




Jumlah penumpang kapal datang dan berangkat tercatat total 6,9 juta orang, terdiri dari penumpang di terminal ferry domestik dan internasional. Angka ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan ini turut didorong kenaikan kunjungan kapal penumpang hingga 60.522 call, naik 19 persen dengan bobot kapal tercatat 14,4 juta GT atau naik 38 persen dibandingkan Januari-September 2024 lalu. Data tersebut menegaskan Batam semakin vital sebagai simpul konektivitas regional.
Terminal Ferry Internasional Batam Center mencatat trafik tertinggi dengan 2,3 juta penumpang datang dan berangkat (naik 13 persen). Disusul Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur dengan 1,54 juta penumpang (naik 8 persen), serta Terminal Ferry Domestik dan Internasional Harbour Bay yang melayani 1,48 juta penumpang (naik 9 persen).
Dari sisi rute internasional, Malaysia mencatat pertumbuhan paling tinggi. Penumpang keberangkatan ke Malaysia naik 28 persen menjadi 603 ribu orang pada periode Januari-September 2025 ini, sementara kedatangan dari Malaysia melonjak 36 persen menjadi 587 ribu orang.
Meski demikian, Singapura tetap mendominasi sebagai rute favorit, dengan keberangkatan sebanyak 1,33 juta orang (naik 5 persen) dan kedatangan sebanyak 1,36 juta orang (naik 4 persen).
Peningkatan trafik penumpang, terutama di rute Malaysia dan Singapura, menunjukkan Batam semakin strategis sebagai simpul konektivitas regional yang menghubungkan Indonesia dengan negara tetangga.
Anggota Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, dan Lalu Lintas Barang BP Batam, Ruslan Aspan menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang menjaga kinerja kepelabuhanan. Hal ini tercermin dari berbagai tindak lanjut yang telah dilakukan Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan di berbagai sektor pelayanan.

“Sejalan dengan arahan pimpinan BP Batam, kami akan mendorong transformasi digital, meningkatkan standar layanan, serta memastikan pelabuhan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata nasional,” ujar Ruslan dalam keterangan resminya.
Pertumbuhan penumpang yang konsisten ini sejalan dengan visi Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, yang menekankan pentingnya peran Batam sebagai gerbang laut Indonesia. Sinergi seluruh pihak akan terus diperkuat agar Batam semakin kokoh sebagai hub logistik internasional sekaligus pusat konektivitas masyarakat di Asia Tenggara.
“Arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam adalah memperkuat Batam sebagai simpul konektivitas internasional sekaligus motor pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, kami di jajaran Deputi akan memastikan pengelolaan bandara, pelabuhan, dan lalu lintas barang berjalan terpadu, sehingga peningkatan trafik penumpang ini benar-benar memberi dampak signifikan bagi konektivitas, logistik, dan pariwisata Batam di tingkat regional maupun global,” pungkasnya.

