivitas di Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang mencapai 128.556 TEUs atau tumbuh 22% dibandingkan Triwulan I 2025. Dari sisi perdagangan, aktivitas ekspor dan impor mendominasi dengan porsi 74% dari total arus peti kemas di pelabuhan Batam.

Kinerja logistik ini turut didukung oleh aktivitas bongkar muat general cargo yang mencapai 2,9 juta ton atau meningkat 8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Terminal Curah Cair Kabil menjadi kontributor terbesar dengan volume 1,09 juta ton dan pertumbuhan sebesar 21%.

Di sisi kunjungan kapal, tercatat sebanyak 27.170 call atau meningkat 4% dibandingkan Triwulan I 2025. Selain itu, ukuran kapal yang bersandar juga menunjukkan peningkatan, dengan total Gross Tonnage (GT) mencapai 19,6 juta GT atau naik 15%, yang mencerminkan semakin banyaknya kapal berkapasitas besar yang beroperasi di perairan Batam.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan semakin kuatnya peran Batam sebagai simpul logistik strategis di kawasan.

“Pertumbuhan di sektor logistik ini menunjukkan bahwa Batam semakin dipercaya sebagai hub konektivitas regional. Kami akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi guna mendukung arus logistik, investasi, dan mobilitas secara berkelanjutan,” ujar Amsakar Achmad.

Selain kinerja logistik, sektor layanan penumpang juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Sepanjang Triwulan I 2026, jumlah penumpang di terminal ferry domestik dan internasional wilayah kerja BP Batam tercatat mencapai 2.507.630 orang atau meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Rute internasional masih mendominasi dengan 1.316.495 penumpang atau tumbuh 11%, khususnya menuju Singapura dan Malaysia. Sementara itu, penumpang domestik mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 20% menjadi 1.191.135 orang. Terminal Ferry Internasional Batam Centre dan Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur menjadi titik tersibuk dalam melayani mobilitas tersebut.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menambahkan bahwa peningkatan kinerja harus diiringi dengan kualitas layanan yang semakin baik, sejalan dengan perluasan cakupan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.

“Kami mendorong layanan kepelabuhanan yang semakin adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa, terlebih dengan semakin luasnya wilayah kerja KPBPB Batam. Dengan dukungan regulasi tersebut, kami optimistis layanan akan semakin terintegrasi sehingga manfaat pertumbuhan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Li Claudia.

Anggota Deputi/Bidang Pengusahaan, Denny Tondano yang membawahi Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperkuat koordinasi antar-stakeholder serta mengoptimalkan layanan di seluruh pelabuhan guna menjaga konsistensi peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan.

“Ke depan, kami akan terus mendorong digitalisasi layanan, termasuk pembenahan e-ticketing dan integrasi sistem antar terminal, sehingga layanan menjadi lebih mudah, cepat, dan terintegrasi bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Denny.

26Feb

BP Batam Matangkan Persiapan Angkutan Lebaran 1447 H/2026, Posko Beroperasi 18 Hari

Batam, 26 Februari 2026 – Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) melalui Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan menggelar Rapat Persiapan Angkutan Lebaran 1447 H Tahun 2026 guna memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan arus mudik dan arus balik di seluruh pelabuhan penumpang wilayah kerja BP Batam.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menegaskan bahwa Posko Angkutan Lebaran akan dilaksanakan selama 18 hari, mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026, yang tersebar di sejumlah pelabuhan utama.

“Kami memastikan seluruh terminal domestik dan pelabuhan penumpang siap melayani masyarakat selama periode Angkutan Lebaran, baik dari sisi operasional, keselamatan, maupun kenyamanan layanan,” ujar Benny.

Posko akan beroperasi di Terminal Domestik Sekupang, Terminal Domestik Telaga Punggur, Pelabuhan Harbour Bay, serta Pelabuhan Bintang 99 Persada, dengan dukungan koordinasi lintas instansi dan operator kapal.

Tren Penumpang Meningkat

Berdasarkan evaluasi Angkutan Lebaran 2025, terjadi peningkatan signifikan jumlah penumpang dibandingkan tahun sebelumnya. Secara umum, penumpang domestik naik dan turun pada 2025 mengalami kenaikan sebesar 36.883 orang atau 7,7 persen dibanding 2024. Sementara itu, penumpang internasional naik dan turun meningkat 41.012 orang atau 11 persen dibanding tahun sebelumnya.

Puncak arus mudik 2025 tercatat mencapai sekitar 28 ribu orang, sedangkan arus balik mencapai 27 ribu orang dalam satu hari pergerakan.

“Melihat tren pertumbuhan penumpang yang terus meningkat, kami melakukan langkah antisipatif melalui penguatan sarana dan prasarana, optimalisasi alur embarkasi-debarkasi, serta kesiapan armada kapal,” jelas Benny.

