





BP Batam secara resmi melaksanakan prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan pada Rabu (18/6/2025), bertempat di Aula Lantai 4 Kantor Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan. Sertijab ini menandai perubahan nomenklatur dari Badan Usaha Pelabuhan menjadi Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Kepala BP Batam Nomor 2 Tahun 2025 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unit Organisasi di Bawah Anggota/Deputi.
Jabatan Direktur diserahterimakan dari Dendi Gustinandar, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Badan Usaha Pelabuhan, kepada Benny Syahroni sebagai Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan yang baru. Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, dan Lalu Lintas Barang, Ruslan Aspan, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan struktural, pejabat fungsional, dan perwakilan unit kerja terkait.
Dalam sambutannya, Ruslan Aspan menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan capaian kinerja yang telah ditorehkan oleh Dendi Gustinandar selama masa jabatannya sejak 2021. Ia juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru dapat melanjutkan langkah transformasi dan inovasi dalam pengelolaan pelabuhan ke depan.
“Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Dendi Gustinandar yang telah menorehkan sederet capaian dan kinerja demi kemajuan Pelabuhan Batam. Dan kami ucapkan selamat kepada Bapak Benny Syahroni sebagai Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan yang baru. Semoga hal yang baik dapat terus dipertahankan dan dikembangkan melalui berbagai inovasi dalam peningkatan layanan kepelabuhanan,” ujar Ruslan Aspan dalam sambutannya.
Selama masa kepemimpinannya, Dendi Gustinandar berhasil mengawal sejumlah transformasi strategis, mulai dari peningkatan kinerja operasional pelabuhan dan optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), penguatan layanan digital melalui penyempurnaan sistem B-SIMS (Batam Seaport Information Management System) dan implementasi e-ticketing di Terminal Ferry Domestik hingga transformasi Terminal Peti Kemas Batu Ampar.
“Dengan kepemimpinan baru, Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan kami harap dapat terus memperkuat tata kelola pelabuhan, mendorong efisiensi layanan, serta membangun sinergi yang lebih solid dengan seluruh pemangku kepentingan pelabuhan di Batam dan kawasan sekitarnya,” tandasnya.
Berdasarkan data operasional, jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui Terminal Penumpang Domestik BP Batam meliputi Terminal Ferry Domestik Sekupang, Telaga Punggur, Harbour Bay, dan Pelni mencapai 981.320 orang, atau meningkat 9% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni 896.955 orang.
Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi laut domestik yang dikelola BP Batam.
“Pertumbuhan jumlah penumpang di terminal penumpang domestik pada Triwulan I 2025 menunjukkan bahwa upaya kami dalam menjaga kualitas pelayanan serta meningkatkan infrastruktur dan digitalisasi pemesanan tiket secara online telah memberikan hasil yang positif. Kami akan terus berinovasi demi mendukung mobilitas masyarakat antarwilayah domestik,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Jumat (25/4/2025).
Ke depan, BP Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra,kata Dendi akan terus berkomitmen memperkuat pelayanan melalui peningkatan fasilitas, SDM, dan sistem pelayanan digital.
“Langkah ini sejalan dengan komitmen Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam dalam mewujudkan pelayanan kepelabuhanan yang efisien, aman, dan andal demi mendukung konektivitas antarwilayah di wilayah Batam dan sekitarnya,” imbuhnya.
Sementara, menanggapi sejumlah pertanyaan dari masyarakat ihwal pengelolaan Terminal RORO Telaga Punggur, Dendi turut meluruskan bahwa Terminal RORO Telaga Punggur bukan merupakan bagian dari wilayah kerja Badan Usaha Pelabuhan BP Batam.
“Wilayah kerja kami mencakup terminal-terminal penumpang domestik di bawah pengelolaan BP Batam, yaitu Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur, Sekupang, dan Harbour Bay. Sementara itu, Terminal RORO Telaga Punggur dikelola oleh BUMN yakni PT ASDP Indonesia Ferry (Persero),” jelasnya.
Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti bahwa strategi penguatan layanan dan pengelolaan pelabuhan yang dijalankan selama ini mulai menunjukkan hasil.