Disampaikan Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan, Benny Syahroni, pertumbuhan dua digit pada seluruh indikator utama, menandakan posisi strategis Pelabuhan Batam dalam wilayah kerja Badan Pengusahaan Batam yang semakin kokoh sebagai gerbang ekspor-impor yang vital bagi Indonesia.
Ia menjelaskan, sepanjang periode Januari-September tahun ini, total volume peti kemas yang ditangani oleh Pelabuhan Batam tumbuh 18% atau mencapai angka 583.267 TEUs. Kenaikan ini didorong secara masif oleh kinerja Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang baru saja memulai Tahap Komersial 2 pada awal September lalu dan menyumbang 65% dari total volume dengan pertumbuhan spektakuler sebesar 24%.
“Di balik angka ini, tampak jelas dinamika perdagangan yang sehat, di mana aktivitas impor menunjukkan laju tercepat dengan kenaikan 27% (226.576 TEUs), sejalan dengan kebutuhan industri, sementara ekspor tetap solid dengan pertumbuhan 19% (216.203 TEUs),” ujar Benny dalam keterangan resminya, Senin (13/10/2025).
Tak hanya peti kemas, sektor kargo umum (general cargo) juga mencatat rekor signifikan. Total bongkar muat general cargo periode Januari-September 2025 berhasil menembus 8,6 juta ton, meningkat substansial 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Terminal Umum Curah Cair Kabil dan Terminal Batu Ampar menjadi kontributor terdepan dalam volume general cargo ini.
“Menariknya, dominasi logistik domestik terlihat jelas pada general cargo, di mana volume bongkar muat untuk kebutuhan pasar dalam negeri melonjak 25%, mengukuhkan peran Batam sebagai hub distribusi regional yang efisien,” imbuh Benny.
Jumlah kunjungan kapal barang tercatat 22.509 call sepanjang Januari-September 2025, dengan total bobot 39 Juta GT, naik masing-masing 6% dan 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Terminal Batu Ampar menjadi pintu utama dengan jumlah kunjungan kapal 6.139 call (naik 11%) dan 7,8 juta GT.
Kesenjangan antara kenaikan jumlah kapal dan bobot kapal ini memberikan satu kesimpulan penting bahwa Pelabuhan Batam semakin diandalkan oleh kapal-kapal kargo berukuran besar, sebuah indikasi kunci bahwa layanan Batam memenuhi standar logistik internasional yang menuntut efisiensi skala ekonomi.
“Pertumbuhan dua digit pada sejumlah indikator logistik di periode Januari-September 2025 ini adalah bukti nyata kinerja kolaboratif antara BP Batam, CIQP dan para pemangku kepentingan. Capaian ini sejalan dengan arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, yang terus mendorong transformasi digital dan efisiensi layanan agar Batam kokoh sebagai tumpuan pertumbuhan ekonomi nasional,” tandasnya.
Keputusan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam nomor 739 tahun 2017 tentang Standar Pelayanan Publik dan Maklumat Pelayanan Publik pada Kantor Pelabuhan Laut Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.
| Meta | Keterangan |
|---|---|
| Kode | SK Kepala BP Batam Nomor 739 Tahun 2017 |
| Judul | Standar Pelayanan Publik dan Maklumat Pelayanan Publik pada Kantor Pelabuhan Laut Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam |
| Bentuk | Surat Keputusan Kepala Badan Pengusahaan Batam |
| Nomor | 739 |
| Tahun | 2017 |
| Tanggal Berlaku Efektif | 29 Desember 2017 |
| Status | Tidak berlaku |
| Dokumen | SK Kepala BP Batam Nomor 739 Tahun 2017 |
Mengatur mengenai Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR). Ruang lingkup penyelenggaraan PBBR meliputi: persyaratan dasar; Perizinan Berusaha (PB); Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB UMKU); norma, standar, prosedur, dan kriteria; layanan sistem OSS; pengawasan; evaluasi dan reformasi kebijakan; pendanaan; penyelesaian permasalahan dan hambatan; dan sanksi.
| Meta | Keterangan |
|---|---|
| Kode | PP Nomor 28 Tahun 2025 |
| Judul | Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko |
| Bentuk | Peraturan Pemerintah |
| Nomor | 28 |
| Tahun | 2025 |
| Tanggal Berlaku Efektif | 05 Juni 2025 |
| Status | Masih berlaku |
| Dokumen | PP NO 28 TAHUN 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko |
Peraturan Pemerintah tentang Perubahan atas beberapa ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB). PP ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola, struktur, dan sistem perizinan di KPBPB, seperti di Batam, guna menciptakan iklim usaha yang lebih sehat dan transparan.
| Meta | Keterangan |
|---|---|
| Kode | PP Nomor 25 Tahun 2025 |
| Judul | Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas |
| Bentuk | Peraturan Pemerintah |
| Nomor | 25 |
| Tahun | 2025 |
| Tanggal Berlaku Efektif | 03 Juni 2025 |
| Status | Masih berlaku |
| Dokumen | PP NO 25 TAHUN 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2021 |
Batam, 18 September 2025 – Volume bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batam yang berada dalam wilayah kerja Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatatkan pertumbuhan sebesar 15% pada periode Januari-Agustus 2025, dengan total mencapai 501.695 TEUs. Dari capaian tersebut, Terminal Peti Kemas Batu Ampar memberikan kontribusi terbesar yakni 65% atau setara dengan 324.240 TEUs.
Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan, Benny Syahroni, mengungkapkan bahwa dari total capaian tersebut, perdagangan internasional (ekspor-impor) mendominasi sebesar 76% atau mencapai 382.029 TEUs. Pencapaian ini ditopang oleh perluasan layanan Direct Call dari Batam ke berbagai negara seperti China, Vietnam, Myanmar, hingga transhipment internasional ke India.
“Hingga Agustus 2025, Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang dioperatori oleh mitra kerja sama BP Batam, yakni PT Batam Terminal Petikemas, telah berhasil membuka enam layanan Direct Call dan satu di antaranya adalah layanan transhipment internasional,” ujar Benny dalam keterangan resminya, Kamis (18/8/2025).
Lebih lanjut, Benny optimistis Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan dapat mencapai target volume bongkar muat peti kemas tahun 2025 sebesar 700.000 TEUs. Optimisme ini sejalan dengan realisasi hingga Agustus 2025 yang sudah mencapai 72% dari target. Terlebih sejak 1 September 2025, PT Batam Terminal Petikemas mulai mengoperasikan empat STS Crane tambahan sehingga saat ini TPK Batu Ampar memiliki lima unit STS Crane untuk memperkuat kelancaran kegiatan bongkar muat.
“Per 1 September 2025, PT Batam Terminal Petikemas mulai mengoperasikan empat STS Crane tambahan yang menandai pengoperasian Tahap II. Dengan penambahan ini, diharapkan produktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas Batu Ampar dapat semakin meningkat dan efisien,” imbuh Benny.
Selain capaian di sektor peti kemas, Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan juga mencatat kinerja positif pada bongkar muat general cargo yang mencapai 7,6 juta ton selama periode Januari-Agustus 2025 atau tumbuh 20% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Dari total volume tersebut, Terminal Curah Cair Kabil menyumbang 34% dengan capaian 2,6 juta ton. Berbeda dengan peti kemas, aktivitas general cargo didominasi oleh perdagangan domestik yang mencapai 62% atau sebesar 4,7 juta ton.
“Dengan capaian positif ini, kami akan terus berkomitmen meningkatkan layanan kepelabuhanan, memperkuat konektivitas, dan memastikan Pelabuhan Batam dapat berperan sebagai hub logistik yang andal baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Benny.