PENGUMUMAN :
14Oct

Batam Catat Pertumbuhan Logistik Signifikan, Peti Kemas hingga General Cargo Tumbuh 2 Digit

Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam mencatatkan kinerja gemilang di sektor logistik selama periode Januari-September 2025. Tiga indikator utama, yaitu volume peti kemas, general cargo, dan kunjungan kapal barang, menunjukkan pertumbuhan dua digit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Disampaikan Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan, Benny Syahroni, pertumbuhan dua digit pada seluruh indikator utama, menandakan posisi strategis Pelabuhan Batam dalam wilayah kerja Badan Pengusahaan Batam yang semakin kokoh sebagai gerbang ekspor-impor yang vital bagi Indonesia.

Ia menjelaskan, sepanjang periode Januari-September tahun ini, total volume peti kemas yang ditangani oleh Pelabuhan Batam tumbuh 18% atau mencapai angka 583.267 TEUs. Kenaikan ini didorong secara masif oleh kinerja Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang baru saja memulai Tahap Komersial 2 pada awal September lalu dan menyumbang 65% dari total volume dengan pertumbuhan spektakuler sebesar 24%.

“Di balik angka ini, tampak jelas dinamika perdagangan yang sehat, di mana aktivitas impor menunjukkan laju tercepat dengan kenaikan 27% (226.576 TEUs), sejalan dengan kebutuhan industri, sementara ekspor tetap solid dengan pertumbuhan 19% (216.203 TEUs),” ujar Benny dalam keterangan resminya, Senin (13/10/2025).

Tak hanya peti kemas, sektor kargo umum (general cargo) juga mencatat rekor signifikan. Total bongkar muat general cargo periode Januari-September 2025 berhasil menembus 8,6 juta ton, meningkat substansial 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Terminal Umum Curah Cair Kabil dan Terminal Batu Ampar menjadi kontributor terdepan dalam volume general cargo ini.

“Menariknya, dominasi logistik domestik terlihat jelas pada general cargo, di mana volume bongkar muat untuk kebutuhan pasar dalam negeri melonjak 25%, mengukuhkan peran Batam sebagai hub distribusi regional yang efisien,” imbuh Benny.

Jumlah kunjungan kapal barang tercatat 22.509 call sepanjang Januari-September 2025, dengan total bobot 39 Juta GT, naik masing-masing 6% dan 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Terminal Batu Ampar menjadi pintu utama dengan jumlah kunjungan kapal 6.139 call (naik 11%) dan 7,8 juta GT. 

Kesenjangan antara kenaikan jumlah kapal dan bobot kapal ini memberikan satu kesimpulan penting bahwa Pelabuhan Batam semakin diandalkan oleh kapal-kapal kargo berukuran besar, sebuah indikasi kunci bahwa layanan Batam memenuhi standar logistik internasional yang menuntut efisiensi skala ekonomi.

“Pertumbuhan dua digit pada sejumlah indikator logistik di periode Januari-September 2025 ini adalah bukti nyata kinerja kolaboratif antara BP Batam, CIQP dan para pemangku kepentingan. Capaian ini sejalan dengan arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, yang terus mendorong transformasi digital dan efisiensi layanan agar Batam kokoh sebagai tumpuan pertumbuhan ekonomi nasional,” tandasnya.

18Sep

Volume Peti Kemas Batam Tembus 500 Ribu TEUs, Pelabuhan Batu Ampar Jadi Penopang Utama

Batam, 18 September 2025 – Volume bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batam yang berada dalam wilayah kerja Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatatkan pertumbuhan sebesar 15% pada periode Januari-Agustus 2025, dengan total mencapai 501.695 TEUs. Dari capaian tersebut, Terminal Peti Kemas Batu Ampar memberikan kontribusi terbesar yakni 65% atau setara dengan 324.240 TEUs.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan, Benny Syahroni, mengungkapkan bahwa dari total capaian tersebut, perdagangan internasional (ekspor-impor) mendominasi sebesar 76% atau mencapai 382.029 TEUs. Pencapaian ini ditopang oleh perluasan layanan Direct Call dari Batam ke berbagai negara seperti China, Vietnam, Myanmar, hingga transhipment internasional ke India.