“Kami bersyukur dapat mengawali tahun ini dengan performa yang positif. Ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim serta kepercayaan para pengguna jasa pelabuhan yang terus tumbuh. Tren ini menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi di periode berikutnya,” ujar Ariastuty dalam keterangan resminya, Senin (14/4/2025).
Kinerja Pelabuhan Barang menunjukkan pertumbuhan yang cukup stabil. Jumlah kunjungan kapal meningkat 4%, dari 6.945 call menjadi 7.206 call. Sementara itu, total Gross Tonnage kapal barang juga mengalami kenaikan sebesar 9%, mencapai 12,2 juta GT. Kenaikan ini juga tercermin dari volume bongkar muat barang, di mana volume general cargo tercatat sebesar 2,6 juta ton, tumbuh 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Volume peti kemas pun menunjukkan peningkatan sebesar 7%, dari 156 ribu TEUs menjadi 166 ribu TEUs.
Tidak hanya sektor logistik, pergerakan penumpang di pelabuhan juga mengalami peningkatan yang signifikan. Jumlah kunjungan kapal penumpang tercatat sebanyak 19.771 call, naik 15% dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini juga diikuti oleh lonjakan Gross Tonnage kapal penumpang yang mencapai 4,9 juta GT, atau naik 40% dibandingkan Triwulan I 2024.
Sementara itu, dari sisi jumlah penumpang, Terminal Ferry Domestik mencatatkan pergerakan sebanyak 981 ribu orang, tumbuh 9% dari tahun sebelumnya. Terminal Ferry Internasional juga mengalami pertumbuhan, dengan jumlah penumpang mencapai 1,2 juta orang, atau naik 7% dibandingkan periode yang sama pada 2024.
Hal yang menarik, penumpang yang datang dan berangkat menuju Malaysia menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 37% dengan total 347 ribu penumpang, menunjukkan tingginya arus penumpang lintas negara. Sementara itu, penumpang yang datang dan berangkat ke Singapura sedikit melandai, namun masih mencatatkan 854 ribu penumpang dan tetap menjadi tujuan utama pada rute Internasional.
“Kami mencermati bahwa konektivitas regional melalui pelabuhan Batam terus menunjukkan dinamika positif. Tujuan Malaysia mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, sementara Singapura tetap menjadi tujuan Internasional utama yang stabil. Ke depan, kami akan terus meningkatkan layanan dan memperluas kapasitas untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang,” tambah Ariastuty.
Menurut Ariastuty, capaian ini bukan titik akhir, tetapi menjadi motivasi bagi BP Batam dalam meningkatkan standar pelayanan. BP Batam menurutnya tengah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari digitalisasi sistem layanan, penguatan kapasitas pelabuhan, hingga peningkatan kenyamanan dan keamanan fasilitas terminal.
“Kami ingin menjadikan pelabuhan di Batam tidak hanya sebagai titik singgah, tapi juga sebagai wajah keramahan, efisiensi, dan daya saing Indonesia. Target kami bukan hanya pertumbuhan, tapi juga keberlanjutan,” tutupnya.
BP Batam bersama instansi terkait telah mendirikan Posko Angkutan Lebaran 2025 di seluruh pelabuhan yang dilengkapi dengan pusat informasi, layanan kesehatan, ruang tunggu yang nyaman, serta personel pengamanan dan petugas kebersihan yang siap membantu penumpang.
“Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran Angkutan Laut Lebaran 2025, termasuk menyiapkan langkah mitigasi guna mengantisipasi lonjakan penumpang baik di sisi darat maupun laut,” ujar Direktur BUP BP Batam Dendi Gustinandar, Kamis (27/3).
Untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang, operator kapal telah menyiapkan tambahan armada dan penyesuaian jadwal keberangkatan, terutama pada rute-rute dengan permintaan tinggi seperti Tanjungpinang, Tanjung Batu, Tanjung Balai Karimun, dan Dumai.
