PENGUMUMAN :
25Apr

Penumpang di Terminal Domestik BP Batam Tumbuh Positif 9% di Triwulan I 2025

Badan Usaha Pelabuhan BP Batam kembali mencatat kinerja yang menggembirakan pada Triwulan I 2025 (Januari–Maret) di sektor pelayanan penumpang domestik.

Berdasarkan data operasional, jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui Terminal Penumpang Domestik BP Batam meliputi Terminal Ferry Domestik Sekupang, Telaga Punggur, Harbour Bay, dan Pelni mencapai 981.320 orang, atau meningkat 9% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni 896.955 orang.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi laut domestik yang dikelola BP Batam.

“Pertumbuhan jumlah penumpang di terminal penumpang domestik pada Triwulan I 2025 menunjukkan bahwa upaya kami dalam menjaga kualitas pelayanan serta meningkatkan infrastruktur dan digitalisasi pemesanan tiket secara online telah memberikan hasil yang positif. Kami akan terus berinovasi demi mendukung mobilitas masyarakat antarwilayah domestik,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Jumat (25/4/2025).

Ke depan, BP Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra,kata Dendi akan terus berkomitmen memperkuat pelayanan melalui peningkatan fasilitas, SDM, dan sistem pelayanan digital.

“Langkah ini sejalan dengan komitmen Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam dalam mewujudkan pelayanan kepelabuhanan yang efisien, aman, dan andal demi mendukung konektivitas antarwilayah di wilayah Batam dan sekitarnya,” imbuhnya.

Terminal Roro Telaga Punggur Bukan Wilayah Kerja Pelabuhan BP Batam

Sementara, menanggapi sejumlah pertanyaan dari masyarakat ihwal pengelolaan Terminal RORO Telaga Punggur, Dendi turut meluruskan bahwa Terminal RORO Telaga Punggur bukan merupakan bagian dari wilayah kerja Badan Usaha Pelabuhan BP Batam.

“Wilayah kerja kami mencakup terminal-terminal penumpang domestik di bawah pengelolaan BP Batam, yaitu Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur, Sekupang, dan Harbour Bay. Sementara itu, Terminal RORO Telaga Punggur dikelola oleh BUMN yakni PT ASDP Indonesia Ferry (Persero),” jelasnya.

14Apr

Kinerja Triwulan I 2025 Tunjukkan Pertumbuhan Positif, BUP BP Batam Optimistis Capai Target Tahun 2025

Mengawali tahun 2025, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam mencatat kinerja operasional yang menjanjikan. Selama periode Triwulan I (Januari–Maret), hampir seluruh indikator pelayanan pelabuhan, baik barang maupun penumpang, menunjukkan tren peningkatan yang stabil dibandingkan periode Triwulan I tahun lalu.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti bahwa strategi penguatan layanan dan pengelolaan pelabuhan yang dijalankan selama ini mulai menunjukkan hasil.

“Kami bersyukur dapat mengawali tahun ini dengan performa yang positif. Ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim serta kepercayaan para pengguna jasa pelabuhan yang terus tumbuh. Tren ini menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi di periode berikutnya,” ujar Ariastuty dalam keterangan resminya, Senin (14/4/2025).

Kinerja Pelabuhan Barang menunjukkan pertumbuhan yang cukup stabil. Jumlah kunjungan kapal meningkat 4%, dari 6.945 call menjadi 7.206 call. Sementara itu, total Gross Tonnage kapal barang juga mengalami kenaikan sebesar 9%, mencapai 12,2 juta GT. Kenaikan ini juga tercermin dari volume bongkar muat barang, di mana volume general cargo tercatat sebesar 2,6 juta ton, tumbuh 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Volume peti kemas pun menunjukkan peningkatan sebesar 7%, dari 156 ribu TEUs menjadi 166 ribu TEUs.

Tidak hanya sektor logistik, pergerakan penumpang di pelabuhan juga mengalami peningkatan yang signifikan. Jumlah kunjungan kapal penumpang tercatat sebanyak 19.771 call, naik 15% dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini juga diikuti oleh lonjakan Gross Tonnage kapal penumpang yang mencapai 4,9 juta GT, atau naik 40% dibandingkan Triwulan I 2024.

