PENGUMUMAN :
13Nov

Kinerja Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam Capai 97 Persen dari Target, Tegaskan Arah Transformasi Pelabuhan Nasional

Batam, November 2025 – Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam menutup periode Januari–Oktober 2025 dengan capaian kinerja yang positif dan konsisten tumbuh di seluruh indikator utama.

Realisasi penerimaan mencapai Rp 388,13 miliar, atau 97 persen dari target tahunan Rp 401,86 miliar, meningkat 15,8 persen dibandingkan capaian tahun 2024.

Capaian ini mencerminkan efektivitas pengelolaan pendapatan serta perbaikan tata kelola dan pelayanan pelabuhan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri.

Selama sepuluh bulan pertama tahun ini, total kunjungan kapal barang dan penumpang mencapai 92.605 call, naik 15 persen dari tahun sebelumnya, dengan total bobot kapal 60,1 juta GT, atau meningkat 16 persen secara tahunan. Peningkatan arus kapal ini diikuti dengan pertumbuhan volume peti kemas sebesar 20 persen, serta general cargo 15 persen, menandai solidnya kinerja sektor logistik maritim di Batam.

Anggota Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, dan Lalu Lintas Barang BP Batam, Ruslan Aspan, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor yang menjaga capaian kinerja di tengah dinamika ekonomi global.

“Capaian ini menunjukkan sinergi yang baik antara BP Batam, operator, dan seluruh pelaku usaha. Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan terus meningkatkan efektivitas layanan, memperkuat infrastruktur, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa kinerja positif kepelabuhanan menjadi bukti nyata arah transformasi Batam menuju pusat logistik modern berdaya saing internasional.

“Kinerja yang dicapai Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan bukan hanya sekadar angka, tetapi mencerminkan keberhasilan dalam menata sistem layanan pelabuhan yang efisien dan berstandar internasional. Ini adalah bagian dari visi BP Batam untuk menjadikan Batam sebagai simpul utama logistik dan investasi nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menilai bahwa konsistensi peningkatan di berbagai indikator menjadi fondasi kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan di tahun 2026.

“Kami mendorong percepatan digitalisasi layanan dan integrasi sistem antar-terminal untuk menjaga keberlanjutan kinerja. Sinergi antara kebijakan, infrastruktur, dan sumber daya manusia menjadi kunci dalam mempertahankan daya saing pelabuhan Batam,” tutupnya.

Capaian hingga Oktober 2025 ini sekaligus menjadi cerminan kesiapan BP Batam untuk memasuki tahun 2026 dengan fokus pada efisiensi rantai pasok, transparansi layanan, dan penguatan peran Batam sebagai gerbang logistik strategis Indonesia.

12Nov

Sektor Barang dan Penumpang Tumbuh Dua Digit, Batu Ampar dan Batam Center Jadi Penopang Utama Kinerja Pelabuhan Batam

Batam, November 2025 – Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam mencatat pertumbuhan dua digit di sektor barang dan penumpang sepanjang periode Januari–Oktober 2025. Volume peti kemas tercatat 665.286 TEUs, naik 20 persen dibandingkan 2024, sementara general cargo mencapai 9,64 juta ton, meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh peningkatan aktivitas di Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang mencatat 436 ribu TEUs, tumbuh 26 persen secara tahunan, serta Terminal Umum Batu Ampar BP Batam yang mencapai 136 ribu TEUs, naik 11 persen. Di sektor kargo umum, Terminal Curah Cair Kabil menjadi penyumbang terbesar dengan 3,3 juta ton, naik 13 persen, didukung oleh peningkatan permintaan industri energi, BBM, dan CPO.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan Benny Syahroni menjelaskan bahwa peningkatan tersebut merupakan hasil nyata dari transformasi infrastruktur dan optimalisasi operasional yang tengah dijalankan.

“Transformasi layanan di Batu Ampar dan Kabil telah memberikan dampak langsung terhadap efisiensi arus barang. Kami memastikan kapasitas dan keandalan terminal terus ditingkatkan, sejalan dengan tren logistik global,” ujarnya.

Kinerja positif juga tercermin pada sektor penumpang. Hingga Oktober 2025, total trafik penumpang datang dan berangkat mencapai 7.665.630 orang, naik 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Terminal Ferry Internasional Batam Center mencatat lonjakan tertinggi dengan 21.628 call, meningkat 26 persen, sementara bobot kapal penumpang tumbuh 37 persen menjadi 16,08 juta GT.