“Pada periode Angkutan Lebaran 2025 ini juga tersedia rute baru dari Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur ke Pancur (Lingga) yang dilayani oleh Kapal Oceanna 9 setiap hari pukul 09.30 WIB,” tambah Dendi.
Selain peningkatan kapasitas layanan, BP Batam juga terus mendorong digitalisasi layanan pelabuhan dengan penerapan sistem e-ticketing secara menyeluruh di Terminal Ferry Domestik.
“Langkah ini bertujuan untuk mempermudah pemesanan tiket dan mengurangi antrean di loket, terutama di musim peak season seperti Mudik Lebaran.” imbuhnya.
Sejalan dengan upaya tersebut, para operator kapal ferry di Pelabuhan Penumpang dalam wilayah kerja BP Batam saat ini telah bekerja sama dengan penyedia platform digital untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan tiket perjalanan. Pemesanan tiket kini dapat dilakukan melalui sejumlah layanan daring, termasuk website tiketkapal.com, easybook.com, dan aplikasi digital perbankan Livin’ Mandiri.
Vice President Bank Mandiri Area Batam, Antonius Budi Setiawan, menyampaikan bahwa layanan digitalisasi pemesanan tiket ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin membeli tiket kapal ferry secara non-tunai. “Melalui layanan digital, kami berharap dapat mendukung kelancaran arus mudik serta memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang kapal di terminal ferry penumpang dalam wilayah kerja BP Batam,” ujarnya.
BP Batam bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pelabuhan guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2025 dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Menariknya, wisatawan mancanegara dari Pelabuhan Malaysia yang berkunjung ke Batam meningkat 85% yakni menjadi 470 ribu orang di Tahun 2024. Sedangkan wisatawan mancanegara dari Pelabuhan Singapura juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 1% atau mencapai 2,1 juta orang di Tahun 2024.
Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar, menyambut positif peningkatan antusiasme wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam melalui jalur laut. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan sejumlah infrastruktur vital di Batam berdampak positif pada peningkatan kepercayaan wisatawan mancanegara dan pelaku perjalanan bisnis.
“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas pelabuhan, yang diharapkan dapat mendorong lebih banyak lagi kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Senin, 20/1/2025.
Tak hanya itu, sejumlah pencapaian lainnya juga berhasil ditorehkan Badan Usaha Pelabuhan BP Batam sepanjang 2024. Dendi menjelaskan, total penumpang datang dan berangkat di seluruh Pelabuhan Penumpang dalam wilayah kerja BP Batam meningkat sebesar 7% dibandingkan Tahun 2023 atau mencapai 8,6 juta orang. Dari jumlah tersebut, 4,8 juta orang tercatat melalui Terminal Ferry Internasional (meningkat 8%), sementara 3,85 juta penumpang melalui Terminal Ferry Domestik (naik 5%).
Wisatawan mancanegara mendominasi kunjungan di Terminal Ferry Internasional dengan total 2,56 juta orang, meningkat 9% dibandingkan tahun 2023. Penumpang Warga Negara Indonesia (WNI) yang melalui Terminal Ferry Internasional juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 6% atau mencapai total 2,27 juta orang.
Dari sisi terminal, Dendi menyebut, Terminal Ferry Internasional Batam Center mencatat rekor sebagai Terminal Internasional dengan jumlah penumpang terbanyak, mencapai 2,83 juta orang atau naik 8% dibandingkan tahun 2023. Sementara itu, Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur juga menjadi yang teratas untuk Terminal Domestik dalam wilayah kerja BP Batam dengan total 1,2 juta penumpang, naik 1% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Capaian ini merupakan hasil komitmen Kepala BP Batam, H. Muhammad Rudi, dalam mengembangkan layanan pelabuhan berkualitas. Batam kini tidak hanya menjadi pintu gerbang maritim Indonesia tetapi juga destinasi favorit di Asia Tenggara,” imbuh Dendi.
Selain itu, jumlah kunjungan kapal penumpang di Pelabuhan Batam juga menunjukkan peningkatan positif dengan total 69.064 call, naik 6% dari tahun sebelumnya. Kunjungan kapal berbendera dalam negeri meningkat 9% menjadi 38.489 call, sementara kapal berbendera luar negeri mencapai 30.575 call atau naik 2%.