“Hingga Agustus 2025, Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang dioperatori oleh mitra kerja sama BP Batam, yakni PT Batam Terminal Petikemas, telah berhasil membuka enam layanan Direct Call dan satu di antaranya adalah layanan transhipment internasional,” ujar Benny dalam keterangan resminya, Kamis (18/8/2025).

Lebih lanjut, Benny optimistis Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan dapat mencapai target volume bongkar muat peti kemas tahun 2025 sebesar 700.000 TEUs. Optimisme ini sejalan dengan realisasi hingga Agustus 2025 yang sudah mencapai 72% dari target. Terlebih sejak 1 September 2025, PT Batam Terminal Petikemas mulai mengoperasikan empat STS Crane tambahan sehingga saat ini TPK Batu Ampar memiliki lima unit STS Crane untuk memperkuat kelancaran kegiatan bongkar muat.

“Per 1 September 2025, PT Batam Terminal Petikemas mulai mengoperasikan empat STS Crane tambahan yang menandai pengoperasian Tahap II. Dengan penambahan ini, diharapkan produktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas Batu Ampar dapat semakin meningkat dan efisien,” imbuh Benny.

Selain capaian di sektor peti kemas, Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan juga mencatat kinerja positif pada bongkar muat general cargo yang mencapai 7,6 juta ton selama periode Januari-Agustus 2025 atau tumbuh 20% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Dari total volume tersebut, Terminal Curah Cair Kabil menyumbang 34% dengan capaian 2,6 juta ton. Berbeda dengan peti kemas, aktivitas general cargo didominasi oleh perdagangan domestik yang mencapai 62% atau sebesar 4,7 juta ton.

“Dengan capaian positif ini, kami akan terus berkomitmen meningkatkan layanan kepelabuhanan, memperkuat konektivitas, dan memastikan Pelabuhan Batam dapat berperan sebagai hub logistik yang andal baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Benny.

28Jul

Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan Catatkan Kinerja Positif Semester I 2025

Peti Kemas Tumbuh 15%, Jumlah Penumpang Tembus 4,6 Juta Orang

Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan mencatat kinerja yang menggembirakan selama Semester I Tahun 2025. Sejumlah indikator utama, seperti volume peti kemas, general cargo, jumlah penumpang, hingga realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), menunjukkan tren pertumbuhan positif. Hal ini menjadi sinyal kuat atas keberlanjutan upaya peningkatan layanan dan efisiensi pengelolaan pelabuhan di wilayah kerja BP Batam.

Hingga akhir Juni 2025, total realisasi penerimaan Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan mencapai Rp219,75 miliar atau 55 persen dari target tahunan sebesar Rp401,86 miliar. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, realisasi penerimaan meningkat 16 persen, yakni dari Rp189 miliar menjadi Rp219,75 miliar. Capaian ini mencerminkan peningkatan efektivitas dalam kegiatan pengusahaan kepelabuhanan, mengingat pada Semester I tahun lalu realisasi baru mencapai 48 persen dari target tahunannya.

Dari sisi operasional, jumlah kunjungan kapal barang dan penumpang tercatat sebanyak 54.876 call selama Januari–Juni 2025, tumbuh 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Kunjungan kapal barang tercatat sebanyak 14.461 call, sementara kapal penumpang mencapai 40.415 call. Dari sisi bobot kotor kapal (Gross Tonnage/GT), total GT mencapai 34.877.449 GT atau naik 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rincian GT kapal barang sebesar 25.025.887 GT dan GT kapal penumpang sebesar 9.851.562 GT.

