



Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan mencatat kinerja yang menggembirakan selama Semester I Tahun 2025. Sejumlah indikator utama, seperti volume peti kemas, general cargo, jumlah penumpang, hingga realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), menunjukkan tren pertumbuhan positif. Hal ini menjadi sinyal kuat atas keberlanjutan upaya peningkatan layanan dan efisiensi pengelolaan pelabuhan di wilayah kerja BP Batam.
Hingga akhir Juni 2025, total realisasi penerimaan Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan mencapai Rp219,75 miliar atau 55 persen dari target tahunan sebesar Rp401,86 miliar. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, realisasi penerimaan meningkat 16 persen, yakni dari Rp189 miliar menjadi Rp219,75 miliar. Capaian ini mencerminkan peningkatan efektivitas dalam kegiatan pengusahaan kepelabuhanan, mengingat pada Semester I tahun lalu realisasi baru mencapai 48 persen dari target tahunannya.
Dari sisi operasional, jumlah kunjungan kapal barang dan penumpang tercatat sebanyak 54.876 call selama Januari–Juni 2025, tumbuh 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Kunjungan kapal barang tercatat sebanyak 14.461 call, sementara kapal penumpang mencapai 40.415 call. Dari sisi bobot kotor kapal (Gross Tonnage/GT), total GT mencapai 34.877.449 GT atau naik 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rincian GT kapal barang sebesar 25.025.887 GT dan GT kapal penumpang sebesar 9.851.562 GT.
Volume peti kemas yang ditangani di pelabuhan-pelabuhan dalam wilayah kerja BP Batam juga mengalami pertumbuhan signifikan. Selama enam bulan pertama tahun ini, total volume peti kemas mencapai 359.944 TEUs, naik 15 persen dibandingkan dengan Semester I Tahun 2024. Secara perdagangan, aktivitas ekspor dan impor mendominasi dengan total 273.004 TEUs atau meningkat 18 persen. Sementara itu, volume peti kemas domestik turut mengalami pertumbuhan sebesar 6 persen, dari 82.300 TEUs menjadi 86.940 TEUs.
Volume general cargo juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total 5.427.065 ton muatan tercatat hingga Juni 2025.
Sementara itu, jumlah penumpang yang dilayani di terminal ferry domestik dan internasional Batam mencapai 4.645.169 orang, tumbuh sebesar 8 persen dibandingkan dengan Semester I 2024. Dari jumlah tersebut, penumpang di Terminal Ferry Internasional tercatat sebanyak 2.568.698 orang, sementara penumpang di Terminal Ferry Domestik sebanyak 2.076.471 orang.
Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif serta sinergi yang baik antara internal direktorat dan para pemangku kepentingan.
“Capaian positif selama Semester I 2025 ini mencerminkan fondasi kuat yang telah dibangun dalam tata kelola pelabuhan. Sebagai pimpinan baru, saya melihat potensi besar untuk terus melanjutkan transformasi yang telah berjalan, khususnya dalam penguatan layanan digital dan efisiensi operasional,” ujar Benny.
Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, Lalu Lintas Barang, Ruslan Aspan mengapresiasi Kinerja Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan periode Semester I Tahun 2025. Ruslan pun optimis Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan dapat menutup tahun 2025 dengan performa yang semakin kuat dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Batam maupun secara nasional.
“Pelabuhan adalah simpul utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Kami memandang pelabuhan tidak hanya sebagai gerbang logistik, tetapi juga sebagai motor penggerak industri, perdagangan, dan mobilitas masyarakat. Hal ini sejalan dengan arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam yang menjalankan mandat Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk menjadikan Batam sebagai salah satu kontributor utama dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Ruslan.
BP Batam secara resmi melaksanakan prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan pada Rabu (18/6/2025), bertempat di Aula Lantai 4 Kantor Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan. Sertijab ini menandai perubahan nomenklatur dari Badan Usaha Pelabuhan menjadi Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Kepala BP Batam Nomor 2 Tahun 2025 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unit Organisasi di Bawah Anggota/Deputi.
Jabatan Direktur diserahterimakan dari Dendi Gustinandar, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Badan Usaha Pelabuhan, kepada Benny Syahroni sebagai Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan yang baru. Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, dan Lalu Lintas Barang, Ruslan Aspan, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan struktural, pejabat fungsional, dan perwakilan unit kerja terkait.
Dalam sambutannya, Ruslan Aspan menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan capaian kinerja yang telah ditorehkan oleh Dendi Gustinandar selama masa jabatannya sejak 2021. Ia juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru dapat melanjutkan langkah transformasi dan inovasi dalam pengelolaan pelabuhan ke depan.
“Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Dendi Gustinandar yang telah menorehkan sederet capaian dan kinerja demi kemajuan Pelabuhan Batam. Dan kami ucapkan selamat kepada Bapak Benny Syahroni sebagai Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan yang baru. Semoga hal yang baik dapat terus dipertahankan dan dikembangkan melalui berbagai inovasi dalam peningkatan layanan kepelabuhanan,” ujar Ruslan Aspan dalam sambutannya.
Selama masa kepemimpinannya, Dendi Gustinandar berhasil mengawal sejumlah transformasi strategis, mulai dari peningkatan kinerja operasional pelabuhan dan optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), penguatan layanan digital melalui penyempurnaan sistem B-SIMS (Batam Seaport Information Management System) dan implementasi e-ticketing di Terminal Ferry Domestik hingga transformasi Terminal Peti Kemas Batu Ampar.
“Dengan kepemimpinan baru, Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan kami harap dapat terus memperkuat tata kelola pelabuhan, mendorong efisiensi layanan, serta membangun sinergi yang lebih solid dengan seluruh pemangku kepentingan pelabuhan di Batam dan kawasan sekitarnya,” tandasnya.
Berdasarkan data operasional, jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui Terminal Penumpang Domestik BP Batam meliputi Terminal Ferry Domestik Sekupang, Telaga Punggur, Harbour Bay, dan Pelni mencapai 981.320 orang, atau meningkat 9% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni 896.955 orang.
Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi laut domestik yang dikelola BP Batam.
“Pertumbuhan jumlah penumpang di terminal penumpang domestik pada Triwulan I 2025 menunjukkan bahwa upaya kami dalam menjaga kualitas pelayanan serta meningkatkan infrastruktur dan digitalisasi pemesanan tiket secara online telah memberikan hasil yang positif. Kami akan terus berinovasi demi mendukung mobilitas masyarakat antarwilayah domestik,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Jumat (25/4/2025).
Ke depan, BP Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra,kata Dendi akan terus berkomitmen memperkuat pelayanan melalui peningkatan fasilitas, SDM, dan sistem pelayanan digital.
“Langkah ini sejalan dengan komitmen Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam dalam mewujudkan pelayanan kepelabuhanan yang efisien, aman, dan andal demi mendukung konektivitas antarwilayah di wilayah Batam dan sekitarnya,” imbuhnya.
Sementara, menanggapi sejumlah pertanyaan dari masyarakat ihwal pengelolaan Terminal RORO Telaga Punggur, Dendi turut meluruskan bahwa Terminal RORO Telaga Punggur bukan merupakan bagian dari wilayah kerja Badan Usaha Pelabuhan BP Batam.
“Wilayah kerja kami mencakup terminal-terminal penumpang domestik di bawah pengelolaan BP Batam, yaitu Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur, Sekupang, dan Harbour Bay. Sementara itu, Terminal RORO Telaga Punggur dikelola oleh BUMN yakni PT ASDP Indonesia Ferry (Persero),” jelasnya.
Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti bahwa strategi penguatan layanan dan pengelolaan pelabuhan yang dijalankan selama ini mulai menunjukkan hasil.
“Kami bersyukur dapat mengawali tahun ini dengan performa yang positif. Ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim serta kepercayaan para pengguna jasa pelabuhan yang terus tumbuh. Tren ini menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi di periode berikutnya,” ujar Ariastuty dalam keterangan resminya, Senin (14/4/2025).
Kinerja Pelabuhan Barang menunjukkan pertumbuhan yang cukup stabil. Jumlah kunjungan kapal meningkat 4%, dari 6.945 call menjadi 7.206 call. Sementara itu, total Gross Tonnage kapal barang juga mengalami kenaikan sebesar 9%, mencapai 12,2 juta GT. Kenaikan ini juga tercermin dari volume bongkar muat barang, di mana volume general cargo tercatat sebesar 2,6 juta ton, tumbuh 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Volume peti kemas pun menunjukkan peningkatan sebesar 7%, dari 156 ribu TEUs menjadi 166 ribu TEUs.
Tidak hanya sektor logistik, pergerakan penumpang di pelabuhan juga mengalami peningkatan yang signifikan. Jumlah kunjungan kapal penumpang tercatat sebanyak 19.771 call, naik 15% dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini juga diikuti oleh lonjakan Gross Tonnage kapal penumpang yang mencapai 4,9 juta GT, atau naik 40% dibandingkan Triwulan I 2024.