Anggota Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, dan Lalu Lintas Barang Ruslan Aspan menilai peningkatan ini menunjukkan pulihnya mobilitas masyarakat serta efektivitas kebijakan pelayanan publik yang diterapkan BP Batam.

“Lonjakan trafik penumpang menjadi bukti kepercayaan publik terhadap layanan pelabuhan Batam. Kami memastikan seluruh terminal penumpang beroperasi dengan standar keselamatan dan kenyamanan yang tinggi,” tegasnya.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan bahwa ke depan, digitalisasi sistem manajemen penumpang akan menjadi fokus utama.

“BP Batam tengah menyiapkan sistem boarding management dan integrasi data lintas terminal untuk mempercepat proses pelayanan serta meningkatkan pengalaman pengguna,” jelasnya.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan, pertumbuhan di sektor barang dan penumpang ini menjadi refleksi dari keberhasilan transformasi pelabuhan Batam secara menyeluruh.

“Batu Ampar dan Batam Center kini menjadi wajah baru pelabuhan Batam yang modern, efisien, dan kompetitif. Kinerja positif ini memperkuat posisi Batam sebagai hub logistik dan konektivitas kawasan barat Indonesia,” ujar Amsakar.

BP Batam akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan melalui modernisasi fasilitas, peningkatan kapasitas SDM, dan kolaborasi dengan mitra strategis internasional untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan sektor maritim dan logistik nasional.

29Oct

Trafik Penumpang Kapal Batam Tembus 6,9 Juta, Rute Malaysia Catat Lonjakan Tertinggi

Mobilitas masyarakat melalui pelabuhan penumpang di Batam terus menunjukkan tren positif. Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam kembali mencatatkan pertumbuhan positif di sektor Pelabuhan Penumpang pada periode Januari-September 2025.

Jumlah penumpang kapal datang dan berangkat tercatat total 6,9 juta orang, terdiri dari penumpang di terminal ferry domestik dan internasional. Angka ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan ini turut didorong kenaikan kunjungan kapal penumpang hingga 60.522 call, naik 19 persen dengan bobot kapal tercatat 14,4 juta GT atau naik 38 persen dibandingkan Januari-September 2024 lalu. Data tersebut menegaskan Batam semakin vital sebagai simpul konektivitas regional.

Terminal Ferry Internasional Batam Center mencatat trafik tertinggi dengan 2,3 juta penumpang datang dan berangkat (naik 13 persen). Disusul Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur dengan 1,54 juta penumpang (naik 8 persen), serta Terminal Ferry Domestik dan Internasional Harbour Bay yang melayani 1,48 juta penumpang (naik 9 persen).

Dari sisi rute internasional, Malaysia mencatat pertumbuhan paling tinggi. Penumpang keberangkatan ke Malaysia naik 28 persen menjadi 603 ribu orang pada periode Januari-September 2025 ini, sementara kedatangan dari Malaysia melonjak 36 persen menjadi 587 ribu orang.

Meski demikian, Singapura tetap mendominasi sebagai rute favorit, dengan keberangkatan sebanyak 1,33 juta orang (naik 5 persen) dan kedatangan sebanyak 1,36 juta orang (naik 4 persen).

Peningkatan trafik penumpang, terutama di rute Malaysia dan Singapura, menunjukkan Batam semakin strategis sebagai simpul konektivitas regional yang menghubungkan Indonesia dengan negara tetangga.

Anggota Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, dan Lalu Lintas Barang BP Batam, Ruslan Aspan menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang menjaga kinerja kepelabuhanan. Hal ini tercermin dari berbagai tindak lanjut yang telah dilakukan Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan di berbagai sektor pelayanan.

“Sejalan dengan arahan pimpinan BP Batam, kami akan mendorong transformasi digital, meningkatkan standar layanan, serta memastikan pelabuhan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata nasional,” ujar Ruslan dalam keterangan resminya.

Pertumbuhan penumpang yang konsisten ini sejalan dengan visi Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, yang menekankan pentingnya peran Batam sebagai gerbang laut Indonesia. Sinergi seluruh pihak akan terus diperkuat agar Batam semakin kokoh sebagai hub logistik internasional sekaligus pusat konektivitas masyarakat di Asia Tenggara.

“Arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam adalah memperkuat Batam sebagai simpul konektivitas internasional sekaligus motor pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, kami di jajaran Deputi akan memastikan pengelolaan bandara, pelabuhan, dan lalu lintas barang berjalan terpadu, sehingga peningkatan trafik penumpang ini benar-benar memberi dampak signifikan bagi konektivitas, logistik, dan pariwisata Batam di tingkat regional maupun global,” pungkasnya.

14Oct

Batam Catat Pertumbuhan Logistik Signifikan, Peti Kemas hingga General Cargo Tumbuh 2 Digit

Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam mencatatkan kinerja gemilang di sektor logistik selama periode Januari-September 2025. Tiga indikator utama, yaitu volume peti kemas, general cargo, dan kunjungan kapal barang, menunjukkan pertumbuhan dua digit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Disampaikan Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan, Benny Syahroni, pertumbuhan dua digit pada seluruh indikator utama, menandakan posisi strategis Pelabuhan Batam dalam wilayah kerja Badan Pengusahaan Batam yang semakin kokoh sebagai gerbang ekspor-impor yang vital bagi Indonesia.

Ia menjelaskan, sepanjang periode Januari-September tahun ini, total volume peti kemas yang ditangani oleh Pelabuhan Batam tumbuh 18% atau mencapai angka 583.267 TEUs. Kenaikan ini didorong secara masif oleh kinerja Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang baru saja memulai Tahap Komersial 2 pada awal September lalu dan menyumbang 65% dari total volume dengan pertumbuhan spektakuler sebesar 24%.

“Di balik angka ini, tampak jelas dinamika perdagangan yang sehat, di mana aktivitas impor menunjukkan laju tercepat dengan kenaikan 27% (226.576 TEUs), sejalan dengan kebutuhan industri, sementara ekspor tetap solid dengan pertumbuhan 19% (216.203 TEUs),” ujar Benny dalam keterangan resminya, Senin (13/10/2025).

Tak hanya peti kemas, sektor kargo umum (general cargo) juga mencatat rekor signifikan. Total bongkar muat general cargo periode Januari-September 2025 berhasil menembus 8,6 juta ton, meningkat substansial 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Terminal Umum Curah Cair Kabil dan Terminal Batu Ampar menjadi kontributor terdepan dalam volume general cargo ini.

“Menariknya, dominasi logistik domestik terlihat jelas pada general cargo, di mana volume bongkar muat untuk kebutuhan pasar dalam negeri melonjak 25%, mengukuhkan peran Batam sebagai hub distribusi regional yang efisien,” imbuh Benny.

Jumlah kunjungan kapal barang tercatat 22.509 call sepanjang Januari-September 2025, dengan total bobot 39 Juta GT, naik masing-masing 6% dan 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Terminal Batu Ampar menjadi pintu utama dengan jumlah kunjungan kapal 6.139 call (naik 11%) dan 7,8 juta GT. 

Kesenjangan antara kenaikan jumlah kapal dan bobot kapal ini memberikan satu kesimpulan penting bahwa Pelabuhan Batam semakin diandalkan oleh kapal-kapal kargo berukuran besar, sebuah indikasi kunci bahwa layanan Batam memenuhi standar logistik internasional yang menuntut efisiensi skala ekonomi.

“Pertumbuhan dua digit pada sejumlah indikator logistik di periode Januari-September 2025 ini adalah bukti nyata kinerja kolaboratif antara BP Batam, CIQP dan para pemangku kepentingan. Capaian ini sejalan dengan arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, yang terus mendorong transformasi digital dan efisiensi layanan agar Batam kokoh sebagai tumpuan pertumbuhan ekonomi nasional,” tandasnya.

18Sep

Volume Peti Kemas Batam Tembus 500 Ribu TEUs, Pelabuhan Batu Ampar Jadi Penopang Utama

Batam, 18 September 2025 – Volume bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batam yang berada dalam wilayah kerja Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatatkan pertumbuhan sebesar 15% pada periode Januari-Agustus 2025, dengan total mencapai 501.695 TEUs. Dari capaian tersebut, Terminal Peti Kemas Batu Ampar memberikan kontribusi terbesar yakni 65% atau setara dengan 324.240 TEUs.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan, Benny Syahroni, mengungkapkan bahwa dari total capaian tersebut, perdagangan internasional (ekspor-impor) mendominasi sebesar 76% atau mencapai 382.029 TEUs. Pencapaian ini ditopang oleh perluasan layanan Direct Call dari Batam ke berbagai negara seperti China, Vietnam, Myanmar, hingga transhipment internasional ke India.