Volume peti kemas yang ditangani di pelabuhan-pelabuhan dalam wilayah kerja BP Batam juga mengalami pertumbuhan signifikan. Selama enam bulan pertama tahun ini, total volume peti kemas mencapai 359.944 TEUs, naik 15 persen dibandingkan dengan Semester I Tahun 2024. Secara perdagangan, aktivitas ekspor dan impor mendominasi dengan total 273.004 TEUs atau meningkat 18 persen. Sementara itu, volume peti kemas domestik turut mengalami pertumbuhan sebesar 6 persen, dari 82.300 TEUs menjadi 86.940 TEUs.

Volume general cargo juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total 5.427.065 ton muatan tercatat hingga Juni 2025.

Sementara itu, jumlah penumpang yang dilayani di terminal ferry domestik dan internasional Batam mencapai 4.645.169 orang, tumbuh sebesar 8 persen dibandingkan dengan Semester I 2024. Dari jumlah tersebut, penumpang di Terminal Ferry Internasional tercatat sebanyak 2.568.698 orang, sementara penumpang di Terminal Ferry Domestik sebanyak 2.076.471 orang.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif serta sinergi yang baik antara internal direktorat dan para pemangku kepentingan.

“Capaian positif selama Semester I 2025 ini mencerminkan fondasi kuat yang telah dibangun dalam tata kelola pelabuhan. Sebagai pimpinan baru, saya melihat potensi besar untuk terus melanjutkan transformasi yang telah berjalan, khususnya dalam penguatan layanan digital dan efisiensi operasional,” ujar Benny.

Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, Lalu Lintas Barang, Ruslan Aspan mengapresiasi Kinerja Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan periode Semester I Tahun 2025.  Ruslan pun optimis Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan dapat menutup tahun 2025 dengan performa yang semakin kuat dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Batam maupun secara nasional.

“Pelabuhan adalah simpul utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Kami memandang pelabuhan tidak hanya sebagai gerbang logistik, tetapi juga sebagai motor penggerak industri, perdagangan, dan mobilitas masyarakat. Hal ini sejalan dengan arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam yang menjalankan mandat Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk menjadikan Batam sebagai salah satu kontributor utama dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Ruslan.

18Jun

Benny Syahroni Resmi Pimpin Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan

Transformasi Organisasi Perkuat Layanan dan Tata Kelola Kepelabuhanan di Batam

BP Batam secara resmi melaksanakan prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan pada Rabu (18/6/2025), bertempat di Aula Lantai 4 Kantor Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan. Sertijab ini menandai perubahan nomenklatur dari Badan Usaha Pelabuhan menjadi Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Kepala BP Batam Nomor 2 Tahun 2025 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unit Organisasi di Bawah Anggota/Deputi.

Jabatan Direktur diserahterimakan dari Dendi Gustinandar, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Badan Usaha Pelabuhan, kepada Benny Syahroni sebagai Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan yang baru. Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, dan Lalu Lintas Barang, Ruslan Aspan, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan struktural, pejabat fungsional, dan perwakilan unit kerja terkait.

Dalam sambutannya, Ruslan Aspan menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan capaian kinerja yang telah ditorehkan oleh Dendi Gustinandar selama masa jabatannya sejak 2021. Ia juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru dapat melanjutkan langkah transformasi dan inovasi dalam pengelolaan pelabuhan ke depan.

“Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Dendi Gustinandar yang telah menorehkan sederet capaian dan kinerja demi kemajuan Pelabuhan Batam. Dan kami ucapkan selamat kepada Bapak Benny Syahroni sebagai Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan yang baru. Semoga hal yang baik dapat terus dipertahankan dan dikembangkan melalui berbagai inovasi dalam peningkatan layanan kepelabuhanan,” ujar Ruslan Aspan dalam sambutannya.

Selama masa kepemimpinannya, Dendi Gustinandar berhasil mengawal sejumlah transformasi strategis, mulai dari peningkatan kinerja operasional pelabuhan dan optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), penguatan layanan digital melalui penyempurnaan sistem B-SIMS (Batam Seaport Information Management System) dan implementasi e-ticketing di Terminal Ferry Domestik hingga transformasi Terminal Peti Kemas Batu Ampar.