Sementara itu, dari sisi jumlah penumpang, Terminal Ferry Domestik mencatatkan pergerakan sebanyak 981 ribu orang, tumbuh 9% dari tahun sebelumnya. Terminal Ferry Internasional juga mengalami pertumbuhan, dengan jumlah penumpang mencapai 1,2 juta orang, atau naik 7% dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Hal yang menarik, penumpang yang datang dan berangkat menuju Malaysia menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 37% dengan total 347 ribu penumpang, menunjukkan tingginya arus penumpang lintas negara. Sementara itu, penumpang yang datang dan berangkat ke Singapura sedikit melandai, namun masih mencatatkan 854 ribu penumpang dan tetap menjadi tujuan utama pada rute Internasional.

“Kami mencermati bahwa konektivitas regional melalui pelabuhan Batam terus menunjukkan dinamika positif. Tujuan Malaysia mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, sementara Singapura tetap menjadi tujuan Internasional utama yang stabil. Ke depan, kami akan terus meningkatkan layanan dan memperluas kapasitas untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang,” tambah Ariastuty.

Menurut Ariastuty, capaian ini bukan titik akhir, tetapi menjadi motivasi bagi BP Batam dalam meningkatkan standar pelayanan. BP Batam menurutnya tengah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari digitalisasi sistem layanan, penguatan kapasitas pelabuhan, hingga peningkatan kenyamanan dan keamanan fasilitas terminal.

“Kami ingin menjadikan pelabuhan di Batam tidak hanya sebagai titik singgah, tapi juga sebagai wajah keramahan, efisiensi, dan daya saing Indonesia. Target kami bukan hanya pertumbuhan, tapi juga keberlanjutan,” tutupnya.

07Apr

Angkutan Lebaran 2025 Berjalan Lancar, Lalu Lintas Penumpang di Pelabuhan Batam Tunjukkan Tren Positif

Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam mencatat pelaksanaan angkutan Lebaran 1446 Hijriah di seluruh pelabuhan dalam wilayah kerja BP Batam berlangsung lancar, aman, dan tertib. Baik di terminal ferry domestik maupun internasional, operasional pelabuhan berjalan optimal berkat sinergi dan kerja sama antarinstansi yang solid selama periode arus mudik dan balik, sejak H-16 hingga H+5.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, capaian tersebut tak lepas dari kolaborasi antara unsur CIQP—Bea Cukai, Imigrasi, Karantina Kesehatan, dan KSOP Khusus Batam—serta dukungan dari unsur pengamanan seperti TNI, Kepolisian, dan Direktorat Pengamanan BP Batam.

“Capaian ini adalah hasil dari koordinasi yang sangat baik antara seluruh pemangku kepentingan. Kami bersyukur arus mudik dan balik tahun ini dapat berlangsung dengan lancar dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Senin (7/4/2025).

Dalam periode angkutan Lebaran tahun ini, jumlah penumpang domestik yang melalui pelabuhan di bawah pengelolaan BUP BP Batam mencapai 371 ribu orang, meningkat 5,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 351 ribu orang. Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur menjadi pelabuhan tersibuk dengan jumlah penumpang tertinggi, baik saat arus mudik maupun balik, disusul oleh Terminal Sekupang dan Harbour Bay.

Sementara itu, lalu lintas penumpang internasional juga menunjukkan tren positif. Hingga H+5, tercatat sebanyak 140.034 penumpang berangkat melalui terminal ferry internasional di Batam, mengalami kenaikan sebesar 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Terminal Batam Center menjadi pelabuhan internasional yang paling ramai saat arus mudik, sementara Harbour Bay menjadi pusat keramaian pada masa arus balik.

Data juga mencatat bahwa penumpang berkewarganegaraan Indonesia mendominasi dengan jumlah 138.320 orang, sementara wisatawan mancanegara berjumlah 136.919 orang. Selisih yang tipis ini mengindikasikan bahwa Batam tetap menjadi destinasi yang menarik bagi pelancong dari luar negeri, bahkan di tengah momen libur keagamaan.

“Melihat antusiasme masyarakat dan wisatawan internasional tahun ini, kami optimis bahwa daya tarik Batam sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata regional terus menguat. Ini menjadi motivasi kami untuk terus memperbaiki layanan kepelabuhanan,” lanjut Dendi.