“Hingga Agustus 2025, Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang dioperatori oleh mitra kerja sama BP Batam, yakni PT Batam Terminal Petikemas, telah berhasil membuka enam layanan Direct Call dan satu di antaranya adalah layanan transhipment internasional,” ujar Benny dalam keterangan resminya, Kamis (18/8/2025).

Lebih lanjut, Benny optimistis Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan dapat mencapai target volume bongkar muat peti kemas tahun 2025 sebesar 700.000 TEUs. Optimisme ini sejalan dengan realisasi hingga Agustus 2025 yang sudah mencapai 72% dari target. Terlebih sejak 1 September 2025, PT Batam Terminal Petikemas mulai mengoperasikan empat STS Crane tambahan sehingga saat ini TPK Batu Ampar memiliki lima unit STS Crane untuk memperkuat kelancaran kegiatan bongkar muat.

“Per 1 September 2025, PT Batam Terminal Petikemas mulai mengoperasikan empat STS Crane tambahan yang menandai pengoperasian Tahap II. Dengan penambahan ini, diharapkan produktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas Batu Ampar dapat semakin meningkat dan efisien,” imbuh Benny.

Selain capaian di sektor peti kemas, Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan juga mencatat kinerja positif pada bongkar muat general cargo yang mencapai 7,6 juta ton selama periode Januari-Agustus 2025 atau tumbuh 20% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Dari total volume tersebut, Terminal Curah Cair Kabil menyumbang 34% dengan capaian 2,6 juta ton. Berbeda dengan peti kemas, aktivitas general cargo didominasi oleh perdagangan domestik yang mencapai 62% atau sebesar 4,7 juta ton.

“Dengan capaian positif ini, kami akan terus berkomitmen meningkatkan layanan kepelabuhanan, memperkuat konektivitas, dan memastikan Pelabuhan Batam dapat berperan sebagai hub logistik yang andal baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Benny.

28Jul

Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan Catatkan Kinerja Positif Semester I 2025

Peti Kemas Tumbuh 15%, Jumlah Penumpang Tembus 4,6 Juta Orang

Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan mencatat kinerja yang menggembirakan selama Semester I Tahun 2025. Sejumlah indikator utama, seperti volume peti kemas, general cargo, jumlah penumpang, hingga realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), menunjukkan tren pertumbuhan positif. Hal ini menjadi sinyal kuat atas keberlanjutan upaya peningkatan layanan dan efisiensi pengelolaan pelabuhan di wilayah kerja BP Batam.

Hingga akhir Juni 2025, total realisasi penerimaan Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan mencapai Rp219,75 miliar atau 55 persen dari target tahunan sebesar Rp401,86 miliar. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, realisasi penerimaan meningkat 16 persen, yakni dari Rp189 miliar menjadi Rp219,75 miliar. Capaian ini mencerminkan peningkatan efektivitas dalam kegiatan pengusahaan kepelabuhanan, mengingat pada Semester I tahun lalu realisasi baru mencapai 48 persen dari target tahunannya.

Dari sisi operasional, jumlah kunjungan kapal barang dan penumpang tercatat sebanyak 54.876 call selama Januari–Juni 2025, tumbuh 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Kunjungan kapal barang tercatat sebanyak 14.461 call, sementara kapal penumpang mencapai 40.415 call. Dari sisi bobot kotor kapal (Gross Tonnage/GT), total GT mencapai 34.877.449 GT atau naik 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rincian GT kapal barang sebesar 25.025.887 GT dan GT kapal penumpang sebesar 9.851.562 GT.

Volume peti kemas yang ditangani di pelabuhan-pelabuhan dalam wilayah kerja BP Batam juga mengalami pertumbuhan signifikan. Selama enam bulan pertama tahun ini, total volume peti kemas mencapai 359.944 TEUs, naik 15 persen dibandingkan dengan Semester I Tahun 2024. Secara perdagangan, aktivitas ekspor dan impor mendominasi dengan total 273.004 TEUs atau meningkat 18 persen. Sementara itu, volume peti kemas domestik turut mengalami pertumbuhan sebesar 6 persen, dari 82.300 TEUs menjadi 86.940 TEUs.

Volume general cargo juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total 5.427.065 ton muatan tercatat hingga Juni 2025.