“Dengan kepemimpinan baru, Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan kami harap dapat terus memperkuat tata kelola pelabuhan, mendorong efisiensi layanan, serta membangun sinergi yang lebih solid dengan seluruh pemangku kepentingan pelabuhan di Batam dan kawasan sekitarnya,” tandasnya.

25Apr

Penumpang di Terminal Domestik BP Batam Tumbuh Positif 9% di Triwulan I 2025

Badan Usaha Pelabuhan BP Batam kembali mencatat kinerja yang menggembirakan pada Triwulan I 2025 (Januari–Maret) di sektor pelayanan penumpang domestik.

Berdasarkan data operasional, jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui Terminal Penumpang Domestik BP Batam meliputi Terminal Ferry Domestik Sekupang, Telaga Punggur, Harbour Bay, dan Pelni mencapai 981.320 orang, atau meningkat 9% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni 896.955 orang.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi laut domestik yang dikelola BP Batam.

“Pertumbuhan jumlah penumpang di terminal penumpang domestik pada Triwulan I 2025 menunjukkan bahwa upaya kami dalam menjaga kualitas pelayanan serta meningkatkan infrastruktur dan digitalisasi pemesanan tiket secara online telah memberikan hasil yang positif. Kami akan terus berinovasi demi mendukung mobilitas masyarakat antarwilayah domestik,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Jumat (25/4/2025).

Ke depan, BP Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra,kata Dendi akan terus berkomitmen memperkuat pelayanan melalui peningkatan fasilitas, SDM, dan sistem pelayanan digital.

“Langkah ini sejalan dengan komitmen Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam dalam mewujudkan pelayanan kepelabuhanan yang efisien, aman, dan andal demi mendukung konektivitas antarwilayah di wilayah Batam dan sekitarnya,” imbuhnya.

Terminal Roro Telaga Punggur Bukan Wilayah Kerja Pelabuhan BP Batam

Sementara, menanggapi sejumlah pertanyaan dari masyarakat ihwal pengelolaan Terminal RORO Telaga Punggur, Dendi turut meluruskan bahwa Terminal RORO Telaga Punggur bukan merupakan bagian dari wilayah kerja Badan Usaha Pelabuhan BP Batam.

“Wilayah kerja kami mencakup terminal-terminal penumpang domestik di bawah pengelolaan BP Batam, yaitu Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur, Sekupang, dan Harbour Bay. Sementara itu, Terminal RORO Telaga Punggur dikelola oleh BUMN yakni PT ASDP Indonesia Ferry (Persero),” jelasnya.

14Apr

Kinerja Triwulan I 2025 Tunjukkan Pertumbuhan Positif, BUP BP Batam Optimistis Capai Target Tahun 2025

Mengawali tahun 2025, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam mencatat kinerja operasional yang menjanjikan. Selama periode Triwulan I (Januari–Maret), hampir seluruh indikator pelayanan pelabuhan, baik barang maupun penumpang, menunjukkan tren peningkatan yang stabil dibandingkan periode Triwulan I tahun lalu.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti bahwa strategi penguatan layanan dan pengelolaan pelabuhan yang dijalankan selama ini mulai menunjukkan hasil.

“Kami bersyukur dapat mengawali tahun ini dengan performa yang positif. Ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim serta kepercayaan para pengguna jasa pelabuhan yang terus tumbuh. Tren ini menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi di periode berikutnya,” ujar Ariastuty dalam keterangan resminya, Senin (14/4/2025).

Kinerja Pelabuhan Barang menunjukkan pertumbuhan yang cukup stabil. Jumlah kunjungan kapal meningkat 4%, dari 6.945 call menjadi 7.206 call. Sementara itu, total Gross Tonnage kapal barang juga mengalami kenaikan sebesar 9%, mencapai 12,2 juta GT. Kenaikan ini juga tercermin dari volume bongkar muat barang, di mana volume general cargo tercatat sebesar 2,6 juta ton, tumbuh 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Volume peti kemas pun menunjukkan peningkatan sebesar 7%, dari 156 ribu TEUs menjadi 166 ribu TEUs.

