PENGUMUMAN :
27Mar

Pastikan Kelancaran Mudik 2025, BP Batam Dukung Digitalisasi Layanan

Memasuki periode mudik Lebaran 2025, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam telah menyiapkan berbagai fasilitas dan layanan guna memastikan kelancaran arus penumpang di pelabuhan.

BP Batam bersama instansi terkait telah mendirikan Posko Angkutan Lebaran 2025 di seluruh pelabuhan yang dilengkapi dengan pusat informasi, layanan kesehatan, ruang tunggu yang nyaman, serta personel pengamanan dan petugas kebersihan yang siap membantu penumpang.

“Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran Angkutan Laut Lebaran 2025, termasuk menyiapkan langkah mitigasi guna mengantisipasi lonjakan penumpang baik di sisi darat maupun laut,” ujar Direktur BUP BP Batam Dendi Gustinandar, Kamis (27/3).

Untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang, operator kapal telah menyiapkan tambahan armada dan penyesuaian jadwal keberangkatan, terutama pada rute-rute dengan permintaan tinggi seperti Tanjungpinang, Tanjung Batu, Tanjung Balai Karimun, dan Dumai.

“Pada periode Angkutan Lebaran 2025 ini juga tersedia rute baru dari Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur ke Pancur (Lingga) yang dilayani oleh Kapal Oceanna 9 setiap hari pukul 09.30 WIB,” tambah Dendi.

Selain peningkatan kapasitas layanan, BP Batam juga terus mendorong digitalisasi layanan pelabuhan dengan penerapan sistem e-ticketing secara menyeluruh di Terminal Ferry Domestik.

“Langkah ini bertujuan untuk mempermudah pemesanan tiket dan mengurangi antrean di loket, terutama di musim peak season seperti Mudik Lebaran.” imbuhnya.

Sejalan dengan upaya tersebut, para operator kapal ferry di Pelabuhan Penumpang dalam wilayah kerja BP Batam saat ini telah bekerja sama dengan penyedia platform digital untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan tiket perjalanan. Pemesanan tiket kini dapat dilakukan melalui sejumlah layanan daring, termasuk website tiketkapal.com, easybook.com, dan aplikasi digital perbankan Livin’ Mandiri.

Vice President Bank Mandiri Area Batam, Antonius Budi Setiawan, menyampaikan bahwa layanan digitalisasi pemesanan tiket ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin membeli tiket kapal ferry secara non-tunai. “Melalui layanan digital, kami berharap dapat mendukung kelancaran arus mudik serta memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang kapal di terminal ferry penumpang dalam wilayah kerja BP Batam,” ujarnya.

BP Batam bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pelabuhan guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2025 dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

21Jan

Capaian Kinerja BUP BP Batam Tahun 2024: Wisman dari Pelabuhan Malaysia Meningkat 85%

Pembangunan infrastruktur yang masif di Kota Batam turut berkontribusi pada peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara melalui Terminal Ferry Internasional Batam sebesar 9% sepanjang Tahun 2024.

Menariknya, wisatawan mancanegara dari Pelabuhan Malaysia yang berkunjung ke Batam meningkat 85% yakni menjadi 470 ribu orang di Tahun 2024. Sedangkan wisatawan mancanegara dari Pelabuhan Singapura juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 1% atau mencapai 2,1 juta orang di Tahun 2024.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar, menyambut positif peningkatan antusiasme wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam melalui jalur laut. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan sejumlah infrastruktur vital di Batam berdampak positif pada peningkatan kepercayaan wisatawan mancanegara dan pelaku perjalanan bisnis.

“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas pelabuhan, yang diharapkan dapat mendorong lebih banyak lagi kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Senin, 20/1/2025.

Tak hanya itu, sejumlah pencapaian lainnya juga berhasil ditorehkan Badan Usaha Pelabuhan BP Batam sepanjang 2024. Dendi menjelaskan, total penumpang datang dan berangkat di seluruh Pelabuhan Penumpang dalam wilayah kerja BP Batam meningkat sebesar 7% dibandingkan Tahun 2023 atau mencapai 8,6 juta orang. Dari jumlah tersebut, 4,8 juta orang tercatat melalui Terminal Ferry Internasional (meningkat 8%), sementara 3,85 juta penumpang melalui Terminal Ferry Domestik (naik 5%).