Sebagai langkah evaluasi, BUP BP Batam akan memperkuat sistem pelayanan berbasis digital untuk meningkatkan monitoring arus penumpang secara real-time, melakukan penataan ulang area tunggu, serta meninjau kembali pola keberangkatan kapal agar lebih efisien. Selain itu, masukan dari pengguna jasa akan menjadi dasar dalam memperbaiki fasilitas seperti toilet, ruang tunggu, area parkir, serta proses boarding dan pembelian tiket.

“Kami ingin menjadikan pengalaman pengguna pelabuhan semakin nyaman dan efisien. Transformasi digital dan evaluasi berkelanjutan akan terus kami dorong sebagai bagian dari komitmen pelayanan prima,” tutup Dendi Gustinandar.

27Mar

Pastikan Kelancaran Mudik 2025, BP Batam Dukung Digitalisasi Layanan

Memasuki periode mudik Lebaran 2025, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam telah menyiapkan berbagai fasilitas dan layanan guna memastikan kelancaran arus penumpang di pelabuhan.

BP Batam bersama instansi terkait telah mendirikan Posko Angkutan Lebaran 2025 di seluruh pelabuhan yang dilengkapi dengan pusat informasi, layanan kesehatan, ruang tunggu yang nyaman, serta personel pengamanan dan petugas kebersihan yang siap membantu penumpang.

“Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran Angkutan Laut Lebaran 2025, termasuk menyiapkan langkah mitigasi guna mengantisipasi lonjakan penumpang baik di sisi darat maupun laut,” ujar Direktur BUP BP Batam Dendi Gustinandar, Kamis (27/3).

Untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang, operator kapal telah menyiapkan tambahan armada dan penyesuaian jadwal keberangkatan, terutama pada rute-rute dengan permintaan tinggi seperti Tanjungpinang, Tanjung Batu, Tanjung Balai Karimun, dan Dumai.

“Pada periode Angkutan Lebaran 2025 ini juga tersedia rute baru dari Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur ke Pancur (Lingga) yang dilayani oleh Kapal Oceanna 9 setiap hari pukul 09.30 WIB,” tambah Dendi.

Selain peningkatan kapasitas layanan, BP Batam juga terus mendorong digitalisasi layanan pelabuhan dengan penerapan sistem e-ticketing secara menyeluruh di Terminal Ferry Domestik.

“Langkah ini bertujuan untuk mempermudah pemesanan tiket dan mengurangi antrean di loket, terutama di musim peak season seperti Mudik Lebaran.” imbuhnya.

Sejalan dengan upaya tersebut, para operator kapal ferry di Pelabuhan Penumpang dalam wilayah kerja BP Batam saat ini telah bekerja sama dengan penyedia platform digital untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan tiket perjalanan. Pemesanan tiket kini dapat dilakukan melalui sejumlah layanan daring, termasuk website tiketkapal.com, easybook.com, dan aplikasi digital perbankan Livin’ Mandiri.

Vice President Bank Mandiri Area Batam, Antonius Budi Setiawan, menyampaikan bahwa layanan digitalisasi pemesanan tiket ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin membeli tiket kapal ferry secara non-tunai. “Melalui layanan digital, kami berharap dapat mendukung kelancaran arus mudik serta memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang kapal di terminal ferry penumpang dalam wilayah kerja BP Batam,” ujarnya.

BP Batam bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pelabuhan guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2025 dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

21Jan

Capaian Kinerja BUP BP Batam Tahun 2024: Wisman dari Pelabuhan Malaysia Meningkat 85%

Pembangunan infrastruktur yang masif di Kota Batam turut berkontribusi pada peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara melalui Terminal Ferry Internasional Batam sebesar 9% sepanjang Tahun 2024.

Menariknya, wisatawan mancanegara dari Pelabuhan Malaysia yang berkunjung ke Batam meningkat 85% yakni menjadi 470 ribu orang di Tahun 2024. Sedangkan wisatawan mancanegara dari Pelabuhan Singapura juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 1% atau mencapai 2,1 juta orang di Tahun 2024.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar, menyambut positif peningkatan antusiasme wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam melalui jalur laut. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan sejumlah infrastruktur vital di Batam berdampak positif pada peningkatan kepercayaan wisatawan mancanegara dan pelaku perjalanan bisnis.

“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas pelabuhan, yang diharapkan dapat mendorong lebih banyak lagi kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Senin, 20/1/2025.