Tidak hanya sektor logistik, pergerakan penumpang di pelabuhan juga mengalami peningkatan yang signifikan. Jumlah kunjungan kapal penumpang tercatat sebanyak 19.771 call, naik 15% dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini juga diikuti oleh lonjakan Gross Tonnage kapal penumpang yang mencapai 4,9 juta GT, atau naik 40% dibandingkan Triwulan I 2024.

Sementara itu, dari sisi jumlah penumpang, Terminal Ferry Domestik mencatatkan pergerakan sebanyak 981 ribu orang, tumbuh 9% dari tahun sebelumnya. Terminal Ferry Internasional juga mengalami pertumbuhan, dengan jumlah penumpang mencapai 1,2 juta orang, atau naik 7% dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Hal yang menarik, penumpang yang datang dan berangkat menuju Malaysia menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 37% dengan total 347 ribu penumpang, menunjukkan tingginya arus penumpang lintas negara. Sementara itu, penumpang yang datang dan berangkat ke Singapura sedikit melandai, namun masih mencatatkan 854 ribu penumpang dan tetap menjadi tujuan utama pada rute Internasional.

“Kami mencermati bahwa konektivitas regional melalui pelabuhan Batam terus menunjukkan dinamika positif. Tujuan Malaysia mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, sementara Singapura tetap menjadi tujuan Internasional utama yang stabil. Ke depan, kami akan terus meningkatkan layanan dan memperluas kapasitas untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang,” tambah Ariastuty.

Menurut Ariastuty, capaian ini bukan titik akhir, tetapi menjadi motivasi bagi BP Batam dalam meningkatkan standar pelayanan. BP Batam menurutnya tengah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari digitalisasi sistem layanan, penguatan kapasitas pelabuhan, hingga peningkatan kenyamanan dan keamanan fasilitas terminal.

“Kami ingin menjadikan pelabuhan di Batam tidak hanya sebagai titik singgah, tapi juga sebagai wajah keramahan, efisiensi, dan daya saing Indonesia. Target kami bukan hanya pertumbuhan, tapi juga keberlanjutan,” tutupnya.

07Apr

Angkutan Lebaran 2025 Berjalan Lancar, Lalu Lintas Penumpang di Pelabuhan Batam Tunjukkan Tren Positif

Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam mencatat pelaksanaan angkutan Lebaran 1446 Hijriah di seluruh pelabuhan dalam wilayah kerja BP Batam berlangsung lancar, aman, dan tertib. Baik di terminal ferry domestik maupun internasional, operasional pelabuhan berjalan optimal berkat sinergi dan kerja sama antarinstansi yang solid selama periode arus mudik dan balik, sejak H-16 hingga H+5.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, capaian tersebut tak lepas dari kolaborasi antara unsur CIQP—Bea Cukai, Imigrasi, Karantina Kesehatan, dan KSOP Khusus Batam—serta dukungan dari unsur pengamanan seperti TNI, Kepolisian, dan Direktorat Pengamanan BP Batam.

“Capaian ini adalah hasil dari koordinasi yang sangat baik antara seluruh pemangku kepentingan. Kami bersyukur arus mudik dan balik tahun ini dapat berlangsung dengan lancar dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Senin (7/4/2025).

Dalam periode angkutan Lebaran tahun ini, jumlah penumpang domestik yang melalui pelabuhan di bawah pengelolaan BUP BP Batam mencapai 371 ribu orang, meningkat 5,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 351 ribu orang. Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur menjadi pelabuhan tersibuk dengan jumlah penumpang tertinggi, baik saat arus mudik maupun balik, disusul oleh Terminal Sekupang dan Harbour Bay.

Sementara itu, lalu lintas penumpang internasional juga menunjukkan tren positif. Hingga H+5, tercatat sebanyak 140.034 penumpang berangkat melalui terminal ferry internasional di Batam, mengalami kenaikan sebesar 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Terminal Batam Center menjadi pelabuhan internasional yang paling ramai saat arus mudik, sementara Harbour Bay menjadi pusat keramaian pada masa arus balik.