Wisatawan mancanegara mendominasi kunjungan di Terminal Ferry Internasional dengan total 2,56 juta orang, meningkat 9% dibandingkan tahun 2023. Penumpang Warga Negara Indonesia (WNI) yang melalui Terminal Ferry Internasional juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 6% atau mencapai total 2,27 juta orang.

Dari sisi terminal, Dendi menyebut, Terminal Ferry Internasional Batam Center mencatat rekor sebagai Terminal Internasional dengan jumlah penumpang terbanyak, mencapai 2,83 juta orang atau naik 8% dibandingkan tahun 2023. Sementara itu, Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur juga menjadi yang teratas untuk Terminal Domestik dalam wilayah kerja BP Batam dengan total 1,2 juta penumpang, naik 1% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Capaian ini merupakan hasil komitmen Kepala BP Batam, H. Muhammad Rudi, dalam mengembangkan layanan pelabuhan berkualitas. Batam kini tidak hanya menjadi pintu gerbang maritim Indonesia tetapi juga destinasi favorit di Asia Tenggara,” imbuh Dendi.

Selain itu, jumlah kunjungan kapal penumpang di Pelabuhan Batam juga menunjukkan peningkatan positif dengan total 69.064 call, naik 6% dari tahun sebelumnya. Kunjungan kapal berbendera dalam negeri meningkat 9% menjadi 38.489 call, sementara kapal berbendera luar negeri mencapai 30.575 call atau naik 2%.

Keberhasilan lainnya yang dicapai Badan Usaha Pelabuhan sepanjang 2024, ujar Dendi, adalah implementasi layanan e-ticketing di seluruh Terminal Ferry Domestik yang berada di bawah naungan BP Batam. Sistem ini tidak hanya mempermudah proses pemesanan tiket secara online, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengakomodir pembayaran non tunai. Dengan e-ticketing, waktu tunggu penumpang dapat dikurangi secara signifikan, menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan modern.

“Kami optimis, pencapaian Badan Usaha Pelabuhan BP Batam di tahun 2025 akan lebih baik. Kami juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk bersama-sama meningkatkan pelayanan di sektor kepelabuhanan,” tutup Dendi.

14Jan

Badan Usaha Pelabuhan BP Batam Catatkan Kinerja Positif dengan Pertumbuhan Volume Kontainer 8 Persen di 2024

Badan Usaha Pelabuhan BP Batam mencatatkan kinerja luar biasa pada tahun 2024, dengan peningkatan arus peti kemas di Pelabuhan Batam sebesar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari 624.061 TEUs pada 2023 menjadi 673.343 TEUs pada 2024.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar, menyatakan bahwa pencapaian arus peti kemas ini mencakup 673 ribu TEUs, terdiri dari 180 ribu TEUs peti kemas domestik dan 493 ribu TEUs ekspor-impor.

“Kenaikan volume peti kemas ini tak lepas dari upaya strategis dalam mengembangkan layanan bongkar muat. Pada Maret 2023, Batam melalui Terminal Peti Kemas Batu Ampar telah membuka direct call ke China, yang dilanjutkan pada Agustus 2023 ke Myanmar,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Senin (13/1/2025).

Sebanyak 84 persen dari total arus peti kemas Pelabuhan Batam, atau sekitar 568 ribu TEUs, berasal dari Terminal Batu Ampar. Sejak 1 November 2023, sisi Dermaga Utara Terminal ini telah resmi dioperasikan oleh PT Persero Batam. Dendi optimistis jumlah ini akan terus meningkat seiring dengan rencana pengembangan Terminal Peti Kemas Batu Ampar dengan investasi senilai Rp 3,6 triliun.

Sejalan dengan itu, jumlah kunjungan kapal di wilayah kerja Badan Usaha Pelabuhan BP Batam sepanjang tahun 2024 mencapai 28.961 ship call, naik 3 persen dari tahun sebelumnya. Di Terminal Batu Ampar sendiri, kunjungan kapal meningkat 6 persen, dari 7.202 ship call pada 2023 menjadi 7.656 ship call pada 2024. Dalam hal Gross Tonnage (GT), terdapat peningkatan sebesar 7 persen, dari 46 juta GT pada 2023 menjadi 49,3 juta GT pada 2024.