Tak hanya itu, sejumlah pencapaian lainnya juga berhasil ditorehkan Badan Usaha Pelabuhan BP Batam sepanjang 2024. Dendi menjelaskan, total penumpang datang dan berangkat di seluruh Pelabuhan Penumpang dalam wilayah kerja BP Batam meningkat sebesar 7% dibandingkan Tahun 2023 atau mencapai 8,6 juta orang. Dari jumlah tersebut, 4,8 juta orang tercatat melalui Terminal Ferry Internasional (meningkat 8%), sementara 3,85 juta penumpang melalui Terminal Ferry Domestik (naik 5%).

Wisatawan mancanegara mendominasi kunjungan di Terminal Ferry Internasional dengan total 2,56 juta orang, meningkat 9% dibandingkan tahun 2023. Penumpang Warga Negara Indonesia (WNI) yang melalui Terminal Ferry Internasional juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 6% atau mencapai total 2,27 juta orang.

Dari sisi terminal, Dendi menyebut, Terminal Ferry Internasional Batam Center mencatat rekor sebagai Terminal Internasional dengan jumlah penumpang terbanyak, mencapai 2,83 juta orang atau naik 8% dibandingkan tahun 2023. Sementara itu, Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur juga menjadi yang teratas untuk Terminal Domestik dalam wilayah kerja BP Batam dengan total 1,2 juta penumpang, naik 1% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Capaian ini merupakan hasil komitmen Kepala BP Batam, H. Muhammad Rudi, dalam mengembangkan layanan pelabuhan berkualitas. Batam kini tidak hanya menjadi pintu gerbang maritim Indonesia tetapi juga destinasi favorit di Asia Tenggara,” imbuh Dendi.

Selain itu, jumlah kunjungan kapal penumpang di Pelabuhan Batam juga menunjukkan peningkatan positif dengan total 69.064 call, naik 6% dari tahun sebelumnya. Kunjungan kapal berbendera dalam negeri meningkat 9% menjadi 38.489 call, sementara kapal berbendera luar negeri mencapai 30.575 call atau naik 2%.

Keberhasilan lainnya yang dicapai Badan Usaha Pelabuhan sepanjang 2024, ujar Dendi, adalah implementasi layanan e-ticketing di seluruh Terminal Ferry Domestik yang berada di bawah naungan BP Batam. Sistem ini tidak hanya mempermudah proses pemesanan tiket secara online, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengakomodir pembayaran non tunai. Dengan e-ticketing, waktu tunggu penumpang dapat dikurangi secara signifikan, menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan modern.

“Kami optimis, pencapaian Badan Usaha Pelabuhan BP Batam di tahun 2025 akan lebih baik. Kami juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk bersama-sama meningkatkan pelayanan di sektor kepelabuhanan,” tutup Dendi.

14Jan

Badan Usaha Pelabuhan BP Batam Catatkan Kinerja Positif dengan Pertumbuhan Volume Kontainer 8 Persen di 2024

Badan Usaha Pelabuhan BP Batam mencatatkan kinerja luar biasa pada tahun 2024, dengan peningkatan arus peti kemas di Pelabuhan Batam sebesar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari 624.061 TEUs pada 2023 menjadi 673.343 TEUs pada 2024.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar, menyatakan bahwa pencapaian arus peti kemas ini mencakup 673 ribu TEUs, terdiri dari 180 ribu TEUs peti kemas domestik dan 493 ribu TEUs ekspor-impor.

“Kenaikan volume peti kemas ini tak lepas dari upaya strategis dalam mengembangkan layanan bongkar muat. Pada Maret 2023, Batam melalui Terminal Peti Kemas Batu Ampar telah membuka direct call ke China, yang dilanjutkan pada Agustus 2023 ke Myanmar,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Senin (13/1/2025).

Sebanyak 84 persen dari total arus peti kemas Pelabuhan Batam, atau sekitar 568 ribu TEUs, berasal dari Terminal Batu Ampar. Sejak 1 November 2023, sisi Dermaga Utara Terminal ini telah resmi dioperasikan oleh PT Persero Batam. Dendi optimistis jumlah ini akan terus meningkat seiring dengan rencana pengembangan Terminal Peti Kemas Batu Ampar dengan investasi senilai Rp 3,6 triliun.