Data juga mencatat bahwa penumpang berkewarganegaraan Indonesia mendominasi dengan jumlah 138.320 orang, sementara wisatawan mancanegara berjumlah 136.919 orang. Selisih yang tipis ini mengindikasikan bahwa Batam tetap menjadi destinasi yang menarik bagi pelancong dari luar negeri, bahkan di tengah momen libur keagamaan.

“Melihat antusiasme masyarakat dan wisatawan internasional tahun ini, kami optimis bahwa daya tarik Batam sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata regional terus menguat. Ini menjadi motivasi kami untuk terus memperbaiki layanan kepelabuhanan,” lanjut Dendi.

Sebagai langkah evaluasi, BUP BP Batam akan memperkuat sistem pelayanan berbasis digital untuk meningkatkan monitoring arus penumpang secara real-time, melakukan penataan ulang area tunggu, serta meninjau kembali pola keberangkatan kapal agar lebih efisien. Selain itu, masukan dari pengguna jasa akan menjadi dasar dalam memperbaiki fasilitas seperti toilet, ruang tunggu, area parkir, serta proses boarding dan pembelian tiket.

“Kami ingin menjadikan pengalaman pengguna pelabuhan semakin nyaman dan efisien. Transformasi digital dan evaluasi berkelanjutan akan terus kami dorong sebagai bagian dari komitmen pelayanan prima,” tutup Dendi Gustinandar.

27Mar

Pastikan Kelancaran Mudik 2025, BP Batam Dukung Digitalisasi Layanan

Memasuki periode mudik Lebaran 2025, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam telah menyiapkan berbagai fasilitas dan layanan guna memastikan kelancaran arus penumpang di pelabuhan.

BP Batam bersama instansi terkait telah mendirikan Posko Angkutan Lebaran 2025 di seluruh pelabuhan yang dilengkapi dengan pusat informasi, layanan kesehatan, ruang tunggu yang nyaman, serta personel pengamanan dan petugas kebersihan yang siap membantu penumpang.

“Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran Angkutan Laut Lebaran 2025, termasuk menyiapkan langkah mitigasi guna mengantisipasi lonjakan penumpang baik di sisi darat maupun laut,” ujar Direktur BUP BP Batam Dendi Gustinandar, Kamis (27/3).

Untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang, operator kapal telah menyiapkan tambahan armada dan penyesuaian jadwal keberangkatan, terutama pada rute-rute dengan permintaan tinggi seperti Tanjungpinang, Tanjung Batu, Tanjung Balai Karimun, dan Dumai.

“Pada periode Angkutan Lebaran 2025 ini juga tersedia rute baru dari Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur ke Pancur (Lingga) yang dilayani oleh Kapal Oceanna 9 setiap hari pukul 09.30 WIB,” tambah Dendi.

Selain peningkatan kapasitas layanan, BP Batam juga terus mendorong digitalisasi layanan pelabuhan dengan penerapan sistem e-ticketing secara menyeluruh di Terminal Ferry Domestik.

“Langkah ini bertujuan untuk mempermudah pemesanan tiket dan mengurangi antrean di loket, terutama di musim peak season seperti Mudik Lebaran.” imbuhnya.

Sejalan dengan upaya tersebut, para operator kapal ferry di Pelabuhan Penumpang dalam wilayah kerja BP Batam saat ini telah bekerja sama dengan penyedia platform digital untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan tiket perjalanan. Pemesanan tiket kini dapat dilakukan melalui sejumlah layanan daring, termasuk website tiketkapal.com, easybook.com, dan aplikasi digital perbankan Livin’ Mandiri.

Vice President Bank Mandiri Area Batam, Antonius Budi Setiawan, menyampaikan bahwa layanan digitalisasi pemesanan tiket ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin membeli tiket kapal ferry secara non-tunai. “Melalui layanan digital, kami berharap dapat mendukung kelancaran arus mudik serta memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang kapal di terminal ferry penumpang dalam wilayah kerja BP Batam,” ujarnya.