Untuk arus barang non-peti kemas, terdapat pertumbuhan 5 persen, yaitu dari 9,2 juta ton pada 2023 menjadi 9,7 juta ton pada 2024.

“Meski telah mencatatkan kinerja yang mengesankan sepanjang tahun 2024, kami akan terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan untuk memberikan pengalaman terbaik kepada seluruh pengguna jasa kepelabuhanan,” imbuh Dendi.

Badan Usaha Pelabuhan BP Batam juga telah melaksanakan sejumlah inisiatif strategis, seperti digitalisasi layanan pelabuhan melalui penyempurnaan Sistem Pelaporan Tersus pada Batam Seaport Information Management System (B-SIMS), implementasi Batam Terminal Operating System (B-TOS) di Terminal Peti Kemas Batu Ampar, dan pembukaan rute pelayaran perdana Direct Call ke China yang dimulai pada 31 Maret 2024 lalu melalui Kapal MV SITC Hakata dan disusul rute pelayaran perdana Kapal MV Uni Active Evergreen Line pada 20 Agustus 2024 lalu.

Selain itu, pengembangan infrastruktur dan suprastruktur di Terminal Batu Ampar juga terus digesa untuk mendukung peningkatan kapasitas dan efisiensi operasional salah satunya melalui pembangunan Container Yard seluas 12 Hektare merupakan bagian dari investasi PT Persero Batam dalam pembangunan, pengoperasian dan pengembangan Terminal Peti Kemas Batu Ampar dengan investasi sekitar Rp 360 Miliar yang sudah dimulai sejak Mei 2024 lalu.

“Sebagai mana arahan dari Kepala BP Batam, H. Muhammad Rudi, Pelabuhan Batam akan terus menjadi penggerak utama perekonomian nasional, mendukung investasi, dan membuka peluang baru di sektor logistik,” tandas Dendi.

30Nov

Resmi, Sandar Kapal Pelni Pindah ke Terminal Bintang 99 Persada Mulai 4 Desember 2024

Badan Pengusahaan Batam memastikan kegiatan naik turun penumpang Kapal Pelni akan mulai berpindah dari Terminal Batu Ampar ke Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada pada Rabu, 4 Desember 2024.

Hal ini menyusul hasil uji coba sandar KM Kelud yang sukses dilakukan pada Rabu, (27/11/2024) di dermaga Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar mengatakan, pemindahan tambat Kapal Pelni ke Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi laut di wilayah Batam.

Rencana pemindahan tambat Kapal Pelni ini, imbuh Dendi, sudah direncanakan sejak lama, guna menjawab tantangan operasional di Terminal Batu Ampar yang tidak dirancang untuk melayani Penumpang.

“Pemindahan tambat Kapal Pelni dari Terminal Batu Ampar ke Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada sudah dipersiapkan sejak 2021 lalu, dimulai dengan pembangunan ruang tunggu yang layak bagi para penumpang Kapal Pelni serta pendalaman alur dan kolam dermaga sehingga aman untuk disandari kapal-kapal penumpang milik PT Pelni,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Jumat (29/11/2024).

Dendi pun mengapresiasi langkah PT Bintang Sembilan-Sembilan Persada selaku pengelola Pelabuhan Bintang Sembilan-Sembilan Persada yang telah menyiapkan infrastruktur guna mengakomodir arus penumpang Kapal Pelni dengan tujuan Belawan dan Jakarta.

“Keberhasilan pemindahan tambat Kapal Pelni ke Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada merupakan bukti komitmen Kepala BP Batam Muhammad Rudi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat yang menggunakan transportasi Kapal Pelni,” imbuhnya.

Dendi juga mengapresiasi sinergi lintas instansi yang telah bersama-sama mengawal pemindahan tambat kapal pelni ke Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada demi memastikan kenyamanan penumpang dan keselamatan pelayaran.