Keberhasilan lainnya yang dicapai Badan Usaha Pelabuhan sepanjang 2024, ujar Dendi, adalah implementasi layanan e-ticketing di seluruh Terminal Ferry Domestik yang berada di bawah naungan BP Batam. Sistem ini tidak hanya mempermudah proses pemesanan tiket secara online, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengakomodir pembayaran non tunai. Dengan e-ticketing, waktu tunggu penumpang dapat dikurangi secara signifikan, menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan modern.
“Kami optimis, pencapaian Badan Usaha Pelabuhan BP Batam di tahun 2025 akan lebih baik. Kami juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk bersama-sama meningkatkan pelayanan di sektor kepelabuhanan,” tutup Dendi.
Hal ini menyusul hasil uji coba sandar KM Kelud yang sukses dilakukan pada Rabu, (27/11/2024) di dermaga Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada.
Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar mengatakan, pemindahan tambat Kapal Pelni ke Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi laut di wilayah Batam.
Rencana pemindahan tambat Kapal Pelni ini, imbuh Dendi, sudah direncanakan sejak lama, guna menjawab tantangan operasional di Terminal Batu Ampar yang tidak dirancang untuk melayani Penumpang.
“Pemindahan tambat Kapal Pelni dari Terminal Batu Ampar ke Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada sudah dipersiapkan sejak 2021 lalu, dimulai dengan pembangunan ruang tunggu yang layak bagi para penumpang Kapal Pelni serta pendalaman alur dan kolam dermaga sehingga aman untuk disandari kapal-kapal penumpang milik PT Pelni,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Jumat (29/11/2024).
Dendi pun mengapresiasi langkah PT Bintang Sembilan-Sembilan Persada selaku pengelola Pelabuhan Bintang Sembilan-Sembilan Persada yang telah menyiapkan infrastruktur guna mengakomodir arus penumpang Kapal Pelni dengan tujuan Belawan dan Jakarta.
“Keberhasilan pemindahan tambat Kapal Pelni ke Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada merupakan bukti komitmen Kepala BP Batam Muhammad Rudi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat yang menggunakan transportasi Kapal Pelni,” imbuhnya.
Dendi juga mengapresiasi sinergi lintas instansi yang telah bersama-sama mengawal pemindahan tambat kapal pelni ke Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada demi memastikan kenyamanan penumpang dan keselamatan pelayaran.
“Keberhasilan pemindahan tambat Kapal Pelni ke Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada merupakan hasil dari kolaborasi seluruh pihak, mulai dari KSOP Khusus Batam, Disnav Kelas I Tanjungpinang, KPU Bea Cukai Batam, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Polresta Barelang, Kepolisian Sektor Keamanan Pelabuhan, Dinas Perhubungan Kota Batam, Damri Cabang Batam, Pelindo Regional 1 Cabang Batam, PT Bintang Sembilan-Sembilan Persada, PT Pelni, serta instansi lainnya yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Batam,” imbuh Dendi.
Senada, di tempat terpisah, Kepala Cabang Pelni Batam, Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa pemindahan kapal Pelni ke Terminal Bintang 99 Persada pada Rabu mendatang merupakan bentuk upaya bersama dari seluruh stakeholder untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan maksimal kepada masyarakat. Terlebih, pemindahan ini dilakukan menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.
“Langkah ini adalah hasil sinergi lintas instansi. Kami selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik. Bagi penumpang Pelni yang sebelumnya mengalami ketidaknyamanan, kami berharap setelah pemindahan ke Terminal Bintang 99 Persada pelayanan yang diberikan dapat lebih optimal,” ujar Iqbal.
Deputi Bidang Perekonomian Setkab, Satya Bhakti Parikesit, menyampaikan pentingnya kerjasama yang erat antara para pemangku kepentingan di pelabuhan Batam untuk menciptakan efektivitas dan efisiensi pengelolaan pelabuhan di wilayah kerja Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas KPBPB Batam.