Sejalan dengan itu, jumlah kunjungan kapal di wilayah kerja Badan Usaha Pelabuhan BP Batam sepanjang tahun 2024 mencapai 28.961 ship call, naik 3 persen dari tahun sebelumnya. Di Terminal Batu Ampar sendiri, kunjungan kapal meningkat 6 persen, dari 7.202 ship call pada 2023 menjadi 7.656 ship call pada 2024. Dalam hal Gross Tonnage (GT), terdapat peningkatan sebesar 7 persen, dari 46 juta GT pada 2023 menjadi 49,3 juta GT pada 2024.

Untuk arus barang non-peti kemas, terdapat pertumbuhan 5 persen, yaitu dari 9,2 juta ton pada 2023 menjadi 9,7 juta ton pada 2024.

“Meski telah mencatatkan kinerja yang mengesankan sepanjang tahun 2024, kami akan terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan untuk memberikan pengalaman terbaik kepada seluruh pengguna jasa kepelabuhanan,” imbuh Dendi.

Badan Usaha Pelabuhan BP Batam juga telah melaksanakan sejumlah inisiatif strategis, seperti digitalisasi layanan pelabuhan melalui penyempurnaan Sistem Pelaporan Tersus pada Batam Seaport Information Management System (B-SIMS), implementasi Batam Terminal Operating System (B-TOS) di Terminal Peti Kemas Batu Ampar, dan pembukaan rute pelayaran perdana Direct Call ke China yang dimulai pada 31 Maret 2024 lalu melalui Kapal MV SITC Hakata dan disusul rute pelayaran perdana Kapal MV Uni Active Evergreen Line pada 20 Agustus 2024 lalu.

Selain itu, pengembangan infrastruktur dan suprastruktur di Terminal Batu Ampar juga terus digesa untuk mendukung peningkatan kapasitas dan efisiensi operasional salah satunya melalui pembangunan Container Yard seluas 12 Hektare merupakan bagian dari investasi PT Persero Batam dalam pembangunan, pengoperasian dan pengembangan Terminal Peti Kemas Batu Ampar dengan investasi sekitar Rp 360 Miliar yang sudah dimulai sejak Mei 2024 lalu.

“Sebagai mana arahan dari Kepala BP Batam, H. Muhammad Rudi, Pelabuhan Batam akan terus menjadi penggerak utama perekonomian nasional, mendukung investasi, dan membuka peluang baru di sektor logistik,” tandas Dendi.

01Jan

Perka BP Batam Nomor 15 Tahun 2024

Peraturan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam tentang perubahan peraturan-peraturan sebelumnya, salah satunya adalah perubahan atas peraturan mengenai Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengusahaan Batam. Peraturan ini juga sering dikaitkan dengan sirkulasi dan penataan pelabuhan di Batam, seperti pemindahan sandar kapal Pelni ke Terminal Bintang 99 Persada mulai Desember 2024. 

MetaKeterangan
Kode Perka BP Nomor 15 Tahun 2024
JudulPerubahan Ketiga atas Peraturan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Tarif Layanan dan Tata Cara Pengadministrasian Keuangan pada Badan Usaha Pelabuhan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam
BentukPeraturan Kepala Badan Pengusahaan Batam
Nomor15
Tahun2024
Tanggal Berlaku Efektif30 Desember 2024
StatusMasih berlaku
DokumenPerka BP Nomor 15 Tahun 2024
30Nov

Resmi, Sandar Kapal Pelni Pindah ke Terminal Bintang 99 Persada Mulai 4 Desember 2024

Badan Pengusahaan Batam memastikan kegiatan naik turun penumpang Kapal Pelni akan mulai berpindah dari Terminal Batu Ampar ke Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada pada Rabu, 4 Desember 2024.

Hal ini menyusul hasil uji coba sandar KM Kelud yang sukses dilakukan pada Rabu, (27/11/2024) di dermaga Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar mengatakan, pemindahan tambat Kapal Pelni ke Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi laut di wilayah Batam.

Rencana pemindahan tambat Kapal Pelni ini, imbuh Dendi, sudah direncanakan sejak lama, guna menjawab tantangan operasional di Terminal Batu Ampar yang tidak dirancang untuk melayani Penumpang.

“Pemindahan tambat Kapal Pelni dari Terminal Batu Ampar ke Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada sudah dipersiapkan sejak 2021 lalu, dimulai dengan pembangunan ruang tunggu yang layak bagi para penumpang Kapal Pelni serta pendalaman alur dan kolam dermaga sehingga aman untuk disandari kapal-kapal penumpang milik PT Pelni,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Jumat (29/11/2024).