“Keberhasilan pemindahan tambat Kapal Pelni ke Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada merupakan hasil dari kolaborasi seluruh pihak, mulai dari KSOP Khusus Batam, Disnav Kelas I Tanjungpinang, KPU Bea Cukai Batam, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Polresta Barelang, Kepolisian Sektor Keamanan Pelabuhan, Dinas Perhubungan Kota Batam, Damri Cabang Batam, Pelindo Regional 1 Cabang Batam, PT Bintang Sembilan-Sembilan Persada, PT Pelni,  serta instansi lainnya yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Batam,” imbuh Dendi.

Senada, di tempat terpisah, Kepala Cabang Pelni Batam, Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa pemindahan kapal Pelni ke Terminal Bintang 99 Persada pada Rabu mendatang merupakan bentuk upaya bersama dari seluruh stakeholder untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan maksimal kepada masyarakat. Terlebih, pemindahan ini dilakukan menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.

“Langkah ini adalah hasil sinergi lintas instansi. Kami selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik. Bagi penumpang Pelni yang sebelumnya mengalami ketidaknyamanan, kami berharap setelah pemindahan ke Terminal Bintang 99 Persada pelayanan yang diberikan dapat lebih optimal,” ujar Iqbal.

08Oct

Rencana Pelayaran RoRo Ferry Johor-Batam: Langkah Strategis Penguatan Konektivitas Internasional

Badan Pengusahaan Batam terus berkomitmen untuk mengembangkan konektivitas internasional, salah satunya melalui pengoperasian rute RoRo Ferry Johor-Batam. Rencana ini bertujuan untuk memperkuat hubungan perdagangan dan pariwisata antara Batam, Kepulauan Riau, dan Johor, Malaysia.

Mengingat kedua wilayah ini merupakan pusat ekonomi di negara masing-masing, rute ini juga diharapkan dapat menjadi solusi bagi peningkatan arus penumpang, barang produk UMKM, dan kendaraan. Rute RoRo Batam-Johor direncanakan akan menghubungkan Terminal Bintang 99 Persada Batam dengan Pelabuhan Tanjung Belungkor di Johor. Estimasi jarak antar pelabuhan adalah 49,68 km, menjadikannya jalur yang efisien untuk transportasi laut kedua negara. Pelabuhan Bintang 99 Persada memiliki akses yang dekat dengan pusat perdagangan Batam dan dibekali sarana dan prasarana yang mumpuni.

Pelabuhan Tanjung Belungkor juga merupakan gerbang maritim utama di Johor, mendukung pergerakan barang dan penumpang yang strategis. Rute ini juga diharapkan dapat meningkatkan pariwisata kedua wilayah. Batam, sebagai destinasi wisata unggulan, memiliki daya tarik resort, lapangan golf, kuliner, dan pusat perbelanjaan, sementara Johor terkenal dengan wisata medis, taman tema, dan outlet belanja internasional.

Disampaikan GM Pelabuhan Penumpang, Benny Syahroni, BP Batam, bersama dengan Kementerian Perhubungan Indonesia dan lembaga akademis PUSTRAL UGM, saat ini tengah menyusun studi kelayakan terkait operasional jalur RoRo ini.

Beberapa poin yang dianalisis meliputi permintaan penumpang dan kargo, infrastruktur pelabuhan, dan potensi risiko operasional.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perekonomian dan update saat ini, inisiatif pembukaan konektivitas kapal RoRo Batam-Johor dalam kerangka kerja sama ekonomi subregional IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle) akan ditindaklanjuti dalam pembahasan Working Group. Isu ini juga akan diangkat dalam pertemuan Sosek Malindo mendatang,” ujar Benny.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar mengatakan pengoperasian RoRo ini adalah bagian dari rencana jangka panjang untuk memperkuat hubungan regional.

“Kami yakin bahwa jalur RoRo ini akan menjadi penghubung yang sangat penting antara Batam dan Johor, tidak hanya dalam konteks perdagangan, tetapi juga dalam mendukung pariwisata dan meningkatkan arus barang dan penumpang antar kedua negara. Rencana ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bisnis dan investasi bagi kedua wilayah,” tegas Dendi.

01Oct

Badan Usaha Pelabuhan Catatkan Kinerja Positif Sepanjang TW III 2024

Kinerja Badan Usaha Pelabuhan BP Batam selama periode Januari-September 2024 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama di tahun 2023.