“Kami ingin memastikan penataan sistem operasional di Pelabuhan Batam berjalan dengan baik antar stakeholder, sehingga pengelolaan pelabuhan bisa lebih efektif dan efisien,” ujar Satya Bhakti Parikesit, dalam sambutannya.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, menegaskan bahwa BP Batam akan mendukung kebijakan Pemerintah Pusat guna pengelolaan kepelabuhanan di wilayah kerja BP Batam yang lebih baik lagi. Terlebih BP Batam baru saja melakukan transformasi pengelolaan Terminal Umum Batu Ampar yang diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu Terminal Peti Kemas berstandar Internasional dengan peningkatan efisiensi operasional serta layanan.
“BP Batam memiliki peran sebagai pendongkrak investasi dengan kewenangan yang diberikan untuk mengelola dan mengembangkan Kota Batam termasuk di sektor kepelabuhanan, sehingga diharapkan dengan penataan kewenangan kepelabuhanan di KPBPB Batam diharapkan semakin membawa angin segar bagi peningkatan realisasi investasi Kota Batam,” tambah Purwiyanto.
Selain pembahasan terkait kebijakan, pertemuan ini juga dilanjutkan dengan kegiatan kunjungan lapangan untuk meninjau langsung progres penataan kewenangan kepelabuhanan dan ekosistem logistik di Pelabuhan Batam. Rapat koordinasi dan kunjungan ini bertujuan untuk memastikan seluruh kebijakan dan program yang telah ditetapkan berjalan sesuai rencana.
Hadir dalam pertemuan ini Dirjen Perhubungan Laut, para Anggota Bidang BP Batam, Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam, Direktur Utama PT Persero Batam, serta delegasi dari Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).
Peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana di pelabuhan ini telah memberikan dampak luas terhadap perekonomian Batam. Masyarakat dan pelaku usaha di Batam dapat merasakan langsung dampak positif dari peningkatan tersebut.
Hal ini disampaikan Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar, saat menjadi pembicara dalam ajang bergengsi 3rd Port Development South East Asia Summit (PDSEAS) 2024 yang berlangsung di Hotel Hilton, Bangkok, Thailand, pada Selasa, 10 September 2024.

Dalam paparannya, Dendi menyebutkan bahwa keberhasilan transformasi Pelabuhan Batu Ampar tidak lepas dari tangan dingin Muhammad Rudi serta kolaborasi BP Batam dengan PT Persero Batam. Langkah awal transformasi tersebut adalah pengembangan Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar menjadi terminal berstandar internasional dan lebih modern.
Sejak mulai dioperasikannya satu unit Ship to Shore Crane dan dua unit Mobile Harbor Cranes untuk melayani bongkar muat kapal peti kemas, produktivitas di TPK Batu Ampar meningkat tajam menjadi 40-50 box per jam, dibandingkan sebelumnya yang hanya mencapai 8-10 box per jam dengan crane konvensional.
“Ini dilakukan sebagai upaya mengubah wajah Batu Ampar agar sesuai dengan kebutuhan investor akan cost logistic yang lebih efisien,” ujar Dendi.
Menurut data yang dihimpun Badan Usaha Pelabuhan, kinerja bongkar muat peti kemas pada Semester I Tahun 2024 mencapai 313 ribu TEUs, naik 7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.
“Modernisasi alat bongkar muat dan digitalisasi sistem tersebut telah memberikan nilai tambah bagi investor dalam bentuk efisiensi biaya logistik dan waktu yang lebih efektif,” seru Dendi.
Keberhasilan ini juga memungkinkan TPK Batu Ampar melayani kapal Direct Call internasional, dengan rute perdana Batam-China yang dimulai pada Maret 2024.
“Pada Agustus 2024 kemarin, rute Direct Call Batam-Yangon, Myanmar, juga telah dimulai yang membuka peluang baru dalam distribusi barang internasional,” imbuhnya.
Dendi optimis bahwa pengembangan berkelanjutan Terminal Peti Kemas Batu Ampar kedepannya akan meningkatkan daya saing Batam sebagai tujuan investasi dan hub logistik internasional, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kota Batam.