Dendi pun mengapresiasi langkah PT Bintang Sembilan-Sembilan Persada selaku pengelola Pelabuhan Bintang Sembilan-Sembilan Persada yang telah menyiapkan infrastruktur guna mengakomodir arus penumpang Kapal Pelni dengan tujuan Belawan dan Jakarta.

“Keberhasilan pemindahan tambat Kapal Pelni ke Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada merupakan bukti komitmen Kepala BP Batam Muhammad Rudi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat yang menggunakan transportasi Kapal Pelni,” imbuhnya.

Dendi juga mengapresiasi sinergi lintas instansi yang telah bersama-sama mengawal pemindahan tambat kapal pelni ke Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada demi memastikan kenyamanan penumpang dan keselamatan pelayaran.

“Keberhasilan pemindahan tambat Kapal Pelni ke Terminal Bintang Sembilan-Sembilan Persada merupakan hasil dari kolaborasi seluruh pihak, mulai dari KSOP Khusus Batam, Disnav Kelas I Tanjungpinang, KPU Bea Cukai Batam, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Polresta Barelang, Kepolisian Sektor Keamanan Pelabuhan, Dinas Perhubungan Kota Batam, Damri Cabang Batam, Pelindo Regional 1 Cabang Batam, PT Bintang Sembilan-Sembilan Persada, PT Pelni,  serta instansi lainnya yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Batam,” imbuh Dendi.

Senada, di tempat terpisah, Kepala Cabang Pelni Batam, Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa pemindahan kapal Pelni ke Terminal Bintang 99 Persada pada Rabu mendatang merupakan bentuk upaya bersama dari seluruh stakeholder untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan maksimal kepada masyarakat. Terlebih, pemindahan ini dilakukan menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.

“Langkah ini adalah hasil sinergi lintas instansi. Kami selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik. Bagi penumpang Pelni yang sebelumnya mengalami ketidaknyamanan, kami berharap setelah pemindahan ke Terminal Bintang 99 Persada pelayanan yang diberikan dapat lebih optimal,” ujar Iqbal.

08Oct

Rencana Pelayaran RoRo Ferry Johor-Batam: Langkah Strategis Penguatan Konektivitas Internasional

Badan Pengusahaan Batam terus berkomitmen untuk mengembangkan konektivitas internasional, salah satunya melalui pengoperasian rute RoRo Ferry Johor-Batam. Rencana ini bertujuan untuk memperkuat hubungan perdagangan dan pariwisata antara Batam, Kepulauan Riau, dan Johor, Malaysia.

Mengingat kedua wilayah ini merupakan pusat ekonomi di negara masing-masing, rute ini juga diharapkan dapat menjadi solusi bagi peningkatan arus penumpang, barang produk UMKM, dan kendaraan. Rute RoRo Batam-Johor direncanakan akan menghubungkan Terminal Bintang 99 Persada Batam dengan Pelabuhan Tanjung Belungkor di Johor. Estimasi jarak antar pelabuhan adalah 49,68 km, menjadikannya jalur yang efisien untuk transportasi laut kedua negara. Pelabuhan Bintang 99 Persada memiliki akses yang dekat dengan pusat perdagangan Batam dan dibekali sarana dan prasarana yang mumpuni.

Pelabuhan Tanjung Belungkor juga merupakan gerbang maritim utama di Johor, mendukung pergerakan barang dan penumpang yang strategis. Rute ini juga diharapkan dapat meningkatkan pariwisata kedua wilayah. Batam, sebagai destinasi wisata unggulan, memiliki daya tarik resort, lapangan golf, kuliner, dan pusat perbelanjaan, sementara Johor terkenal dengan wisata medis, taman tema, dan outlet belanja internasional.

Disampaikan GM Pelabuhan Penumpang, Benny Syahroni, BP Batam, bersama dengan Kementerian Perhubungan Indonesia dan lembaga akademis PUSTRAL UGM, saat ini tengah menyusun studi kelayakan terkait operasional jalur RoRo ini.

Beberapa poin yang dianalisis meliputi permintaan penumpang dan kargo, infrastruktur pelabuhan, dan potensi risiko operasional.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perekonomian dan update saat ini, inisiatif pembukaan konektivitas kapal RoRo Batam-Johor dalam kerangka kerja sama ekonomi subregional IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle) akan ditindaklanjuti dalam pembahasan Working Group. Isu ini juga akan diangkat dalam pertemuan Sosek Malindo mendatang,” ujar Benny.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar mengatakan pengoperasian RoRo ini adalah bagian dari rencana jangka panjang untuk memperkuat hubungan regional.