Pelabuhan Barang

Dari sisi kunjungan kapal, terjadi peningkatan sebesar 15%, dari 20.538 call pada 2023 menjadi 23.571 call pada 2024. Terminal yang mencatat peningkatan signifikan adalah Terminal Batu Ampar dengan lonjakan 47%, serta Terminal Umum Sarana Citra Kabil yang mengalami kenaikan 23%. Peningkatan kunjungan kapal di Terminal Batu Ampar didorong oleh transformasi terminal ini menjadi Terminal Peti Kemas dengan modernisasi alat bongkar muat dan peningkatan proses bisnis kepelabuhanan.

“Dari capaian Januari-September 2024, kita bisa melihat semakin banyak kapal yang berlabuh di perairan dan terminal Pelabuhan Barang Batam dalam wilayah kerja BP Batam. Ini adalah bukti bahwa Pelabuhan Batam terus diandalkan sebagai gerbang penting untuk arus barang domestik maupun internasional,” ujar Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar.

Dari sisi aktivitas bongkar muat peti kemas, Pelabuhan Batam mencatat peningkatan sebesar 8%, dari 459.042 TEUs di 2023 menjadi 493.483 TEUs di 2024. Peningkatan ini terutama didominasi oleh Terminal Batu Ampar yang mencatatkan kenaikan sebesar 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari segi perdagangan, volume ekspor peti kemas mencapai 181.720 TEUs, meningkat sebesar 9% dibandingkan Januari-September 2023. Untuk kegiatan domestik, volume bongkar peti kemas mencatat kenaikan 13%, dengan 68.874 TEUs yang diangkut selama periode ini.

Untuk bongkar muat kargo umum (general cargo), total volume Januari-September 2023 mencapai 6.813.127 ton, naik 2% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023. Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan ekspor sebesar 32%, sementara kegiatan bongkar mencatat kenaikan 7%.

Pelabuhan Penumpang

    Kinerja Pelabuhan Penumpang BP Batam juga menunjukkan performa yang positif sepanjang periode Januari-September 2024. Kunjungan kapal penumpang naik sebesar 4%, dari 49.106 call pada 2023 menjadi 50.868 call pada 2024.

    Dari segi pelabuhan internasional, Terminal Ferry Internasional Sekupang mencatat peningkatan tertinggi dengan kenaikan 10%, dari 3.554 call pada 2023 menjadi 3.899 call pada 2024. Sementara itu, untuk rute domestik, Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur mengalami peningkatan tertinggi sebesar 8%, dari 10.893 call pada periode Januari-September 2023 menjadi 11.785 call di periode yang sama tahun 2024.

    Dari sisi jumlah penumpang, terdapat peningkatan sebesar 7%, dengan total 6,4 juta penumpang yang terdiri dari 3,5 juta penumpang internasional dan 2,9 juta penumpang domestik.

    Pada Terminal Ferry Internasional, peningkatan tertinggi tercatat di Terminal Ferry Internasional Batam Center dengan kenaikan 7% atau sekitar 2 juta penumpang. Sedangkan di Terminal Ferry Domestik, Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur mengalami kenaikan tertinggi sebesar 5%, dengan total 1,4 juta penumpang.

    “Meningkatnya kunjungan kapal di Pelabuhan Batam, baik di Pelabuhan Barang maupun Pelabuhan Penumpang, menjadi indikator positif perkembangan ekonomi Batam, karena semakin banyak kapal yang melewati perairan Batam untuk mengangkut barang dan penumpang,” tambah Dendi.

    23Sep

    Badan Usaha Pelabuhan Raih Predikat “Sangat Baik” dalam Survei Kepuasan Masyarakat 2024

    Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam terus menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan yang unggul bagi para pengguna jasa kepelabuhanan. Upaya keras ini terbukti melalui pencapaian gemilang dalam Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) 2024, di mana BUP BP Batam berhasil meraih predikat “Sangat Baik” dengan nilai kumulatif 3.54 atau 88.42.