Mengangkat tema “Membangun Pelabuhan Hijau Cerdas Masa Depan melalui Kolaborasi, Inovasi, dan Keberlanjutan”. Ajang bergengsi di kancah Internasional ini menghadirkan 30 narasumber dari negara-negara ASEAN dan India, serta diikuti oleh lebih dari 700 peserta dari 100 perusahaan global yang berpartisipasi.
PDSEAS sendiri menjadi sebuah forum penting bagi pemerintah, otoritas pelabuhan, dan perusahaan untuk berbagi informasi, berdiskusi, dan menjalin kolaborasi guna mendukung pertumbuhan industri pelabuhan dan perkapalan di masa depan.
Data terbaru menunjukkan bahwa sektor kepelabuhanan Batam semakin menunjukkan tren positif, mencerminkan pertumbuhan signifikan dalam aktivitas perdagangan dan logistik di Kota Batam.
Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar, menyampaikan bahwa terdapat peningkatan sebesar 7 persen dalam jumlah kunjungan kapal pada Semester I Tahun 2024, mencapai 49.247 Call kapal, meliputi kapal barang dan penumpang. Ini adalah peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama di Tahun 2023, yang tercatat 46.086 Call.
Peningkatan terbesar terjadi pada kunjungan kapal barang yang naik 14 persen dari 13.303 Call pada Semester I Tahun 2023 menjadi 15.218 Call pada Tahun 2024. Kontribusi terbesar datang dari Terminal Batu Ampar, yang mencatat 5.080 Call pada Semester I Tahun 2024, naik 41 persen dari 3.591 Call pada Tahun 2023. Di sisi lain, kunjungan kapal penumpang juga mengalami kenaikan 4 persen, dari 32.783 Call menjadi 34.029 Call, mencerminkan peningkatan perjalanan orang dari dan menuju Batam baik secara domestik maupun internasional.
Selain itu, kinerja bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batam juga mencatat pertumbuhan yang positif. Pada Semester I Tahun 2024, volume bongkar muat peti kemas mencapai 313 ribu TEUs, meningkat 7 persen dibandingkan periode yang sama pada Tahun 2023. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan signifikan di sektor perdagangan domestik dan internasional, dengan volume bongkar muat dari perdagangan domestik mencapai 82 ribu TEUs (naik 8 persen) dan perdagangan internasional sebesar 231 ribu TEUs (naik 7 persen).
Terminal Batu Ampar, yang kini dikembangkan sebagai Terminal Peti Kemas, mencatatkan pertumbuhan kinerja bongkar muat tertinggi sebesar 8 persen atau mencapai 262 ribu TEUs. Peningkatan ini diharapkan akan terus berlanjut seiring dengan investasi yang dilakukan oleh mitra pengelola, PT Persero Batam, yang akan melengkapi terminal ini dengan 4 unit STS Crane.
Tak hanya peti kemas, kinerja bongkar muat general cargo juga mengalami peningkatan sebesar 7 persen, mencapai 4,5 juta ton pada Semester I Tahun 2024. Realisasi ini didominasi oleh kegiatan perdagangan domestik yang mengambil porsi 64 persen dari keseluruhan volume bongkar muat.
Dendi menegaskan bahwa pertumbuhan di berbagai sektor ini membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur yang digagas oleh Kepala BP Batam, H. Muhammad Rudi, telah memperkuat posisi Batam sebagai pusat logistik dan perdagangan yang strategis di wilayah ini. Upaya peningkatan fasilitas pelabuhan dan modernisasi sistem operasional telah memberikan dampak positif yang signifikan terhadap efisiensi dan kelancaran arus barang di pelabuhan.
“Dengan peningkatan yang kita capai, Batam semakin solid sebagai pusat logistik dan perdagangan di kawasan ini. Kami optimis bahwa tren positif ini akan terus berlanjut, seiring dengan berbagai upaya peningkatan infrastruktur yang tengah berlangsung,” ujar Dendi.