BP Batam bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pelabuhan guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2025 dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

21Jan

Capaian Kinerja BUP BP Batam Tahun 2024: Wisman dari Pelabuhan Malaysia Meningkat 85%

Pembangunan infrastruktur yang masif di Kota Batam turut berkontribusi pada peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara melalui Terminal Ferry Internasional Batam sebesar 9% sepanjang Tahun 2024.

Menariknya, wisatawan mancanegara dari Pelabuhan Malaysia yang berkunjung ke Batam meningkat 85% yakni menjadi 470 ribu orang di Tahun 2024. Sedangkan wisatawan mancanegara dari Pelabuhan Singapura juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 1% atau mencapai 2,1 juta orang di Tahun 2024.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar, menyambut positif peningkatan antusiasme wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam melalui jalur laut. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan sejumlah infrastruktur vital di Batam berdampak positif pada peningkatan kepercayaan wisatawan mancanegara dan pelaku perjalanan bisnis.

“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas pelabuhan, yang diharapkan dapat mendorong lebih banyak lagi kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Senin, 20/1/2025.

Tak hanya itu, sejumlah pencapaian lainnya juga berhasil ditorehkan Badan Usaha Pelabuhan BP Batam sepanjang 2024. Dendi menjelaskan, total penumpang datang dan berangkat di seluruh Pelabuhan Penumpang dalam wilayah kerja BP Batam meningkat sebesar 7% dibandingkan Tahun 2023 atau mencapai 8,6 juta orang. Dari jumlah tersebut, 4,8 juta orang tercatat melalui Terminal Ferry Internasional (meningkat 8%), sementara 3,85 juta penumpang melalui Terminal Ferry Domestik (naik 5%).

Wisatawan mancanegara mendominasi kunjungan di Terminal Ferry Internasional dengan total 2,56 juta orang, meningkat 9% dibandingkan tahun 2023. Penumpang Warga Negara Indonesia (WNI) yang melalui Terminal Ferry Internasional juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 6% atau mencapai total 2,27 juta orang.

Dari sisi terminal, Dendi menyebut, Terminal Ferry Internasional Batam Center mencatat rekor sebagai Terminal Internasional dengan jumlah penumpang terbanyak, mencapai 2,83 juta orang atau naik 8% dibandingkan tahun 2023. Sementara itu, Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur juga menjadi yang teratas untuk Terminal Domestik dalam wilayah kerja BP Batam dengan total 1,2 juta penumpang, naik 1% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Capaian ini merupakan hasil komitmen Kepala BP Batam, H. Muhammad Rudi, dalam mengembangkan layanan pelabuhan berkualitas. Batam kini tidak hanya menjadi pintu gerbang maritim Indonesia tetapi juga destinasi favorit di Asia Tenggara,” imbuh Dendi.

Selain itu, jumlah kunjungan kapal penumpang di Pelabuhan Batam juga menunjukkan peningkatan positif dengan total 69.064 call, naik 6% dari tahun sebelumnya. Kunjungan kapal berbendera dalam negeri meningkat 9% menjadi 38.489 call, sementara kapal berbendera luar negeri mencapai 30.575 call atau naik 2%.

Keberhasilan lainnya yang dicapai Badan Usaha Pelabuhan sepanjang 2024, ujar Dendi, adalah implementasi layanan e-ticketing di seluruh Terminal Ferry Domestik yang berada di bawah naungan BP Batam. Sistem ini tidak hanya mempermudah proses pemesanan tiket secara online, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengakomodir pembayaran non tunai. Dengan e-ticketing, waktu tunggu penumpang dapat dikurangi secara signifikan, menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan modern.

“Kami optimis, pencapaian Badan Usaha Pelabuhan BP Batam di tahun 2025 akan lebih baik. Kami juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk bersama-sama meningkatkan pelayanan di sektor kepelabuhanan,” tutup Dendi.