Sementara itu, dari sisi jumlah penumpang, Terminal Ferry Domestik mencatatkan pergerakan sebanyak 981 ribu orang, tumbuh 9% dari tahun sebelumnya. Terminal Ferry Internasional juga mengalami pertumbuhan, dengan jumlah penumpang mencapai 1,2 juta orang, atau naik 7% dibandingkan periode yang sama pada 2024.
Hal yang menarik, penumpang yang datang dan berangkat menuju Malaysia menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 37% dengan total 347 ribu penumpang, menunjukkan tingginya arus penumpang lintas negara. Sementara itu, penumpang yang datang dan berangkat ke Singapura sedikit melandai, namun masih mencatatkan 854 ribu penumpang dan tetap menjadi tujuan utama pada rute Internasional.
“Kami mencermati bahwa konektivitas regional melalui pelabuhan Batam terus menunjukkan dinamika positif. Tujuan Malaysia mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, sementara Singapura tetap menjadi tujuan Internasional utama yang stabil. Ke depan, kami akan terus meningkatkan layanan dan memperluas kapasitas untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang,” tambah Ariastuty.
Menurut Ariastuty, capaian ini bukan titik akhir, tetapi menjadi motivasi bagi BP Batam dalam meningkatkan standar pelayanan. BP Batam menurutnya tengah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari digitalisasi sistem layanan, penguatan kapasitas pelabuhan, hingga peningkatan kenyamanan dan keamanan fasilitas terminal.
“Kami ingin menjadikan pelabuhan di Batam tidak hanya sebagai titik singgah, tapi juga sebagai wajah keramahan, efisiensi, dan daya saing Indonesia. Target kami bukan hanya pertumbuhan, tapi juga keberlanjutan,” tutupnya.
Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, capaian tersebut tak lepas dari kolaborasi antara unsur CIQP—Bea Cukai, Imigrasi, Karantina Kesehatan, dan KSOP Khusus Batam—serta dukungan dari unsur pengamanan seperti TNI, Kepolisian, dan Direktorat Pengamanan BP Batam.
“Capaian ini adalah hasil dari koordinasi yang sangat baik antara seluruh pemangku kepentingan. Kami bersyukur arus mudik dan balik tahun ini dapat berlangsung dengan lancar dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Senin (7/4/2025).
Dalam periode angkutan Lebaran tahun ini, jumlah penumpang domestik yang melalui pelabuhan di bawah pengelolaan BUP BP Batam mencapai 371 ribu orang, meningkat 5,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 351 ribu orang. Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur menjadi pelabuhan tersibuk dengan jumlah penumpang tertinggi, baik saat arus mudik maupun balik, disusul oleh Terminal Sekupang dan Harbour Bay.
Sementara itu, lalu lintas penumpang internasional juga menunjukkan tren positif. Hingga H+5, tercatat sebanyak 140.034 penumpang berangkat melalui terminal ferry internasional di Batam, mengalami kenaikan sebesar 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Terminal Batam Center menjadi pelabuhan internasional yang paling ramai saat arus mudik, sementara Harbour Bay menjadi pusat keramaian pada masa arus balik.
Data juga mencatat bahwa penumpang berkewarganegaraan Indonesia mendominasi dengan jumlah 138.320 orang, sementara wisatawan mancanegara berjumlah 136.919 orang. Selisih yang tipis ini mengindikasikan bahwa Batam tetap menjadi destinasi yang menarik bagi pelancong dari luar negeri, bahkan di tengah momen libur keagamaan.
“Melihat antusiasme masyarakat dan wisatawan internasional tahun ini, kami optimis bahwa daya tarik Batam sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata regional terus menguat. Ini menjadi motivasi kami untuk terus memperbaiki layanan kepelabuhanan,” lanjut Dendi.
Sebagai langkah evaluasi, BUP BP Batam akan memperkuat sistem pelayanan berbasis digital untuk meningkatkan monitoring arus penumpang secara real-time, melakukan penataan ulang area tunggu, serta meninjau kembali pola keberangkatan kapal agar lebih efisien. Selain itu, masukan dari pengguna jasa akan menjadi dasar dalam memperbaiki fasilitas seperti toilet, ruang tunggu, area parkir, serta proses boarding dan pembelian tiket.
“Kami ingin menjadikan pengalaman pengguna pelabuhan semakin nyaman dan efisien. Transformasi digital dan evaluasi berkelanjutan akan terus kami dorong sebagai bagian dari komitmen pelayanan prima,” tutup Dendi Gustinandar.