“Kami yakin bahwa jalur RoRo ini akan menjadi penghubung yang sangat penting antara Batam dan Johor, tidak hanya dalam konteks perdagangan, tetapi juga dalam mendukung pariwisata dan meningkatkan arus barang dan penumpang antar kedua negara. Rencana ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bisnis dan investasi bagi kedua wilayah,” tegas Dendi.

01Oct

Badan Usaha Pelabuhan Catatkan Kinerja Positif Sepanjang TW III 2024

Kinerja Badan Usaha Pelabuhan BP Batam selama periode Januari-September 2024 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama di tahun 2023.

Pelabuhan Barang

Dari sisi kunjungan kapal, terjadi peningkatan sebesar 15%, dari 20.538 call pada 2023 menjadi 23.571 call pada 2024. Terminal yang mencatat peningkatan signifikan adalah Terminal Batu Ampar dengan lonjakan 47%, serta Terminal Umum Sarana Citra Kabil yang mengalami kenaikan 23%. Peningkatan kunjungan kapal di Terminal Batu Ampar didorong oleh transformasi terminal ini menjadi Terminal Peti Kemas dengan modernisasi alat bongkar muat dan peningkatan proses bisnis kepelabuhanan.

“Dari capaian Januari-September 2024, kita bisa melihat semakin banyak kapal yang berlabuh di perairan dan terminal Pelabuhan Barang Batam dalam wilayah kerja BP Batam. Ini adalah bukti bahwa Pelabuhan Batam terus diandalkan sebagai gerbang penting untuk arus barang domestik maupun internasional,” ujar Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar.

Dari sisi aktivitas bongkar muat peti kemas, Pelabuhan Batam mencatat peningkatan sebesar 8%, dari 459.042 TEUs di 2023 menjadi 493.483 TEUs di 2024. Peningkatan ini terutama didominasi oleh Terminal Batu Ampar yang mencatatkan kenaikan sebesar 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari segi perdagangan, volume ekspor peti kemas mencapai 181.720 TEUs, meningkat sebesar 9% dibandingkan Januari-September 2023. Untuk kegiatan domestik, volume bongkar peti kemas mencatat kenaikan 13%, dengan 68.874 TEUs yang diangkut selama periode ini.

Untuk bongkar muat kargo umum (general cargo), total volume Januari-September 2023 mencapai 6.813.127 ton, naik 2% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023. Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan ekspor sebesar 32%, sementara kegiatan bongkar mencatat kenaikan 7%.

Pelabuhan Penumpang

    Kinerja Pelabuhan Penumpang BP Batam juga menunjukkan performa yang positif sepanjang periode Januari-September 2024. Kunjungan kapal penumpang naik sebesar 4%, dari 49.106 call pada 2023 menjadi 50.868 call pada 2024.

    Dari segi pelabuhan internasional, Terminal Ferry Internasional Sekupang mencatat peningkatan tertinggi dengan kenaikan 10%, dari 3.554 call pada 2023 menjadi 3.899 call pada 2024. Sementara itu, untuk rute domestik, Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur mengalami peningkatan tertinggi sebesar 8%, dari 10.893 call pada periode Januari-September 2023 menjadi 11.785 call di periode yang sama tahun 2024.

    Dari sisi jumlah penumpang, terdapat peningkatan sebesar 7%, dengan total 6,4 juta penumpang yang terdiri dari 3,5 juta penumpang internasional dan 2,9 juta penumpang domestik.

    Pada Terminal Ferry Internasional, peningkatan tertinggi tercatat di Terminal Ferry Internasional Batam Center dengan kenaikan 7% atau sekitar 2 juta penumpang. Sedangkan di Terminal Ferry Domestik, Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur mengalami kenaikan tertinggi sebesar 5%, dengan total 1,4 juta penumpang.

    “Meningkatnya kunjungan kapal di Pelabuhan Batam, baik di Pelabuhan Barang maupun Pelabuhan Penumpang, menjadi indikator positif perkembangan ekonomi Batam, karena semakin banyak kapal yang melewati perairan Batam untuk mengangkut barang dan penumpang,” tambah Dendi.

    FacebookInstagramYoutube
    We Are Here!

    Layanan B-Care