14Jan

Badan Usaha Pelabuhan BP Batam Catatkan Kinerja Positif dengan Pertumbuhan Volume Kontainer 8 Persen di 2024

Badan Usaha Pelabuhan BP Batam mencatatkan kinerja luar biasa pada tahun 2024, dengan peningkatan arus peti kemas di Pelabuhan Batam sebesar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari 624.061 TEUs pada 2023 menjadi 673.343 TEUs pada 2024.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar, menyatakan bahwa pencapaian arus peti kemas ini mencakup 673 ribu TEUs, terdiri dari 180 ribu TEUs peti kemas domestik dan 493 ribu TEUs ekspor-impor.

“Kenaikan volume peti kemas ini tak lepas dari upaya strategis dalam mengembangkan layanan bongkar muat. Pada Maret 2023, Batam melalui Terminal Peti Kemas Batu Ampar telah membuka direct call ke China, yang dilanjutkan pada Agustus 2023 ke Myanmar,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Senin (13/1/2025).

Sebanyak 84 persen dari total arus peti kemas Pelabuhan Batam, atau sekitar 568 ribu TEUs, berasal dari Terminal Batu Ampar. Sejak 1 November 2023, sisi Dermaga Utara Terminal ini telah resmi dioperasikan oleh PT Persero Batam. Dendi optimistis jumlah ini akan terus meningkat seiring dengan rencana pengembangan Terminal Peti Kemas Batu Ampar dengan investasi senilai Rp 3,6 triliun.

Sejalan dengan itu, jumlah kunjungan kapal di wilayah kerja Badan Usaha Pelabuhan BP Batam sepanjang tahun 2024 mencapai 28.961 ship call, naik 3 persen dari tahun sebelumnya. Di Terminal Batu Ampar sendiri, kunjungan kapal meningkat 6 persen, dari 7.202 ship call pada 2023 menjadi 7.656 ship call pada 2024. Dalam hal Gross Tonnage (GT), terdapat peningkatan sebesar 7 persen, dari 46 juta GT pada 2023 menjadi 49,3 juta GT pada 2024.

Untuk arus barang non-peti kemas, terdapat pertumbuhan 5 persen, yaitu dari 9,2 juta ton pada 2023 menjadi 9,7 juta ton pada 2024.

“Meski telah mencatatkan kinerja yang mengesankan sepanjang tahun 2024, kami akan terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan untuk memberikan pengalaman terbaik kepada seluruh pengguna jasa kepelabuhanan,” imbuh Dendi.

Badan Usaha Pelabuhan BP Batam juga telah melaksanakan sejumlah inisiatif strategis, seperti digitalisasi layanan pelabuhan melalui penyempurnaan Sistem Pelaporan Tersus pada Batam Seaport Information Management System (B-SIMS), implementasi Batam Terminal Operating System (B-TOS) di Terminal Peti Kemas Batu Ampar, dan pembukaan rute pelayaran perdana Direct Call ke China yang dimulai pada 31 Maret 2024 lalu melalui Kapal MV SITC Hakata dan disusul rute pelayaran perdana Kapal MV Uni Active Evergreen Line pada 20 Agustus 2024 lalu.

Selain itu, pengembangan infrastruktur dan suprastruktur di Terminal Batu Ampar juga terus digesa untuk mendukung peningkatan kapasitas dan efisiensi operasional salah satunya melalui pembangunan Container Yard seluas 12 Hektare merupakan bagian dari investasi PT Persero Batam dalam pembangunan, pengoperasian dan pengembangan Terminal Peti Kemas Batu Ampar dengan investasi sekitar Rp 360 Miliar yang sudah dimulai sejak Mei 2024 lalu.

“Sebagai mana arahan dari Kepala BP Batam, H. Muhammad Rudi, Pelabuhan Batam akan terus menjadi penggerak utama perekonomian nasional, mendukung investasi, dan membuka peluang baru di sektor logistik,” tandas Dendi.

FacebookInstagramYoutube
We Are Here!

Layanan B-Care