Sementara itu, jumlah penumpang yang dilayani di terminal ferry domestik dan internasional Batam mencapai 4.645.169 orang, tumbuh sebesar 8 persen dibandingkan dengan Semester I 2024. Dari jumlah tersebut, penumpang di Terminal Ferry Internasional tercatat sebanyak 2.568.698 orang, sementara penumpang di Terminal Ferry Domestik sebanyak 2.076.471 orang.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif serta sinergi yang baik antara internal direktorat dan para pemangku kepentingan.

“Capaian positif selama Semester I 2025 ini mencerminkan fondasi kuat yang telah dibangun dalam tata kelola pelabuhan. Sebagai pimpinan baru, saya melihat potensi besar untuk terus melanjutkan transformasi yang telah berjalan, khususnya dalam penguatan layanan digital dan efisiensi operasional,” ujar Benny.

Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, Lalu Lintas Barang, Ruslan Aspan mengapresiasi Kinerja Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan periode Semester I Tahun 2025.  Ruslan pun optimis Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan dapat menutup tahun 2025 dengan performa yang semakin kuat dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Batam maupun secara nasional.

“Pelabuhan adalah simpul utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Kami memandang pelabuhan tidak hanya sebagai gerbang logistik, tetapi juga sebagai motor penggerak industri, perdagangan, dan mobilitas masyarakat. Hal ini sejalan dengan arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam yang menjalankan mandat Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk menjadikan Batam sebagai salah satu kontributor utama dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Ruslan.

18Jun

Benny Syahroni Resmi Pimpin Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan

Transformasi Organisasi Perkuat Layanan dan Tata Kelola Kepelabuhanan di Batam

BP Batam secara resmi melaksanakan prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan pada Rabu (18/6/2025), bertempat di Aula Lantai 4 Kantor Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan. Sertijab ini menandai perubahan nomenklatur dari Badan Usaha Pelabuhan menjadi Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Kepala BP Batam Nomor 2 Tahun 2025 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unit Organisasi di Bawah Anggota/Deputi.

Jabatan Direktur diserahterimakan dari Dendi Gustinandar, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Badan Usaha Pelabuhan, kepada Benny Syahroni sebagai Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan yang baru. Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, dan Lalu Lintas Barang, Ruslan Aspan, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan struktural, pejabat fungsional, dan perwakilan unit kerja terkait.

Dalam sambutannya, Ruslan Aspan menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan capaian kinerja yang telah ditorehkan oleh Dendi Gustinandar selama masa jabatannya sejak 2021. Ia juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru dapat melanjutkan langkah transformasi dan inovasi dalam pengelolaan pelabuhan ke depan.

“Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Dendi Gustinandar yang telah menorehkan sederet capaian dan kinerja demi kemajuan Pelabuhan Batam. Dan kami ucapkan selamat kepada Bapak Benny Syahroni sebagai Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan yang baru. Semoga hal yang baik dapat terus dipertahankan dan dikembangkan melalui berbagai inovasi dalam peningkatan layanan kepelabuhanan,” ujar Ruslan Aspan dalam sambutannya.

Selama masa kepemimpinannya, Dendi Gustinandar berhasil mengawal sejumlah transformasi strategis, mulai dari peningkatan kinerja operasional pelabuhan dan optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), penguatan layanan digital melalui penyempurnaan sistem B-SIMS (Batam Seaport Information Management System) dan implementasi e-ticketing di Terminal Ferry Domestik hingga transformasi Terminal Peti Kemas Batu Ampar.

“Dengan kepemimpinan baru, Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan kami harap dapat terus memperkuat tata kelola pelabuhan, mendorong efisiensi layanan, serta membangun sinergi yang lebih solid dengan seluruh pemangku kepentingan pelabuhan di Batam dan kawasan sekitarnya,” tandasnya.

25Apr

Penumpang di Terminal Domestik BP Batam Tumbuh Positif 9% di Triwulan I 2025

Badan Usaha Pelabuhan BP Batam kembali mencatat kinerja yang menggembirakan pada Triwulan I 2025 (Januari–Maret) di sektor pelayanan penumpang domestik.

Berdasarkan data operasional, jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui Terminal Penumpang Domestik BP Batam meliputi Terminal Ferry Domestik Sekupang, Telaga Punggur, Harbour Bay, dan Pelni mencapai 981.320 orang, atau meningkat 9% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni 896.955 orang.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi laut domestik yang dikelola BP Batam.