    Survei ini dilaksanakan oleh Tim Peneliti dari Politeknik Negeri Batam, melibatkan sebanyak 384 responden yang tersebar di berbagai Pelabuhan Penumpang dan Pelabuhan Barang di wilayah kerja BP Batam. Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar, menyampaikan apresiasinya kepada para pegawai atas kontribusi maksimal yang telah diberikan.

    “Saya ucapkan terima kasih kepada pengguna jasa kepelabuhanan atas apresiasinya terhadap layanan yang diberikan oleh pegawai kami. Terima kasih juga kepada seluruh pegawai BUP yang telah berupaya keras dalam melayani pengguna jasa dengan maksimal,” ujar Dendi.

    Pencapaian tahun ini menunjukkan peningkatan yang signifikan sebesar 3.55 poin dibandingkan tahun 2023, menjadikannya hasil SKM terbaik dalam empat tahun terakhir.

    Predikat “Sangat Baik” ini mencerminkan keberhasilan BUP BP Batam dalam terus meningkatkan kualitas pelayanannya, terutama di tengah berbagai tantangan dan perubahan di sektor kepelabuhanan.

    Survei yang dilaksanakan selama periode Mei-Juni 2024 ini mengacu pada standar Permen PAN&RB Nomor 14 Tahun 2017, yang bertujuan untuk menilai tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan.

    Responden yang terlibat dalam survei ini merupakan pengguna jasa kepelabuhanan di beberapa titik pelayanan utama, termasuk Terminal Ferry Domestik dan Internasional Sekupang, Telaga Punggur, Batam Center, Harbour Bay, serta Terminal Umum Batu Ampar dan Terminal Curah Cair Kabil.

    Berdasarkan survei tersebut, Terminal Ferry Domestik Sekupang dan Telaga Punggur memperoleh predikat “Baik,” sedangkan Terminal Ferry Domestik dan Internasional Harbour Bay, Terminal Internasional Batam Center, Terminal Umum Batu Ampar, dan Terminal Curah Cair Kabil memperoleh predikat yang lebih tinggi, yaitu “Sangat Baik.”

    Keberhasilan BUP BP Batam tidak lepas dari upaya transformasi digital yang terus ditekankan oleh pihak manajemen. Menurut Dendi Gustinandar, digitalisasi telah menjadi fokus utama dalam menghadirkan efisiensi dan kemudahan bagi para pengguna jasa.

    “Transformasi digitalisasi yang kita gaungkan akan terus ditingkatkan, baik di sektor Pelabuhan Barang maupun Pelabuhan Penumpang,” kata Dendi.

    Layanan unggulan seperti B-SIMS (Batam Seaport Information Management System), yang mempercepat dan mempermudah proses administrasi kepelabuhanan, akan terus dikembangkan untuk memberikan pelayanan yang lebih efisien. Selain itu, inovasi lain seperti sistem E-Ticketing di Terminal Ferry Domestik juga terus disempurnakan untuk meningkatkan pengalaman penumpang.

    Dengan berbagai langkah strategis tersebut, BP Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan kepuasan pengguna jasa dan menjaga predikat “Sangat Baik” dalam survei-survei di masa mendatang.

    Pencapaian ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja pegawai, tetapi juga motivasi untuk selalu meningkatkan layanan dan inovasi demi kemajuan sektor kepelabuhanan di Indonesia.

    19Sep

    BP Batam Dukung Sinergi Pengelolaan dan Penataan Kewenangan Kepelabuhanan di KPBPB Batam

    Dalam rangka mendukung pelaksanaan monitoring dan evaluasi kebijakan penataan kewenangan kepelabuhanan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam sekaligus pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto hadir dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin Deputi Bidang Perekonomian Sekretariat Kabinet (Setkab), Satya Bhakti Parikesit, pada Kamis, 19 September 2024, bertempat di Ruang Rapat Marketing Centre BP Batam.

    Deputi Bidang Perekonomian Setkab, Satya Bhakti Parikesit, menyampaikan pentingnya kerjasama yang erat antara para pemangku kepentingan di pelabuhan Batam untuk menciptakan efektivitas dan efisiensi pengelolaan pelabuhan di wilayah kerja Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas KPBPB Batam.

    “Kami ingin memastikan penataan sistem operasional di Pelabuhan Batam berjalan dengan baik antar stakeholder, sehingga pengelolaan pelabuhan bisa lebih efektif dan efisien,” ujar Satya Bhakti Parikesit, dalam sambutannya.

    Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, menegaskan bahwa BP Batam akan mendukung kebijakan Pemerintah Pusat guna pengelolaan kepelabuhanan di wilayah kerja BP Batam yang lebih baik lagi. Terlebih BP Batam baru saja melakukan transformasi pengelolaan Terminal Umum Batu Ampar yang diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu Terminal Peti Kemas berstandar Internasional dengan peningkatan efisiensi operasional serta layanan.

    “BP Batam memiliki peran sebagai pendongkrak investasi dengan kewenangan yang diberikan untuk mengelola dan mengembangkan Kota Batam termasuk di sektor kepelabuhanan, sehingga diharapkan dengan penataan kewenangan kepelabuhanan di KPBPB Batam diharapkan semakin membawa angin segar bagi peningkatan realisasi investasi Kota Batam,” tambah Purwiyanto.

    Selain pembahasan terkait kebijakan, pertemuan ini juga dilanjutkan dengan kegiatan kunjungan lapangan untuk meninjau langsung progres penataan kewenangan kepelabuhanan dan ekosistem logistik di Pelabuhan Batam. Rapat koordinasi dan kunjungan ini bertujuan untuk memastikan seluruh kebijakan dan program yang telah ditetapkan berjalan sesuai rencana.

    Hadir dalam pertemuan ini Dirjen Perhubungan Laut, para Anggota Bidang BP Batam, Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam, Direktur Utama PT Persero Batam, serta delegasi dari Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).

    10Sep

    BP Batam Paparkan Transformasi Terminal Peti Kemas Batu Ampar di Ajang PDSEAS 2024, Bangkok

    Komitmen Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, dalam mengembangkan Terminal Umum Batu Ampar sebagai hub logistik internasional telah membuahkan hasil yang signifikan.

    Peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana di pelabuhan ini telah memberikan dampak luas terhadap perekonomian Batam. Masyarakat dan pelaku usaha di Batam dapat merasakan langsung dampak positif dari peningkatan tersebut.

    Hal ini disampaikan Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar, saat menjadi pembicara dalam ajang bergengsi 3rd Port Development South East Asia Summit (PDSEAS) 2024 yang berlangsung di Hotel Hilton, Bangkok, Thailand, pada Selasa, 10 September 2024.

    Dalam paparannya, Dendi menyebutkan bahwa keberhasilan transformasi Pelabuhan Batu Ampar tidak lepas dari tangan dingin Muhammad Rudi serta kolaborasi BP Batam dengan PT Persero Batam. Langkah awal transformasi tersebut adalah pengembangan Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar menjadi terminal berstandar internasional dan lebih modern.

    Sejak mulai dioperasikannya satu unit Ship to Shore Crane dan dua unit Mobile Harbor Cranes untuk melayani bongkar muat kapal peti kemas, produktivitas di TPK Batu Ampar meningkat tajam menjadi 40-50 box per jam, dibandingkan sebelumnya yang hanya mencapai 8-10 box per jam dengan crane konvensional.

    “Ini dilakukan sebagai upaya mengubah wajah Batu Ampar agar sesuai dengan kebutuhan investor akan cost logistic yang lebih efisien,” ujar Dendi.

    Menurut data yang dihimpun Badan Usaha Pelabuhan, kinerja bongkar muat peti kemas pada Semester I Tahun 2024 mencapai 313 ribu TEUs, naik 7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.

    “Modernisasi alat bongkar muat dan digitalisasi sistem tersebut telah memberikan nilai tambah bagi investor dalam bentuk efisiensi biaya logistik dan waktu yang lebih efektif,” seru Dendi.

    Keberhasilan ini juga memungkinkan TPK Batu Ampar melayani kapal Direct Call internasional, dengan rute perdana Batam-China yang dimulai pada Maret 2024.

    “Pada Agustus 2024 kemarin, rute Direct Call Batam-Yangon, Myanmar, juga telah dimulai yang membuka peluang baru dalam distribusi barang internasional,” imbuhnya.

