Batam, Januari 2026 – Badan Pengusahaan (BP) Batam menutup tahun 2025 dengan mencatatkan kinerja positif di berbagai sektor, termasuk sektor kepelabuhanan, sebagai bagian dari upaya memperkuat iklim investasi dan daya saing ekonomi Batam. Dari sisi keuangan, Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam membukukan realisasi penerimaan sebesar Rp468,4 miliar, atau 117 persen dari target tahun berjalan sebesar Rp401,8 miliar.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menegaskan bahwa kinerja sektor kepelabuhanan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kepercayaan investor.
“Pelabuhan merupakan wajah utama konektivitas dan logistik Batam. Kinerja kepelabuhanan yang tumbuh positif menjadi sinyal kuat bahwa Batam semakin siap sebagai tujuan investasi, baik di sektor industri, logistik, maupun perdagangan internasional,” ujar Amsakar Achmad dalam keterangan resminya, 22 Januari 2026.
Dari sisi operasional, pertumbuhan arus peti kemas mencapai 797.087 TEUs atau meningkat 18 persen dibandingkan tahun 2024. Terminal Peti Kemas Batu Ampar menjadi kontributor utama dengan volume 522.941 TEUs atau 66% dari total volume yang tumbuh 24% dibandingkan periode Tahun 2024, mencerminkan peran sentral Batam dalam rantai pasok regional dan internasional. Sementara itu, volume general cargo tercatat sebesar 11,77 juta ton, tumbuh 13 persen, sejalan dengan meningkatnya aktivitas industri dan perdagangan.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menambahkan, pertumbuhan dua digit di sektor kepelabuhanan BP Batam tersebut merupakan hasil konsistensi BP Batam dalam memperbaiki tata kelola dan kualitas layanan pelabuhan.
“BP Batam terus mendorong efisiensi, kepastian layanan, dan kolaborasi dengan mitra usaha. Pelabuhan yang andal dan efisien adalah kunci untuk menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya tarik investasi,” jelasnya.
Kinerja BP Batam di sektor kepelabuhanan juga ditopang oleh peningkatan aktivitas kepelabuhanan tercermin dari 109.174 Call kunjungan kapal barang dan penumpang sepanjang Januari-Desember 2025, tumbuh 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total Gross Tonnage (GT) juga meningkat signifikan menjadi 73,18 juta GT, atau naik 15 persen secara tahunan.
Dari sisi mobilitas masyarakat dan pelaku usaha, jumlah penumpang domestik dan internasional yang dilayani pelabuhan Batam mencapai 9,37 juta orang, meningkat 8 persen secara tahunan. Angka ini didominasi penumpang datang dan berangkat melalui Terminal Ferry Internasional yang mencapai 5.3 Juta orang atau tumbuh 10%. Dari sisi trayek, pertumbuhan sebesar 32% tercatat pada penumpang yang datang dan berangkat dengan rute Malaysia mengungguli rute Singapura yang hanya tumbuh 5% meski dari segi jumlah masih mendominasi.
Kenaikan ini memperkuat posisi Batam sebagai gerbang utama pergerakan orang dan barang di kawasan perbatasan Indonesia.
Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menekankan bahwa kinerja ini menjadi fondasi penting bagi peningkatan pelayanan kepelabuhanan kedepannya.
“Capaian tahun 2025 menjadi dasar bagi kami untuk terus mendorong transformasi layanan kepelabuhanan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan investor serta pelaku usaha,” ujarnya. Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk memperkuat peran pelabuhan sebagai enabler pertumbuhan ekonomi, melalui peningkatan kualitas layanan, integrasi sistem, serta kepastian berusaha yang mendukung Batam sebagai hub logistik yang berdaya saing internasional