“Pertumbuhan jumlah penumpang di terminal penumpang domestik pada Triwulan I 2025 menunjukkan bahwa upaya kami dalam menjaga kualitas pelayanan serta meningkatkan infrastruktur dan digitalisasi pemesanan tiket secara online telah memberikan hasil yang positif. Kami akan terus berinovasi demi mendukung mobilitas masyarakat antarwilayah domestik,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Jumat (25/4/2025).

Ke depan, BP Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra,kata Dendi akan terus berkomitmen memperkuat pelayanan melalui peningkatan fasilitas, SDM, dan sistem pelayanan digital.

“Langkah ini sejalan dengan komitmen Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam dalam mewujudkan pelayanan kepelabuhanan yang efisien, aman, dan andal demi mendukung konektivitas antarwilayah di wilayah Batam dan sekitarnya,” imbuhnya.

Terminal Roro Telaga Punggur Bukan Wilayah Kerja Pelabuhan BP Batam

Sementara, menanggapi sejumlah pertanyaan dari masyarakat ihwal pengelolaan Terminal RORO Telaga Punggur, Dendi turut meluruskan bahwa Terminal RORO Telaga Punggur bukan merupakan bagian dari wilayah kerja Badan Usaha Pelabuhan BP Batam.

“Wilayah kerja kami mencakup terminal-terminal penumpang domestik di bawah pengelolaan BP Batam, yaitu Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur, Sekupang, dan Harbour Bay. Sementara itu, Terminal RORO Telaga Punggur dikelola oleh BUMN yakni PT ASDP Indonesia Ferry (Persero),” jelasnya.

14Apr

Kinerja Triwulan I 2025 Tunjukkan Pertumbuhan Positif, BUP BP Batam Optimistis Capai Target Tahun 2025

Mengawali tahun 2025, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam mencatat kinerja operasional yang menjanjikan. Selama periode Triwulan I (Januari–Maret), hampir seluruh indikator pelayanan pelabuhan, baik barang maupun penumpang, menunjukkan tren peningkatan yang stabil dibandingkan periode Triwulan I tahun lalu.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti bahwa strategi penguatan layanan dan pengelolaan pelabuhan yang dijalankan selama ini mulai menunjukkan hasil.

“Kami bersyukur dapat mengawali tahun ini dengan performa yang positif. Ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim serta kepercayaan para pengguna jasa pelabuhan yang terus tumbuh. Tren ini menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi di periode berikutnya,” ujar Ariastuty dalam keterangan resminya, Senin (14/4/2025).

Kinerja Pelabuhan Barang menunjukkan pertumbuhan yang cukup stabil. Jumlah kunjungan kapal meningkat 4%, dari 6.945 call menjadi 7.206 call. Sementara itu, total Gross Tonnage kapal barang juga mengalami kenaikan sebesar 9%, mencapai 12,2 juta GT. Kenaikan ini juga tercermin dari volume bongkar muat barang, di mana volume general cargo tercatat sebesar 2,6 juta ton, tumbuh 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Volume peti kemas pun menunjukkan peningkatan sebesar 7%, dari 156 ribu TEUs menjadi 166 ribu TEUs.

Tidak hanya sektor logistik, pergerakan penumpang di pelabuhan juga mengalami peningkatan yang signifikan. Jumlah kunjungan kapal penumpang tercatat sebanyak 19.771 call, naik 15% dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini juga diikuti oleh lonjakan Gross Tonnage kapal penumpang yang mencapai 4,9 juta GT, atau naik 40% dibandingkan Triwulan I 2024.

Sementara itu, dari sisi jumlah penumpang, Terminal Ferry Domestik mencatatkan pergerakan sebanyak 981 ribu orang, tumbuh 9% dari tahun sebelumnya. Terminal Ferry Internasional juga mengalami pertumbuhan, dengan jumlah penumpang mencapai 1,2 juta orang, atau naik 7% dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Hal yang menarik, penumpang yang datang dan berangkat menuju Malaysia menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 37% dengan total 347 ribu penumpang, menunjukkan tingginya arus penumpang lintas negara. Sementara itu, penumpang yang datang dan berangkat ke Singapura sedikit melandai, namun masih mencatatkan 854 ribu penumpang dan tetap menjadi tujuan utama pada rute Internasional.