    Dendi optimis bahwa pengembangan berkelanjutan Terminal Peti Kemas Batu Ampar kedepannya akan meningkatkan daya saing Batam sebagai tujuan investasi dan hub logistik internasional, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kota Batam.

    Mengangkat tema “Membangun Pelabuhan Hijau Cerdas Masa Depan melalui Kolaborasi, Inovasi, dan Keberlanjutan”. Ajang bergengsi di kancah Internasional ini menghadirkan 30 narasumber dari negara-negara ASEAN dan India, serta diikuti oleh lebih dari 700 peserta dari 100 perusahaan global yang berpartisipasi.

    PDSEAS sendiri menjadi sebuah forum penting bagi pemerintah, otoritas pelabuhan, dan perusahaan untuk berbagi informasi, berdiskusi, dan menjalin kolaborasi guna mendukung pertumbuhan industri pelabuhan dan perkapalan di masa depan.

    03Sep

    BP Batam Wujudkan Pelabuhan Sehat: Langkah Nyata Menuju Lingkungan Pelabuhan yang Bersih dan Sehat

    Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dan menciptakan lingkungan yang bersih serta sehat, Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mengambil langkah strategis untuk mewujudkan konsep Pelabuhan Sehat. Salah satu upaya penting yang dilakukan adalah mengadakan kegiatan Senam Bersama dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang berlangsung di Terminal Ferry Domestik Sekupang, Batam, pada Sabtu, 31 Agustus 2024.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan program peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2014 tentang kriteria Pelabuhan Sehat.

    Kegiatan yang berlangsung di Terminal Ferry Domestik Sekupang ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pegawai Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, KSOP Khusus Batam, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Batam, serta personel TNI dan Polri. Langkah bersama ini merupakan wujud komitmen kolektif untuk menciptakan pelabuhan yang tidak hanya efisien dari sisi operasional, tetapi juga mendukung kesejahteraan semua yang bekerja dan menggunakan fasilitas pelabuhan.

    Benny Syahroni, selaku General Manager Pelabuhan Penumpang BP Batam, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari kolaborasi yang terjalin antara Badan Usaha Pelabuhan BP Batam dan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Batam.

    “Saat ini, kami bersama stakeholder terkait tengah berupaya keras untuk mewujudkan Pelabuhan Sehat di Terminal Ferry Domestik Sekupang dan Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur, yang dikelola langsung oleh BP Batam. Alhamdulillah, respon yang kami terima sangat positif,” ujar Benny.

    Selain kegiatan tersebut, BP Batam bersama pemangku kepentingan juga telah membentuk Forum Pelabuhan Sehat. Forum ini menjadi wadah komunikasi dan koordinasi antarinstansi untuk memastikan bahwa program dan kebijakan terkait Pelabuhan Sehat dapat diterapkan secara optimal. Sejumlah instansi yang terlibat dalam forum ini antara lain Bea Cukai Batam, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Batam, dan KSOP Khusus Batam.

    Melalui forum ini, diharapkan sinergi antara berbagai pihak dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan keselamatan pelabuhan dapat terus berjalan secara konsisten dan berkesinambungan.

    Sebagai pintu masuk penting bagi rute domestik dan internasional, pelabuhan yang dikelola BP Batam memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi dan perdagangan. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan pelabuhan tidak hanya berdampak pada peningkatan pelayanan tetapi juga pada kenyamanan dan keselamatan semua pihak yang terlibat.

    Dendi Gustinandar, selaku Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, menyatakan bahwa pelabuhan di bawah pengelolaan BP Batam terus mengutamakan pengelolaan lingkungan yang sehat.

    “Ini adalah bagian dari pelayanan prima yang kami kembangkan, sesuai dengan konsep ECO Port. Kami senantiasa berkomitmen menciptakan pelabuhan yang bersih, sehat, dan aman, guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan memastikan keamanan bagi seluruh pengguna pelabuhan,” tutur Dendi.

    Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa BP Batam mengharapkan seluruh pihak, baik itu penumpang, pengelola, maupun instansi kepelabuhanan, untuk aktif berperilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini penting untuk mewujudkan pelabuhan yang aman dari risiko penyakit dan menjaga keberlangsungan lingkungan yang kondusif.

    FacebookInstagramYoutube
    We Are Here!

    Layanan B-Care