Optimalisasi Layanan dan Digitalisasi

BP Batam juga menekankan penerapan sistem e-ticketing, penggunaan self kiosk, pemindaian boarding pass di gate, serta penguatan pengawasan melalui X-ray guna memastikan proses keberangkatan dan kedatangan berjalan tertib dan aman.

Selain itu, koordinasi intensif dengan Syahbandar, operator kapal, serta instansi terkait dilakukan untuk menjamin keselamatan pelayaran dan kelancaran konektivitas antarwilayah, baik domestik maupun internasional.

“Angkutan Lebaran adalah momen pelayanan publik yang sangat krusial. Komitmen kami jelas, menghadirkan layanan yang aman, tertib, dan humanis bagi seluruh masyarakat,” tegas Benny.

BP Batam menegaskan kesiapan penuh dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama Idul Fitri 1447 H, sejalan dengan semangat pelayanan prima dan motto kerja BP Batam: Beraksi Tanpa Basa-Basi.

23Feb

Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan Buka Awal Tahun 2026 dengan Kinerja Positif

Batam, 23 Februari 2026 – Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan mencatatkan kinerja awal tahun yang solid pada Januari 2026, ditopang oleh pertumbuhan kunjungan kapal, peningkatan arus peti kemas, serta kontribusi positif dari sektor general cargo.

Pada Januari 2026, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan mencapai Rp50,5 miliar, atau 10% dari target tahunan 2026 sebesar Rp490,1 miliar. Capaian ini meningkat 2,3% dibandingkan realisasi Januari 2025 sebesar Rp49,4 miliar.

Dari sisi operasional, jumlah kunjungan kapal barang dan penumpang pada Januari 2026 mencapai 9.242 call, tumbuh 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, dari sisi Gross Tonnage (GT) tercatat 6.793.412 GT, meningkat signifikan 24% secara tahunan.

Kunjungan kapal tertinggi tercatat di Terminal Batu Ampar yang meliputi dermaga utara, timur, dan selatan, dengan 685 call atau naik 10% dibandingkan Januari 2025. Dari sisi GT, terminal ini mencatat 1,1 juta GT, meningkat 33% secara tahunan.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan, Benny Syahroni, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari peningkatan kapasitas layanan di Terminal Peti Kemas Batu Ampar.

“Pengoperasian Tahap 2 Terminal Peti Kemas Batu Ampar sejak 1 September 2025 telah meningkatkan kapasitas layanan dan kepercayaan pengguna jasa. Saat ini terminal telah mengoperasikan 5 unit STS Crane, 2 Harbour Mobile Crane, dan 12 unit RTG dengan dukungan lapangan penumpukan seluas 12 hektare,” ujar Benny.

Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang dikelola oleh mitra BP Batam, PT Batam Terminal Peti Kemas, menjadi kontributor utama pertumbuhan arus peti kemas di Pelabuhan Batam. Pada Januari 2026, volume peti kemas tercatat 67.117 TEUs, meningkat 22% dibandingkan Januari 2025 dan telah mencapai 9% dari target tahunan sebesar 750.000 TEUs. Terminal Batu Ampar sendiri berkontribusi sekitar 86% terhadap total arus peti kemas Pelabuhan Batam.

Selain peti kemas, sektor general cargo juga mencatat kinerja positif dengan volume 949.594 ton, meningkat 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari Terminal Umum Curah Cair Kabil sebesar 335.163 ton atau 35% dari total general cargo, meningkat 21% secara tahunan.

Sementara itu, jumlah penumpang di terminal ferry domestik dan internasional pada Januari 2026 tercatat 791.726 penumpang, atau 9% dari target tahunan sebesar 8.750.000 penumpang. Dibandingkan Januari 2025, angka ini mengalami koreksi tipis sebesar 3%.

Penumpang domestik tercatat 342.910 orang (turun 5%), sedangkan penumpang internasional 448.816 orang (turun 3%).

Menurut Benny, penurunan ini dipengaruhi faktor eksternal, termasuk kondisi cuaca dan dinamika pola perjalanan masyarakat.

“Beberapa wilayah Sumatra sempat terdampak banjir pada periode libur akhir tahun sehingga mempengaruhi mobilitas masyarakat. Selain itu, kedekatan momentum libur Nataru dengan Imlek dan Idul Fitri mendorong sebagian masyarakat menunda perjalanan ke periode libur berikutnya,” jelasnya.

Benny menambahkan, Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan optimistis kinerja tahun 2026 akan terus tumbuh seiring peningkatan kualitas layanan, digitalisasi sistem kepelabuhanan, serta penguatan kolaborasi dengan mitra operator dan pengguna jasa.

“Kami berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan melalui peningkatan efisiensi layanan, keandalan operasional, dan penguatan infrastruktur. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis target kinerja tahun 2026 dapat tercapai,” tutup Benny.

FacebookInstagramYoutube
We Are Here!

Layanan B-Care