“Kami mencermati bahwa konektivitas regional melalui pelabuhan Batam terus menunjukkan dinamika positif. Tujuan Malaysia mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, sementara Singapura tetap menjadi tujuan Internasional utama yang stabil. Ke depan, kami akan terus meningkatkan layanan dan memperluas kapasitas untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang,” tambah Ariastuty.

Menurut Ariastuty, capaian ini bukan titik akhir, tetapi menjadi motivasi bagi BP Batam dalam meningkatkan standar pelayanan. BP Batam menurutnya tengah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari digitalisasi sistem layanan, penguatan kapasitas pelabuhan, hingga peningkatan kenyamanan dan keamanan fasilitas terminal.

“Kami ingin menjadikan pelabuhan di Batam tidak hanya sebagai titik singgah, tapi juga sebagai wajah keramahan, efisiensi, dan daya saing Indonesia. Target kami bukan hanya pertumbuhan, tapi juga keberlanjutan,” tutupnya.

07Apr

Angkutan Lebaran 2025 Berjalan Lancar, Lalu Lintas Penumpang di Pelabuhan Batam Tunjukkan Tren Positif

Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam mencatat pelaksanaan angkutan Lebaran 1446 Hijriah di seluruh pelabuhan dalam wilayah kerja BP Batam berlangsung lancar, aman, dan tertib. Baik di terminal ferry domestik maupun internasional, operasional pelabuhan berjalan optimal berkat sinergi dan kerja sama antarinstansi yang solid selama periode arus mudik dan balik, sejak H-16 hingga H+5.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, capaian tersebut tak lepas dari kolaborasi antara unsur CIQP—Bea Cukai, Imigrasi, Karantina Kesehatan, dan KSOP Khusus Batam—serta dukungan dari unsur pengamanan seperti TNI, Kepolisian, dan Direktorat Pengamanan BP Batam.

“Capaian ini adalah hasil dari koordinasi yang sangat baik antara seluruh pemangku kepentingan. Kami bersyukur arus mudik dan balik tahun ini dapat berlangsung dengan lancar dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Senin (7/4/2025).

Dalam periode angkutan Lebaran tahun ini, jumlah penumpang domestik yang melalui pelabuhan di bawah pengelolaan BUP BP Batam mencapai 371 ribu orang, meningkat 5,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 351 ribu orang. Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur menjadi pelabuhan tersibuk dengan jumlah penumpang tertinggi, baik saat arus mudik maupun balik, disusul oleh Terminal Sekupang dan Harbour Bay.

Sementara itu, lalu lintas penumpang internasional juga menunjukkan tren positif. Hingga H+5, tercatat sebanyak 140.034 penumpang berangkat melalui terminal ferry internasional di Batam, mengalami kenaikan sebesar 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Terminal Batam Center menjadi pelabuhan internasional yang paling ramai saat arus mudik, sementara Harbour Bay menjadi pusat keramaian pada masa arus balik.

Data juga mencatat bahwa penumpang berkewarganegaraan Indonesia mendominasi dengan jumlah 138.320 orang, sementara wisatawan mancanegara berjumlah 136.919 orang. Selisih yang tipis ini mengindikasikan bahwa Batam tetap menjadi destinasi yang menarik bagi pelancong dari luar negeri, bahkan di tengah momen libur keagamaan.

“Melihat antusiasme masyarakat dan wisatawan internasional tahun ini, kami optimis bahwa daya tarik Batam sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata regional terus menguat. Ini menjadi motivasi kami untuk terus memperbaiki layanan kepelabuhanan,” lanjut Dendi.

Sebagai langkah evaluasi, BUP BP Batam akan memperkuat sistem pelayanan berbasis digital untuk meningkatkan monitoring arus penumpang secara real-time, melakukan penataan ulang area tunggu, serta meninjau kembali pola keberangkatan kapal agar lebih efisien. Selain itu, masukan dari pengguna jasa akan menjadi dasar dalam memperbaiki fasilitas seperti toilet, ruang tunggu, area parkir, serta proses boarding dan pembelian tiket.

“Kami ingin menjadikan pengalaman pengguna pelabuhan semakin nyaman dan efisien. Transformasi digital dan evaluasi berkelanjutan akan terus kami dorong sebagai bagian dari komitmen pelayanan prima,” tutup Dendi Gustinandar.

FacebookInstagramYoutube
We Are Here!

Layanan B-Care